AS Selama Ini Dikibuli, Banyak ‘Tentara Hantu' di Militer Afghanistan
Sabtu, 21 Agustus 2021 - 16:09 WIB
loading...
Saat masih menjabat, Presiden Afghanistan Ashraf Ghani dan pelaksana Menteri Pertahanan Bismillah Khan Mohammadi mengunjungi korp militer di Kabul, Afghanistan, 14 Agustus 2021. Foto/REUTERS
A
A
A
WASHINGTON - Keputusan Amerika Serikat (AS) keluar dari Afghanistan menguak secara terang-terangan busuknya pemerintahan Kabul yang selama ini didukung Washington.
Kebusukan pemerintahan Afghanistan yang didukung AS itu terbukti dengan cepatnya Taliban merebut negara itu setelah ditinggalkan negara-negara Barat.
Angkatan bersenjata Afghanistan yang diciptakan dan dilatih AS selama 20 tahun ternyata dengan sekejab mata menyerah kepada Taliban.
Baca juga: Menyerah pada Taliban, Ada Apa dengan 300.000 Tentara Afghanistan Didikan AS?
“Lebih banyak dan lebih lengkap daripada Taliban di atas kertas, tentara nasional Afghanistan dipandang menderita masalah sistemik serius yang telah merusak kemampuan tempurnya,” ungkap sejumlah laporan para pengamat.
Baca juga: Biden Tak Sangka 300.000 Tentara Afghanistan Didikan AS Menyerah pada Taliban
Laporan Triwulanan terbaru dari Inspektur Jenderal Khusus AS untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR) tertanggal 30 Juli mengatakan, ada lebih dari 300.000 personel yang membentuk Pasukan Keamanan dan Pertahanan Nasional Afghanistan (ANDSF), yang mencakup seluruh keseluruhan angkatan bersenjata dan staf hukum serta pegawai yang digaji pemerintah Kabul.
Baca juga: Adegan Menyayat Hati Bandara Kabul: Marinir AS Angkat Bayi dari Tembok Kawat Berduri
Namun, Pusat Pemberantasan Terorisme AS di West Point, akademi pelatihan militer, mengatakan pada Januari 2021 bahwa studi 2014 telah menemukan meskipun pasukan tempur membentuk sekitar 60% dari pasukan Afghanistan, “Jumlah tentara yang muncul untuk tugas setiap hari bahkan lebih rendah."
Dikatakan dalam laporan itu, “Tentara Afghanistan dapat mengandalkan perkiraan kekuatan tempur tentara sekitar 96.000 tentara dan, termasuk pasukan polisi, ANDSF kemungkinan menurunkan kekuatan tempur di sekitar 180.000 personel tempur setiap hari."
Tapi SIGAR menyoroti masalah lain yakni maraknya "tentara hantu". "Efek korosif korupsi di dalam ANDSF, terdapat tentara dan polisi hantu, yang tidak lain adalah catatan personel palsu yang digunakan aktor korup untuk mengantongi gaji mereka," papar laporan SIGAR.
Meskipun disebut sistem biometrik telah diperkenalkan untuk menyingkirkan tentara hantu atau tentara fiktif yang sebenarnya tidak ada, ada ketidakcocokan besar antara daftar tentara dan sepatu bot yang sebenarnya di lapangan.
Kebusukan pemerintahan Afghanistan yang didukung AS itu terbukti dengan cepatnya Taliban merebut negara itu setelah ditinggalkan negara-negara Barat.
Angkatan bersenjata Afghanistan yang diciptakan dan dilatih AS selama 20 tahun ternyata dengan sekejab mata menyerah kepada Taliban.
Baca juga: Menyerah pada Taliban, Ada Apa dengan 300.000 Tentara Afghanistan Didikan AS?
“Lebih banyak dan lebih lengkap daripada Taliban di atas kertas, tentara nasional Afghanistan dipandang menderita masalah sistemik serius yang telah merusak kemampuan tempurnya,” ungkap sejumlah laporan para pengamat.
Baca juga: Biden Tak Sangka 300.000 Tentara Afghanistan Didikan AS Menyerah pada Taliban
Laporan Triwulanan terbaru dari Inspektur Jenderal Khusus AS untuk Rekonstruksi Afghanistan (SIGAR) tertanggal 30 Juli mengatakan, ada lebih dari 300.000 personel yang membentuk Pasukan Keamanan dan Pertahanan Nasional Afghanistan (ANDSF), yang mencakup seluruh keseluruhan angkatan bersenjata dan staf hukum serta pegawai yang digaji pemerintah Kabul.
Baca juga: Adegan Menyayat Hati Bandara Kabul: Marinir AS Angkat Bayi dari Tembok Kawat Berduri
Namun, Pusat Pemberantasan Terorisme AS di West Point, akademi pelatihan militer, mengatakan pada Januari 2021 bahwa studi 2014 telah menemukan meskipun pasukan tempur membentuk sekitar 60% dari pasukan Afghanistan, “Jumlah tentara yang muncul untuk tugas setiap hari bahkan lebih rendah."
Dikatakan dalam laporan itu, “Tentara Afghanistan dapat mengandalkan perkiraan kekuatan tempur tentara sekitar 96.000 tentara dan, termasuk pasukan polisi, ANDSF kemungkinan menurunkan kekuatan tempur di sekitar 180.000 personel tempur setiap hari."
Tapi SIGAR menyoroti masalah lain yakni maraknya "tentara hantu". "Efek korosif korupsi di dalam ANDSF, terdapat tentara dan polisi hantu, yang tidak lain adalah catatan personel palsu yang digunakan aktor korup untuk mengantongi gaji mereka," papar laporan SIGAR.
Meskipun disebut sistem biometrik telah diperkenalkan untuk menyingkirkan tentara hantu atau tentara fiktif yang sebenarnya tidak ada, ada ketidakcocokan besar antara daftar tentara dan sepatu bot yang sebenarnya di lapangan.
Lihat Juga :