Pendukung Imran Khan Gagal Blokade Islamabad, Berikut 6 Konsekuensinya

Kamis, 28 November 2024 - 15:04 WIB
loading...
Pendukung Imran Khan...
Pendukung mantan PM Imran Khan gagal memblokade Islamabad. Foto/X/@wildLife_star
A A A
ISLAMABAD - Ketika konvoi ribuan pendukung partai Pakistan Tehreek-e-Insaf (PTI) tiba di Islamabad pada Senin malam untuk berunjuk rasa di belakang pemimpin mereka yang dipenjara, mantan Perdana Menteri Imran Khan, mereka didesak oleh istri Khan, Bushra Bibi, untuk tetap tinggal sampai pembebasannya dipastikan.

Namun, dalam waktu 24 jam, penggerebekan larut malam oleh pasukan keamanan pada hari Selasa membubarkan kerumunan, yang dilaporkan mengakibatkan jatuhnya korban di antara pengunjuk rasa PTI dan personel penegak hukum.

Operasi, yang dimulai tepat sebelum tengah malam, dilakukan di bawah pemadaman listrik di pusat Islamabad, kurang dari 3 km (2 mil) dari D-Chowk, alun-alun umum yang menandai batas Zona Merah ibu kota, tempat banyak gedung pemerintah berada.

Bushra Bibi dan Ali Amin Gandapur, kepala menteri PTI di Khyber Pakhtunkhwa, mundur ke provinsi barat laut di bawah naungan kegelapan saat operasi dimulai dan pasukan keamanan menggunakan gas air mata untuk membubarkan massa. Pada Rabu pagi, PTI mengeluarkan pernyataan yang mengumumkan bahwa mereka menghentikan protes "untuk sementara waktu".

Konvoi PTI telah bergerak dari Khyber Pakhtunkhwa ke Islamabad, menentang perintah pengadilan yang melarang mereka memasuki kota, untuk menekan pemerintah atas tiga tuntutan: menuntut kembali apa yang disebut partai sebagai "mandat yang dicuri" dari pemilihan umum Februari, pembebasan tahanan politik termasuk Khan dan pembatalan amandemen konstitusi yang memberikan pemerintah kendali atas penunjukan hakim.

Pendukung Imran Khan Gagal Blokade Islamabad, Berikut 6 Konsekuensinya

1. Kegagalan Strategi PTI

Pada saat para pengunjuk rasa pergi, para pemimpin PTI-lah yang berada di bawah tekanan, kata para analis. Tidak ada satu pun tuntutan partai yang dipenuhi, dan hanya ada sedikit kejelasan tentang bagaimana organisasi tersebut akan berkumpul kembali.

"Protes ini dibingkai sebagai 'panggilan terakhir' mereka, tetapi jika protes ini gagal seperti ini merupakan pukulan telak bagi strategi politik mereka," kata analis politik Zaigham Khan kepada Al Jazeera.

2. Jumlah Korban Tewas Terus Bertambah

Operasi oleh polisi dan pasukan paramiliter telah menyebabkan laporan yang saling bertentangan tentang korban jiwa.

PTI mengatakan delapan pendukungnya tewas sementara pemerintah membantah menggunakan peluru tajam dan bersikeras tidak ada pengunjuk rasa yang tewas. Para pejabat melaporkan bahwa tiga pasukan tewas dalam insiden tabrak lari yang melibatkan konvoi PTI pada hari Senin sementara seorang polisi tewas dalam bentrokan dengan pendukung partai.

Ini adalah protes keempat PTI dalam empat bulan dengan unjuk rasa sebelumnya, termasuk satu pada bulan Oktober, berakhir lebih awal.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kerusuhan Meluas di...
Kerusuhan Meluas di Irlandia Utara, Rumah dan Mobil Dibakar
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Imigran Sudan Tikam...
Imigran Sudan Tikam Warga Lokal, Kerusuhan Pecah di Irlandia Utara
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Partai Kecoak Siap Protes...
Partai Kecoak Siap Protes Jalanan di India, Miliki Jutaan Pengikut dalam Sekejap
Jadi Penasihat Presiden,...
Jadi Penasihat Presiden, Said Iqbal Tegaskan Buruh Tetap Bisa Demo Sesuai Aturan
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Iran Peringatkan Negara-Negara...
Iran Peringatkan Negara-Negara Teluk Tak Bantu Serangan AS
Rekomendasi
Seperempat Laga Piala...
Seperempat Laga Piala Dunia 2026 Berisiko Tinggi
Dirjen Imigrasi Ungkap...
Dirjen Imigrasi Ungkap Alasan Tyo Nugros Dicekal ke Malaysia
Enggan Bebani Daerah...
Enggan Bebani Daerah Penyangga soal Subsidi Transjabodetabek, Pramono: Minimal Renovasi Halte
Berita Terkini
Iran Serang Pangkalan...
Iran Serang Pangkalan Yordania Markas Jet Tempur Siluman F-35, F-15, dan F-16 AS
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
AS Tolak Masuk Wasit...
AS Tolak Masuk Wasit Piala Dunia Omar Artan, Alasannya Terlibat Organisasi Teroris
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
Ini Bukti Biadabnya...
Ini Bukti Biadabnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat
Trump: 49 Rudal Tomahawk...
Trump: 49 Rudal Tomahawk Gempur Iran, AS Akan Bombardir Habis-habisan
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved