Taliban Akan Terapkan Eksekusi dan Potong Tangan sebagai Hukuman di Afghanistan
Jum'at, 24 September 2021 - 01:10 WIB
loading...
Para anggota Taliban saat berpatroli di Kabul, Afghanistan. Kelompok yang berkuasa ini akan menerapkan kembali eksekusi dan potong tangan sebagai hukuman resmi di Afghanistan. Foto/REUTERS
A
A
A
KABUL - Taliban akan menerapkan kembali praktik hukuman berat, termasuk eksekusi mati dan potongan tangan atau anggota badan lainnya sebagai hukuman resmi bagi publik pelaku kejahatan di Afghanistan . Hal itu disampaikan seorang pejabat kelompok tersebut kepada The Associated Press, Kamis (23/9/2021).
Sejak menguasai Afghanistan pada 15 Agustus 2021, Taliban telah meluncurkan aksi tebar pesona untuk merehabilitasi citra garis keras mereka dari era 1996-2001 ketika mereka melakukan eksekusi di depan umum, mencambuk pria yang tidak salat di masjid, membatasi gerak perempuan dan mengadopsi pemahaman ekstrem dari hukum atau Syariah Islam versi mereka.
Baca juga: AS Galau, Hapus atau Dukung Rp14,2 Triliun untuk Iron Dome Israel
Pemerintah baru Afghanistan sebagian besar diisi anggota senior kelompok Taliban. Kelompok itu telah membubarkan Kementerian Urusan Perempuan dan menghidupkan kembali Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan.
Namun, tampaknya Taliban tidak banyak mengubah nilai-nilai inti mereka seperti yang ditekankan Mullah Nooruddin Turabi dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press bahwa kelompok itu akan melakukan hukuman yang dianggap pantas dan menuntut masyarakat internasional untuk tidak ikut campur.
Sejak menguasai Afghanistan pada 15 Agustus 2021, Taliban telah meluncurkan aksi tebar pesona untuk merehabilitasi citra garis keras mereka dari era 1996-2001 ketika mereka melakukan eksekusi di depan umum, mencambuk pria yang tidak salat di masjid, membatasi gerak perempuan dan mengadopsi pemahaman ekstrem dari hukum atau Syariah Islam versi mereka.
Baca juga: AS Galau, Hapus atau Dukung Rp14,2 Triliun untuk Iron Dome Israel
Pemerintah baru Afghanistan sebagian besar diisi anggota senior kelompok Taliban. Kelompok itu telah membubarkan Kementerian Urusan Perempuan dan menghidupkan kembali Kementerian Penyebaran Kebajikan dan Pencegahan Kejahatan.
Namun, tampaknya Taliban tidak banyak mengubah nilai-nilai inti mereka seperti yang ditekankan Mullah Nooruddin Turabi dalam sebuah wawancara dengan The Associated Press bahwa kelompok itu akan melakukan hukuman yang dianggap pantas dan menuntut masyarakat internasional untuk tidak ikut campur.
Lihat Juga :