Viral, Video Taliban Eksekusi Mantan Perwira Polisi Afghanistan

Senin, 13 September 2021 - 09:00 WIB
loading...
Viral, Video Taliban...
Para milisi Taliban mengeksekusi mantan perwira polisi Afghanistan. Foto/Washington Examiner
A A A
KABUL - Sebuah video yang viral secara online menunjukkan para milisi Taliban mengeksekusi seorang mantan perwira polisi pemerintah terguling Afghanistan . Dalam video itu, mereka merayakan eksekusi dengan memuji sang pemimpin Hibatullah Akhundzada.

Video tersebut beredar luas di berbagai platform media sosial setelah diunggah di platform obrolan pribadi Taliban.

Baca juga: FBI Rilis Dokumen Rahasia 9/11 yang Kait-kaitkan Arab Saudi

Video tersebut berdurasi 36 detik dan diunggah seminggu yang lalu.

Pemerintah Taliban yang berkuasa di Afghanistan belum berkomentar tentang video yang viral tersebut. Jika video eksekusi itu dikonfirmasi, maka tidankan tersebut bertentangan dengan janji pemimpin Taliban pada 17 Agustus lalu bahwa pihaknya menjamin amnesti bagi pekerja pemerintah yang terguling dan perlindungan bagi perempuan.

"Saya ingin meyakinkan masyarakat internasional, termasuk Amerika Serikat, bahwa tidak ada yang akan dirugikan," kata juru bicara Taliban Zabihullah Mujahid saat mempertegas janji pemimpin Taliban. "Kami tidak menginginkan musuh internal atau eksternal."

Dalam video tersebut terlihat lima dari enam milisi membawa senapan, dan yang keenam memegang dua pisau berdarah di salah satu tangannya. Orang ketujuh sedang merekam aktivitas tersebut.

Korban mengenakan seragam cokelat, seragam dinas petugas polisi Afghanistan. Seragan tentara nasional berwarna biru.

Penyerang yang menggunakan pisau, yang tampaknya pemimpin kelompok eksekutor, terlihat mengangkat senjatanya ke udara. Dalam terjemahan yang diberikan kepada Washington Examiner oleh sumber militer AS, orang-orang itu terdengar meneriakkan kata; "Mujaheddin!"

Mujaheddin adalah istilah Arab untuk milisi gerilya.

"Ini biadab, dan saya tidak akan pernah mempercayai Taliban," kata konsultan keamanan Afghanistan Nasser Von Waziri, yang bekerja dengan badan-badan pemerintah di seluruh negeri ketika orang Amerika ditempatkan di sana. "Seorang teroris tetaplah teroris."

Baca juga: Korut Tembakkan Rudal Jelajah Jarak Jauh di Tengah Ketegangan dengan AS

Brigadir Jenderal Don Bolduc, yang mengawasi pelatihan polisi dan tentara sebagai komandan Operasi Khusus AS, mengatakan dia sedih dan muak dengan video itu.

"Inilah yang akan kita hadapi. Ini adalah jenis orang yang telah diputuskan oleh pemerintahan Biden untuk berurusan dan menyerahkan seluruh negara," katanya, seperti dilansir Washington Examiner, Senin (13/9/2021).

"Orang-orang ini melakukan kejahatan terhadap kemanusiaan yang tidak seberapa dibandingkan dengan kelompok lain dalam sejarah. Beberapa metode penyiksaan mereka adalah menguliti seseorang hidup-hidup."

Bolduc mengatakan dia telah melihat tiga korban yang dipenggal kepalanya selama 10 turnya di Afghanistan. Mereka semua berada di desa setempat, dan tim Operasi Khusus Bolduc dipanggil oleh anggota keluarga untuk menyelidiki kejahatan tersebut.
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Yordania Gantung 6 Orang...
Yordania Gantung 6 Orang atas Tuduhan Terorisme
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
1.639 Orang Dieksekusi...
1.639 Orang Dieksekusi pada 2025 di Iran, Tahun Ini Diprediksi Melonjak Drastis
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
Teken Perjanjian Damai...
Teken Perjanjian Damai dengan AS, Dubes Iran: InsyaAllah Kita Dapat Perdamaian Permanen di Kawasan
Update Gempa Venezuela:...
Update Gempa Venezuela: 1.450 Orang Tewas, 774 Gedung Ambruk
Rekomendasi
Brasil vs Jepang: Mampukah...
Brasil vs Jepang: Mampukah Samurai Biru Hapus Kutukan?
Mentan Amran Kumpulkan...
Mentan Amran Kumpulkan Civitas Akademika UGM, Percepat Inovasi dan Hilirisasi Pertanian
Pakar Hukum: Konsep...
Pakar Hukum: Konsep Presisi Jadi Kunci Meningkatnya Kepercayaan Publik kepada Polri
Berita Terkini
10 Kali Amerika Serikat...
10 Kali Amerika Serikat dan Iran Duduk di Meja Perundingan, tapi Perang Terus Berlanjut, Ini Penyebabnya
Pria Misterius Dijuluki...
Pria Misterius Dijuluki 'Batman' Diburu Polisi karena Ikat Para Maling Motor di Tiang Lampu
Biden Sebut Trump Pencundang,...
Biden Sebut Trump Pencundang, Narsis, dan Sombong
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Langka, Putin Akui Rusia...
Langka, Putin Akui Rusia Krisis Bahan Bakar akibat Serangan Ukraina
Begini Cara Bos FIFA...
Begini Cara Bos FIFA Gunakan Geopolitik di Panggung Piala Dunia
Infografis
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Rayakan Tumbangnya Bashar Al Assad di Suriah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved