Dihantam Skandal Korupsi, Kanselir Austria Mengundurkan Diri

Minggu, 10 Oktober 2021 - 07:24 WIB
loading...
Dihantam Skandal Korupsi,...
Kanselir Austria Sebastian Kurz mengundurkan diri setelah dirinya menjadi target penyelidikan korupsi. Foto/WSJ
A A A
WINA - Kanselir Austria Sebastian Kurz mengumumkan dirinya akan mundur dalam upaya meredakan krisis pemerintahannya. Krisis dipicu pengumuman Jaksa bahwa Kurz menjadi target penyelidikan korupsi .

Kurz (35) mengatakan dia telah mengusulkan kepada presiden Austria agar Menteri Luar Negeri Alexander Schallenberg menjadi kanselir. Tapi Kurz sendiri akan tetap dalam posisi kunci di politik Austria dengan mengatakan akan menjadi kepala kelompok parlementer Partai Rakyat Austria yang konservatif.

Kurz dan rekan-rekan dekatnya dituduh berusaha mengamankan naiknya ia ke tampuk kepemimpinan partai dan negara dengan bantuan jajak pendapat yang dimanipulasi serta laporan berita yang bersahabat di media. Semua itu dibiayai dengan uang publik.

Kurz, yang menjadi pemimpin Partai Rakyat dan kemudian menjadi kanselir pada 2017, membantah telah melakukan apa yang dituduhkan kepadanya.

Baca juga: Lecehkan Anak 7 Tahun, Pengungsi Afghanistan Divonis 30 Bulan Penjara

“Kami masih dalam fase yang sangat sensitif di Austria – pandemi belum berakhir dan peningkatan ekonomi baru saja dimulai, sementara reformasi sistem pajak negara untuk membantu mengekang emisi gas rumah kaca telah dinegosiasikan tetapi belum dilaksanakan," kata Kurz.

“Yang kami butuhkan sekarang adalah kondisi yang stabil,” imbuhnya kepada wartawan di Wina.

"Jadi, untuk menyelesaikan kebuntuan, saya ingin membuat jalan untuk mencegah kekacauan dan memastikan stabilitas," ucapnya seperti dikutip dari AP, Minggu (10/10/2021).

Dia bersikeras bahwa tuduhan terhadapnya adalah salah. "Saya akan dapat menjernihkan ini - saya sangat yakin akan hal itu," tegasnya.

Terkait permintaan mitra koalisinya, Partai Hijau, untuk penggantinya Kurz mengatakan: "Banyak yang mengatakan kepada saya bahwa ini tidak adil dan Anda dapat membayangkan bahwa saya secara pribadi juga akan berterima kasih jika asas praduga tak bersalah di negara kita benar-benar diterapkan pada semua orang."

Dia bersikeras bahwa tuduhan terhadapnya "dicampur" dengan pesan lama yang muncul dalam beberapa hari terakhir.

Baca juga: Pamer Kemaluan Ditato Simbol Nazi, Tentara Austria Dipenjara

“Beberapa di antaranya adalah pesan yang pasti tidak akan saya rumuskan dengan cara yang sama lagi, tapi saya hanya manusia dengan emosi dan juga kekurangan,” ucapnya.

Kurz akan mempertahankan kepemimpinan partainya sekaligus menjadi ketua kelompok parlemen.

Dia menanggapi permintaan pemimpin baru yang bersih dengan menunjuk Schallenberg (52). Meskipun setia kepada Kurz, Schallenberg memiliki latar belakang diplomasi daripada politik partai.

Schallenberg sudah menjabat sebagai menteri luar negeri dalam pemerintahan sementara non-partisan yang menjalankan negara Uni Eropa berpenduduk 8,9 juta orang selama beberapa bulan setelah koalisi pertama Kurz dengan Partai Kebebasan sayap kanan runtuh pada 2019.

Keputusan ini disambut baik oleh mitra koalisinya, Partai Hijau. Pemimpin Partai Hijau, wakil kanselir Werner Kogler, menyebut keputusan Kurz sebagai langkah yang tepat dan penting.

“Artinya, kita bisa melanjutkan pekerjaan kita di pemerintahan,” katanya.

Baca juga: Demi Uang Pensiun, Pria di Austria Simpan Mayat Ibunya Selama Setahun

Partai Hijau mengatakan penyelidikan itu menciptakan kesan "bencana". Dalam kasus terpisah, otoritas anti-korupsi menempatkan Kurz dalam penyelidikan pada Mei atas dugaan membuat pernyataan palsu kepada komisi parlemen, tuduhan yang juga dia bantah.

Para pemimpin oposisi telah meminta Kurz untuk mundur dan berencana mengajukan mosi tidak percaya terhadapnya di parlemen pada Selasa mendatang.

Kurz menarik pemerintah itu setelah sebuah video muncul yang menunjukkan wakil kanselir dan pemimpin Partai Kebebasan pada saat itu, Heinz-Christian Strache, muncul untuk menawarkan bantuan kepada investor Rusia yang diakui.

Pemilihan parlemen reguler Austria berikutnya dijadwalkan pada 2024.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini Daftar Negara yang...
Ini Daftar Negara yang Hukum Mati dan Rampas Aset Koruptor, Bagaimana dengan Indonesia?
Jet Tempur Austria Berani...
Jet Tempur Austria Berani Cegat Pesawat Mata-mata Militer AS: Haruskah Kami Tembak Jatuh?
Berkonflik dengan Presiden...
Berkonflik dengan Presiden Marcos Jr, Wapres Sara Duterte Terancam Dimakzulkan
Eks PM Thailand Thaksin...
Eks PM Thailand Thaksin Shinawatra Dibebaskan dari Penjara, Korupsi tapi Dihukum Ringan
Korupsi, 2 Eks Menhan...
Korupsi, 2 Eks Menhan China Dijatuhi Hukuman Mati
Korupsi Militer China...
Korupsi Militer China Disorot, PLA Disebut Hadapi Masalah Internal Serius
KPK Telusuri Aliran...
KPK Telusuri Aliran Dana terkait Kasus Pembangunan Gedung Pemkab Lamongan
China Tangkap Warga...
China Tangkap Warga Negara AS Atas Tuduhan Spionase
Detik-Detik 2 Helikopter...
Detik-Detik 2 Helikopter Tabrakan dan Tewaskan Penyanyi Oliver Tree, Menegangkan!
Rekomendasi
Gelombang I Berakhir,...
Gelombang I Berakhir, 245 Kloter Jemaah Haji Telah Diberangkatkan ke Tanah Air
Sambut Kabar Damai AS-Iran,...
Sambut Kabar Damai AS-Iran, Harga Bitcoin Melesat Tembus USD65.900
Piala Dunia 2026: FIFA...
Piala Dunia 2026: FIFA Diam-Diam Ubah Ritual VAR
Berita Terkini
Jenderal Jerman Ancam...
Jenderal Jerman Ancam Serang Dahsyat Rusia: Kami Siap Bertempur Malam Ini
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
4 Keuntungan Besar Iran...
4 Keuntungan Besar Iran dalam Perjanjian Damai dengan AS, dari Kompensasi hingga Program Nuklir
Pesawat Pengebom Nuklir...
Pesawat Pengebom Nuklir B-52 AS Jatuh Tewaskan 8 Awak, Harganya Rp1,5 Triliun
Presiden Mahmoud Abbas:...
Presiden Mahmoud Abbas: Pilpres Palestina Digelar Awal 2027
Infografis
5 Pejabat China yang...
5 Pejabat China yang Dieksekusi Mati karena Korupsi
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved