Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang

Jum'at, 26 Juni 2026 - 19:25 WIB
loading...
Pengadilan AS Hukum...
Gedung markas besar Biro Investigasi Federal di Washington D.C., Amerika Serikat pada 3 Juli 2023. Foto/Celal Güne?/Anadolu Agency
A A A
WASHINGTON - Seorang warga negara Israel dijatuhi hukuman di Amerika Serikat (AS) setelah mengaku bersalah atas konspirasi untuk mencuri rahasia dagang dari satu perusahaan teknologi semikonduktor yang berbasis di Arizona. Kasus ini menambah praktik spionase yang terkait dengan Israel yang telah berlangsung lama.

Guy Galanti, 48 tahun, seorang warga negara Israel yang tinggal di Scottsdale, Arizona, menerima hukuman berupa masa tahanan yang telah dijalani dan tiga tahun masa percobaan dari Hakim Distrik AS G Murray Snow, Kantor Kejaksaan AS untuk Distrik Arizona mengumumkan pada hari Selasa.

Galanti tetap berada dalam tahanan sejak penangkapannya pada September 2025 dan mengaku bersalah pada 26 Mei 2026, atas konspirasi untuk mencuri rahasia dagang.

Menurut jaksa, Galanti bekerja sebagai manajer tingkat senior untuk Green Technology Investments (GTI), perusahaan di Scottsdale yang melayani mesin pengujian semikonduktor dan menjual mesin yang diremanufaktur dengan fungsi yang baru dirancang.

Departemen Kehakiman mengatakan Galanti bersekongkol antara Januari dan Agustus 2025 dengan individu lain untuk mencuri "Desain Deteksi Kaca" yang baru dibuat oleh GTI, sistem hak milik yang dimaksudkan untuk memungkinkan mesin pengujian semikonduktor mendeteksi cacat mikroskopis pada wafer semikonduktor kaca, bukan silikon.

Rekannya yang diduga terlibat mengoperasikan perusahaan Taiwan yang bersaing langsung dengan GTI.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Wapres AS JD Vance:...
Wapres AS JD Vance: Epstein Terhubung dengan Level Tertinggi CIA dan Mossad
AS Mengebom Bandara...
AS Mengebom Bandara dan Jembatan Iran, Teheran: Seluruh Wilayah Timur Tengah Tanggung Akibatnya!
Krisis Selat Hormuz,...
Krisis Selat Hormuz, Bos IEA Wanti-wanti Ekonomi Global dalam Bahaya
Heboh! Polisi Geledah...
Heboh! Polisi Geledah Rumah Eks Wamen, 375 Kg Emas Batangan Ditemukan
500 Lebih Pengungsi...
500 Lebih Pengungsi Rohingya Dikhawatirkan Tewas akibat Kapal Tenggelam
Rekomendasi
Mesin Diesel dan Bensin...
Mesin Diesel dan Bensin Toyota Kini Jadi Alat Peraga di Dua SMK Lombok, Ini Alasannya
Soal Putusan PTUN, Pengacara:...
Soal Putusan PTUN, Pengacara: Satuan Pendidikan di Bawah BLU UIN Jakarta Tetap Berjalan
Agent Kim Reactivated...
Agent Kim Reactivated Rajai Netflix Global, Jadi Drama Korea Terpopuler di 22 Negara
Berita Terkini
Israel Marah atas Runtuhnya...
Israel Marah atas Runtuhnya Dukungan AS, Padahal Sudah Bayar Buzzer Rp26,8 Miliar Per Bulan
Balas AS, Iran Ancam...
Balas AS, Iran Ancam Serang Habis-habisan Infrastruktur Regional
Trump Tuduh China Ikut...
Trump Tuduh China Ikut Campur Pemilu AS: Kompromi Data Terbesar dalam Sejarah!
China Investasikan Rp900...
China Investasikan Rp900 Triliun untuk Pelabuhan Afrika, Analis Soroti Risiko Utang
Ini 2 Kapal Induk dan...
Ini 2 Kapal Induk dan 22 Kapal Perang AS yang Blokade Iran
Media China Gambarkan...
Media China Gambarkan Orang Filipina sebagai Monyet, Manila Marah
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved