Ghani Ungkap Alasan Tinggalkan Afghanistan Saat Taliban Masuki Kabul

Senin, 16 Agustus 2021 - 20:04 WIB
loading...
Ghani Ungkap Alasan...
Presiden Afghanistan, Ashraf Ghani ungkap alasan tinggalkan Afghanistan saat Taliban masuki Kabul. Foto/Ist
A A A
KABUL - Presiden Afghanistan , Ashraf Ghani ungkap alasan tinggalkan Afghanistan saat Taliban masuki Kabul. Ghani mengatakan, ini dilakukan untuk mencegah pertumpahan darah di Kabul.

Ghani diketahui meninggalkan Kabul dan bertolak ke Tajikistan tidak lama setelah Taliban mengepung Kabul. Banyak pihak menganggap apa yang dilakukan Ghani ini sebagai tindakan pengecut.

Dalam sebuah unggahan di laman Facebooknya, Ghani mengatakan dia terpaksa meninggalkan Afghanistan, untuk mencegah pertumpahan darah lebih lanjut. Baca juga: Ini Video Taliban Duduki Istana setelah Presiden Afghanistan Kabur

“Patriot yang tak terhitung jumlahnya akan menjadi martir dan kota Kabul akan dihancurkan, yang mengakibatkan bencana kemanusiaan besar jik saya tetap tinggal,” ucap Ghani.

“Taliban telah menang dan sekarang bertanggung jawab atas kehormatan, properti, dan kesejahteraan diri warga negara mereka," sambungnya.

Namun, seperti dilansir Anadolu Agency pada Senin (16/8/2021), Ghani menyebut kelompok itu tidak memenangkan legitimasi hati penduduk Afghanistan.

Dia juga bersumpah untuk terus melayani rakyat Afghanistan secara intelektual dan melalui program-program, tanpa memberikan keterangan lebih lanjut. Baca juga: Presiden Ghani Kabur saat Taliban Datang, Publik Afghanistan Marah

Setelah kepergian Ghani, mantan Presiden Hamid Karzai, politisi veteran Gulbuddin Hekmatyar dan Abdullah membentuk sebuah dewan yang berfungsi untuk memastikan kelancaran transfer kekuasaan.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Hukum Baru Taliban:...
Hukum Baru Taliban: Diamnya Gadis Perawan Berarti Persetujuan untuk Menikah
Afghanistan: Pakistan...
Afghanistan: Pakistan Bombardir Rumah Sakit Kabul, 400 Orang Tewas!
Taliban Afghanistan...
Taliban Afghanistan Terbuka untuk Dialog setelah Pakistan Bom Kota-kota Besar
Dunia Serukan Penghentian...
Dunia Serukan Penghentian Segera Perang Afghanistan dan Pakistan
Perbandingan Kekuatan...
Perbandingan Kekuatan Militer Pakistan vs Afghanistan: Bak David vs Goliath
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Nah, Menteri Israel...
Nah, Menteri Israel Ini Sebut Perdamaian AS-Iran Tak Tahan Lama
Rekomendasi
Bank Mandiri Taspen...
Bank Mandiri Taspen Buka 3 Posko Bantu Korban Penipuan Investasi
Kinerja Solid, Laba...
Kinerja Solid, Laba Bersih MSIN Melonjak 140% Jadi Rp985 Miliar di 2025
Purbaya Bakal Tempatkan...
Purbaya Bakal Tempatkan Dana Rp400 Triliun Lagi di Himbara
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
7 Alasan Dunia Tak Menghukum...
7 Alasan Dunia Tak Menghukum Trump dan Netanyahu meski AS-Israel Bom Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved