WHO Ngeri, 83 Pekerja Bantuan Terlibat Pelecehan Seksual di Kongo

loading...
WHO Ngeri, 83 Pekerja Bantuan Terlibat Pelecehan Seksual di Kongo
Petugas kesehatan memakai peralatan pelindung saat pemakaman orang yang diduga meninggal akibat Ebola di Beni, DR Kongo, 9 Desember 2018. Foto/REUTERS
JENEWA - Staf Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) termasuk di antara 83 pekerja bantuan yang melakukan pelecehan seksual terhadap para wanita dan anak perempuan saat menangani wabah Ebola di Republik Demokratik Kongo .

Pelecehan, termasuk sembilan tuduhan pemerkosaan, dilakukan para pekerja bantuan nasional dan internasional antara 2018 dan 2020.

Laporan itu muncul setelah lebih dari 50 wanita lokal melaporkan pelecehan seksual.

Baca juga: Mahasiswa Pelempar Telur pada Macron Dibawa ke Bangsal Gangguan Jiwa



Direktur Jenderal WHO Tedros Adhanom Ghebreyesus mengatakan, “Itu tidak bisa dimaafkan."

Baca juga: Tonton! Asap Hitam Tebal Membumbung dari Pangkalan Militer AS di Irak

Laporan setebal 35 halaman itu dibuat oleh komisi independen setelah penyelidikan.

Baca juga: Krisis BBM Memburuk di Inggris, Tentara Dikerahkan Jadi Sopir Truk Tangki

Komisi tersebut, yang mewawancarai lusinan perempuan yang diduga ditawari pekerjaan dengan imbalan seks, menemukan bahwa 21 orang dari 83 tersangka pelaku dipekerjakan oleh WHO.
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top