Komandan IRGC: AS Bukan Lagi Ancaman

loading...
Komandan IRGC: AS Bukan Lagi Ancaman
Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Hossein Salami. Foto/VOA
TEHERAN - Komandan Korps Garda Revolusi Iran (IRGC), Hossein Salami mengatakan, Teheran telah membangun kekuatan untuk menghadapi Amerika Serikat (AS). Pernyataan itu mengacu pada penarikan pasukan Amerika yang kacau baru-baru ini dari Afghanistan.

Menurut Salami, Iran tidak lagi melihat AS sebagai ancaman setelah menarik pasukan dari kawasan itu.

“Kami telah membangun kekuatan untuk mengalahkan AS. Ketika kita membangun kekuatan untuk kerajaan militer terbesar manusia, yaitu AS, kekuatan kecil seperti rezim Zionis tidak lagi dihitung dalam persamaan kita,” ujar Jenderal Salami.

“Kami menyaksikan AS yang gagal, melarikan diri, dan tertekan,” tambahnya seperti dikutip Sputnik dari Insider, Rabu (22/9/2021).



Baca juga: Iran: Kaburnya AS yang Memalukan dari Afghanistan Pelajaran bagi Sekutunya

Salami juga menyatakan bahwa Iran telah berhasil mengatasi sanksi AS.

“Di dalam negara kita sendiri, terlepas dari semua tekanan alami atau paksaan, bangsa Iran telah terlibat dalam perlawanan,” katanya.

Pada tahun 2018, mantan Presiden AS Donald Trump membatalkan perjanjian nuklir 2015 dengan Iran, memperkenalkan sanksi keras terhadap Republik Islam di bawah kampanye "tekanan maksimum". Sanksi AS, sebagian besar, membebani kehidupan rakyat biasa Iran, terutama di masa pandemi, karena Iran telah dicegah untuk mendapatkan obat-obatan dan peralatan medis dari luar negeri.

Namun penerus Trump, Presiden Joe Biden menunjukkan minatnya untuk membuka halaman baru tentang hubungan AS-Iran selama pidato pertamanya di Majelis Umum PBB. Meski begitu, ia menekankan komitmennya untuk mencegah Iran memperoleh senjata nuklir.

Baca juga: Iran Sangkal Pembunuhan Ilmuwan Nuklirnya dengan Senjata Canggih Mossad



“Amerika Serikat tetap berkomitmen untuk mencegah Iran mendapatkan senjata nuklir. Kami bekerja dengan P5+1 untuk melibatkan Iran secara diplomatis dan berusaha kembali ke JCPOA,” kata Biden.
(ian)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top