Senator Top AS: Ukraina Bisa Lebih Buruk daripada Afghanistan

Senin, 10 Maret 2025 - 09:12 WIB
loading...
Senator Top AS: Ukraina...
Senator top AS Lindsey Graham memperingatkan nasib Ukraina akan menjadi lebih buruk daripada Afghanistan jika bantuan militer Amerika tak dimulai lagi. Foto/New York Times
A A A
WASHINGTON - Senator top Amerika Serikat (AS) Lindsey Graham memperingatkan nasib Ukraina akan menjadi lebih buruk daripada Afghanistan jika bantuan militer dan intelijen Amerika tidak dimulai lagi.

Peringatan Graham muncul setelah pemerintah Presiden Donald Trump menghentikan bantuan militer AS untuk Ukraina guna menekan Kyiv agar berunding damai dengan Moskow.

Tekanan itu diperkuat pemerintah Trump dengan menghentian pembagian informasi intelijen Amerika dengan Ukraina.

"Selama pertempuran masih berlangsung, jika kita menghentikan [bantuan AS untuk] Ukraina, situasinya akan lebih buruk daripada Afghanistan," kata Graham dalam sebuah wawancara di acara "Fox News Sunday".

Baca Juga: Ribuan Tentara Ukraina Terancam Dikepung Pasukan Rusia di Kursk

"Sampai kita mencapai gencatan senjata, saya akan memberikan Ukraina apa yang mereka butuhkan dalam hal intelijen dan senjata untuk mempertahankan diri," saran Graham, yang dilansir NBC News, Senin (10/3/2025).

"Terkait Rusia, saya akan memberlakukan sanksi pada sektor perbankan dan sektor energi mereka minggu depan, mendesak mereka untuk berunding. Jika mereka tidak terlibat dalam gencatan senjata dan perundingan damai dengan pemerintah, kita harus memberikan sanksi yang sangat berat kepada mereka," imbuh senator dari Partai Republik tersebut.

Ketika ditanya tentang pencabutan jeda AS dalam pembagian informasi intelijen, Presiden Donald Trump mengatakan kepada wartawan di Air Force One pada hari Minggu: "Kami benar-benar hampir melakukannya."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
6 Fakta NATO Jelang...
6 Fakta NATO Jelang KTT Ankara, Memiliki 3,3 Juta Prajurit dan Anggaran Militer Terbesar di Dunia
Rudal Ukraina Hancurkan...
Rudal Ukraina Hancurkan Pabrik Senjata Rusia
AS Sesumbar Siap Fasilitasi...
AS Sesumbar Siap Fasilitasi Iran jika Lolos 32 Besar Piala Dunia 2026
Kemlu Pastikan 3 WNI...
Kemlu Pastikan 3 WNI di Venezuela Aman Pascagempa Dahsyat M7,1
Paris Melarang Warganya...
Paris Melarang Warganya Minum Alkohol di Tempat Umum Mulai Hari Ini
Rekomendasi
Mengintip Kunci Sukses...
Mengintip Kunci Sukses Anas Fikry dan Risky Adelia Regina Putri: Padukan Kehangatan Keluarga dan Aksi Sosial
Sinara Fest 2026 NTB...
Sinara Fest 2026 NTB Wujud Dukungan BPDP Terhadap Ketahanan Pangan dan UMKM
Ducati Kenalkan Panigale...
Ducati Kenalkan Panigale V4 Márquez 2025 World Champion Replica
Berita Terkini
Xi Jinping dan Akhir...
Xi Jinping dan Akhir dari Narasi Kebangkitan Damai China
Update Gempa Kembar...
Update Gempa Kembar Guncang Venezuela: 1.430 Orang Tewas, 3.200 Luka, 50.000 Hilang
China Selidiki Insiden...
China Selidiki Insiden Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi, Pilot Tewas, 13 Orang Luka
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
AS Serang Iran 2 Hari...
AS Serang Iran 2 Hari Beruntun, Trump Umbar Ancaman Mengerikan
Finlandia Izinkan Wilayahnya...
Finlandia Izinkan Wilayahnya Jadi Lokasi Pengerahan Senjata Nuklir NATO, Rusia Terancam
Infografis
AS Setujui Penjualan...
AS Setujui Penjualan Peralatan Senilai Rp5 T untuk F-16 ke Ukraina
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved