Masjid Kanada Terguncang, Terima Surat Ancaman dari KKK

Kamis, 02 September 2021 - 23:07 WIB
loading...
Masjid Kanada Terguncang, Terima Surat Ancaman dari KKK
Surat ancaman dari KKK yang diterima pengurus Langley Islamic Centre. Foto/Newsweek
A A A
OTTAWA - Sebuah masjid di Kanada mengatakan telah meningkatkan keamanan di tempat ibadah itu setelah menerima surat ancaman dari kelompok Ku Klux Klan ( KKK ).

Langley Islamic Centre mengatakan "terguncang" setelah menerima surat ancaman secara anonim pada 26 Agustus lalu.

Surat ancaman itu, yang ditulis menggunakan huruf-huruf potongan koran, berisi slogan-slogan kebencian kelompok neo-Nazi dan merujuk pada Brenton Tarrant , pendukung supremasi kulit putih yang membunuh 51 orang dalam aksi dua penembakan di masjid Christchurch, Selandia Baru pada Maret 2019.

"Anda punya waktu dua bulan untuk menutup tempat (ini) dan pergi atau saya akan (Brenton) Tarrant-kan Anda mudslimes," kata surat itu, menggunkan istilah slang untuk kata Muslim.

"Penjajah harus mati," sambung surat itu seperti dikutip dari Newsweek, Kamis (2/9/2021).

Baca juga: Mesir Larang Buku-buku Ikhwanul Muslimin Masuk Masjid

Surat itu kemudian diakhiri dengan kata "heil Hitler" dan angka 1488 merujuk pada kombinasi dari dua slogan sayap kanan.

Angka 14 mengacu pada slogan "14 Kata" yang digunakan oleh supremasi kulit putih, sedangkan 88 adalah kode untuk "Heil Hitler" karena huruf 'H' adalah huruf kedelapan dari alfabet.

Surat itu ditandatangani dengan "KKK."

"Surat yang diterima dimaksudkan untuk secara langsung mengancam anggota komunitas Muslim Langley," kata Langley Islamic Centre saat membagikan gambar surat itu di Facebook.

"Kami berhubungan dengan penegak hukum, dan mendesak agar insiden ini diselidiki dari sudut yang dimotivasi kebencian. Komunitas kami tidak harus berkumpul dalam ketakutan. Ini seharusnya tidak terjadi. Tapi kami tidak akan terintimidasi," tegas pengurus Langley Islamic Centre.

Berbicara kepada CBC News, Imam Fawad Kalsi dari Langley Islamic Centre, mengatakan mereka yang berada di masjid merasa "jijik dan kaget" ketika mereka menemukan surat itu.

"Saya tidak berpikir orang percaya kita hidup di dunia di mana hal-hal seperti ini masih ada. Beberapa orang kesal, beberapa orang marah," ungkapnya.

Kalsi menambahkan bahwa mereka telah meningkatkan keamanan di tempat tersebut setelah adanya ancaman, tetapi meyakinkan bahwa mereka tidak akan terintimidasi.

“Kami masyarakat yang tangguh, sebenarnya tidak ada yang perlu kami takutkan,” tambah Kalsi.

"Saya pikir kebanyakan orang hanya merasa bingung. Mengapa ini terjadi di Kanada ketika yang kami lakukan hanyalah menjalani kehidupan kami yang damai," ucapnya.

Baca juga: Pengebom Masjid Minnesota Ternyata Wanita Transgender, Klaim 'Konflik Batin'

Royal Canadian Mounted Police (RCMP) mengatakan pihaknya bekerja sama dengan pihak masjid untuk memastikan keamanan jamaah yang hadir.

"Apakah itu berarti petugas tambahan, patroli tambahan, menghadiri layanan keagamaan — pada dasarnya semuanya ada di atas meja," ujar Kop. Holly Largy kepada CTV News.

RCMP Langley mengkonfirmasi bahwa Unit Kejahatan Kebencian BC dan Tim Penegakan Keamanan Nasional Terpadu sedang menyelidiki surat ancaman tersebut.

"Sangat memprihatinkan ketika hal seperti ini terjadi di masyarakat," kata Sersan Loi Ly dalam sebuah pernyataan.

"Kami menggunakan semua sumber daya yang sesuai dan mengembangkan strategi investigasi lebih lanjut serta bekerja sama dengan pimpinan Langley Islamic Centre. Perilaku seperti ini tidak akan ditoleransi," tegasnya.

Ia pun menghimbau siapa pun yang memiliki informasi yang dapat membantu penyelidikan diminta untuk menelepon pihak kepolisian.

Baca juga: Israel Mulai Proyek Yudaisasi di Masjid Ibrahimi, Bangun Lift untuk Umat Yahudi
(ian)
Komentar
Copyright © 2023 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.3574 seconds (11.210#12.26)