Mantan PM Afghanistan: Semua Kelompok Etnis Dukung Pemerintahan Taliban
Senin, 23 Agustus 2021 - 23:01 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Taliban Hina Telak AS, Kibarkan Bendera Syahadat Mirip Adegan Imo Jiwa
“Orang-orang Afghanistan telah lelah dengan konflik dan pertempuran yang panjang, ingin membawa perdamaian dan stabilitas ke negara yang dilanda perang dan secara kolektif bekerja untuk rekonstruksi dan kemajuannya,” ujar Heklmatyar, menambahkan orang-orang Afghanistan bertekad maju secara kolektif.
Setelah dengan cepat menguasai distrik administratif dan pusat provinsi yang lebih kecil, para pejuang Taliban memasuki ibu kota Afghanistan Kabul pada 15 Agustus dan merebut kekuasaan, mengambil alih negara itu untuk pertama kalinya dalam hampir 20 tahun.
Pemerintah dengan cepat bubar, dengan Presiden Ashraf Ghani dan para pejabat penting lainnya melarikan diri ke tempat yang aman di luar negeri.
Sejauh ini, Taliban telah mengumumkan amnesti umum untuk pegawai negeri, mendorong perempuan berpartisipasi dalam pemerintahan prospektifnya, dan berjanji tanah Afghanistan tidak akan menjadi batu loncatan untuk merugikan negara mana pun.
“Orang-orang Afghanistan telah lelah dengan konflik dan pertempuran yang panjang, ingin membawa perdamaian dan stabilitas ke negara yang dilanda perang dan secara kolektif bekerja untuk rekonstruksi dan kemajuannya,” ujar Heklmatyar, menambahkan orang-orang Afghanistan bertekad maju secara kolektif.
Setelah dengan cepat menguasai distrik administratif dan pusat provinsi yang lebih kecil, para pejuang Taliban memasuki ibu kota Afghanistan Kabul pada 15 Agustus dan merebut kekuasaan, mengambil alih negara itu untuk pertama kalinya dalam hampir 20 tahun.
Pemerintah dengan cepat bubar, dengan Presiden Ashraf Ghani dan para pejabat penting lainnya melarikan diri ke tempat yang aman di luar negeri.
Sejauh ini, Taliban telah mengumumkan amnesti umum untuk pegawai negeri, mendorong perempuan berpartisipasi dalam pemerintahan prospektifnya, dan berjanji tanah Afghanistan tidak akan menjadi batu loncatan untuk merugikan negara mana pun.
(sya)
Lihat Juga :