Mantan PM Afghanistan: Semua Kelompok Etnis Dukung Pemerintahan Taliban
Senin, 23 Agustus 2021 - 23:01 WIB
loading...
Mantan Perdana Menteri (PM) Afghanistan Gulbuddin Hekmatyar. Foto/anadolu
A
A
A
KABUL - Mantan Perdana Menteri (PM) Afghanistan Gulbuddin Hekmatyar mengatakan pemerintahan masa depan di Afghanistan yang dipimpin Taliban akan mendapat dukungan dari semua kelompok etnis.
"Pemerintah seperti itu dapat menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut di Afghanistan dan mengarahkan negara yang dilanda perang keluar dari krisis saat ini," ujar dia dalam wawancara dengan kantor berita negara Pakistan, APP.
Dia berharap pembicaraan formal antara semua kelompok politik akan dimulai setelah penarikan penuh pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO dari Afghanistan, yang dijadwalkan pada 31 Agustus.
Baca juga: Taliban Kerahkan Ratusan Orang Rebut Daerah ‘Merdeka’ Terakhir di Afghanistan
Selama akhir pekan, para pemimpin penting Taliban Afghanistan bertemu dengan mantan pemimpin mujahidin itu di kediamannya di Kabul untuk pembicaraan tentang pengaturan masa depan.
Baca juga: Ironis, Pesawat Hanya Bawa Satu Penumpang Saat Ribuan Orang Menunggu di Kabul
Sebelumnya, Taliban juga bertemu mantan Presiden Hamid Karzai dan Abdullah Abdullah, mantan perunding perdamaian utama pemerintah Afghanistan.
"Pemerintah seperti itu dapat menghentikan pertumpahan darah lebih lanjut di Afghanistan dan mengarahkan negara yang dilanda perang keluar dari krisis saat ini," ujar dia dalam wawancara dengan kantor berita negara Pakistan, APP.
Dia berharap pembicaraan formal antara semua kelompok politik akan dimulai setelah penarikan penuh pasukan Amerika Serikat (AS) dan NATO dari Afghanistan, yang dijadwalkan pada 31 Agustus.
Baca juga: Taliban Kerahkan Ratusan Orang Rebut Daerah ‘Merdeka’ Terakhir di Afghanistan
Selama akhir pekan, para pemimpin penting Taliban Afghanistan bertemu dengan mantan pemimpin mujahidin itu di kediamannya di Kabul untuk pembicaraan tentang pengaturan masa depan.
Baca juga: Ironis, Pesawat Hanya Bawa Satu Penumpang Saat Ribuan Orang Menunggu di Kabul
Sebelumnya, Taliban juga bertemu mantan Presiden Hamid Karzai dan Abdullah Abdullah, mantan perunding perdamaian utama pemerintah Afghanistan.
Lihat Juga :