Lockdown Nasional Picu Aksi Demonstrasi di Selandia Baru

Rabu, 18 Agustus 2021 - 20:10 WIB
loading...
Lockdown Nasional Picu...
Sejumlah warga Selandia Baru melakukan demonstrasi memprotes pemberlakukan penguncian (lockdown) nasional. Foto/Ilustrasi
A A A
WELLINGTON - Sekelompok kecil pengunjuk rasa turun ke jalan-jalan di Auckland, Selandia Baru berkumpul di luar kantorberita TVNZ. Para demonstran mengecam penguncian (lockdown) baru, pada satu titik terlihat meneriaki petugas polisi pada Rabu (18/8/2021).

Aksi protes juga meletus di Nelson dan Tauranga, dengan beberapa penangkapan dilakukan sepanjang hari, menurut polisi. Di antara mereka yang ditangkap adalah Billy Te Kahika, seorang aktivis anti-lockdown yang vokal dan pendiri Partai Publik, yang memimpin protes Auckland.



Setidaknya tujuh kasus virus Corona baru telah terdeteksi dalam wabah pertama COVID-19 di Selandia Baru sejak musim dingin lalu. Selandia Baru akan melanjutkan penguncian nasional yang diberlakukan setelah satu infeksi COVID-19 ditemukan di pulau itu.

Perdana Menteri Selandia Baru Jacinda Ardern mengatakan jumlah kasus infeksi COVID-19 telah bertambah menjadi tujuh. Jumlah ini naik satu kasus dari sehari sebelumnya.

Ardern mengatakan bahwa wabah baru itu kemungkinan diimpor dari negara bagian New South Wales di Australia, yang saat ini menghadapi lonjakan sendiri dalam kasus dan kematian.

Baca juga: Cegah Penyebaran Varian Delta, Australia Perluas Lockdown ke Wilayah Pedesaan

“Kasus kami berasal dari Australia. Tugas kita sekarang adalah bekerja melalui bagaimana dan kapan itu sampai di sini. Ada lebih banyak pekerjaan yang harus dilakukan untuk membantu menyatukan teka-teki ini,” kata Ardern seperti dikutip dari Russia Today.

Ia menambahkan bahwa tes telah mengkonfirmasi bahwa infeksi asli melibatkan varian Delta yang lebih menular.

Ardern juga mengatakan dia memperkirakan jumlah kasus akan bertambah, dengan Direktur Jenderal Kesehatan Selandia Baru Ashley Bloomfield menunjuk pada model yang menunjukkan kluster baru dapat mencapai antara 50 dan 120 infeksi.

Pemerintah Selandia Baru mengumumkan penguncian nasional pada hari Selasa setelah kasus pertama terdeteksi di Auckland, dengan pembatasan 'tingkat empat' mulai berlaku sekitar tengah malam. Lockdown ini akan berlangsung selama tiga hari untuk sebagian besar negara, selama waktu itu warga Selandia Baru hanya akan diizinkan meninggalkan rumah untuk perjalanan medis dan bahan makanan, pengujian COVID, dan vaksinasi, serta olahraga luar ruangan terbatas. Namun, penguncian akan berlangsung satu minggu di Auckland dan Semenanjung Coromandel di dekatnya, di mana beberapa orang yang terinfeksi diyakini telah menghabiskan waktu.

Baca juga: Selandia Baru Masukkan Indonesia Dalam Daftar Negara Risiko Tinggi Covid-19

Wabah baru ini adalah yang pertama di Selandia Baru sejak akhir Februari, setelah sebelumnya mengalami beberapa perintah penutupan nasional dan regional. Pulau itu bernasib jauh lebih baik terhadap virus dibandingkan dengan bagian lain dunia, termasuk negara tetangga Australia. Selandia Baru hanya mencatat sekitar 2.500 infeksi dan total 26 kematian.

Setelah sebagian besar menutup perbatasannya untuk perjalanan internasional pada Maret 2020, pekan lalu, Ardern mengatakan negara itu akan dibuka kembali pada awal tahun depan, setelah mayoritas warga Selandia Baru divaksinasi. Meski begitu, karantina masih akan diperlukan untuk beberapa pelancong.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Kepala WHO Peringatkan...
Kepala WHO Peringatkan Lebih Banyak Kasus Hantavirus akan Muncul
WHO: Wabah Hantavirus...
WHO: Wabah Hantavirus Bukan Awal Pandemi Covid-19 Berikutnya
Rakyat Kuba Sudah Marah...
Rakyat Kuba Sudah Marah karena Krisis Energi! Kantor Partai Komunis Dijarah
6 Fakta Queenstown di...
6 Fakta Queenstown di Selandia Baru yang jadi Kota Persiapan Hadapi Kiamat
Teroris Brenton Tarrant...
Teroris Brenton Tarrant Pembantai 51 Muslim Ajukan Banding dengan Alasan Hukumannya Tak Manusiawi
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
KPK: Kasus Korupsi Muara...
KPK: Kasus Korupsi Muara Enim Sudah Terjadi sebelum Tahap Perencanaan dan Penganggaran
Tak Hanya Melarang Medsos,...
Tak Hanya Melarang Medsos, Inggris Perketat Penggunaan AI bagi Anak dan Remaja
Rekomendasi
KAMMI Sesalkan Pembubaran...
KAMMI Sesalkan Pembubaran Forum Diskusi di UGM
NASA Temukan Planet...
NASA Temukan Planet Raksasa dengan Suhu seperti di Bumi dan Dipenuhi Gas Metana
Piala Dunia 2026: Haaland...
Piala Dunia 2026: Haaland Ngamuk, Norwegia Ungguli Irak di Babak Pertama
Berita Terkini
Kenapa Perdamaian Iran...
Kenapa Perdamaian Iran Tak Semudah Membalikkan Telapak Tangan?
Selat Hormuz Tak Akan...
Selat Hormuz Tak Akan Lagi seperti Dulu, Ini 3 Alasannya
Trump Tegaskan Tanpa...
Trump Tegaskan Tanpa AS, Tidak akan Ada Israel, Netanyahu Harus Lebih Tanggung Jawab
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN...
Putin Siapkan KTT Rusia-ASEAN dan Perundingan Bilateral di Sela-selanya
Pengaktifan Kembali...
Pengaktifan Kembali Transit Lewat Selat Hormuz Mungkin Perlu Waktu Beberapa Pekan
Menlu Iran Tegaskan...
Menlu Iran Tegaskan Akhir Perang Dideklarasikan Senin, Resmi Berlaku Jumat
Infografis
10 Pemain Bintang yang...
10 Pemain Bintang yang Absen di Piala Dunia 2026
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved