Anggota Taliban Datangi Bank di Afghanistan, Paksa Karyawan Wanita Berhenti Bekerja

Jum'at, 13 Agustus 2021 - 22:04 WIB
loading...
Anggota Taliban Datangi...
Anggota Taliban dilaporkan mendatangi sejumlah bank di Afghanistan, di mana mereka memaksa karyawan wanita untuk berhenti bekerja. Foto/REUTERS
A A A
KABUL - Anggota Taliban dilaporkan mendatangi sejumlah bank di Afghanistan, di mana mereka memaksa karyawan wanita untuk berhenti bekerja. Insiden ini merupakan tanda awal bahwa beberapa hak yang dimenangkan oleh wanita Afghanistan 20 tahun lalu saat pemerintahan Taliban runtuh, dapat hilang jika kelompok itu kembali berkuasa.

Di bawah interpretasi ketat kelompok hukum Islam, perempuan tidak bisa bekerja, anak perempuan tidak diizinkan untuk bersekolah dan perempuan harus menutupi wajah mereka dan ditemani oleh kerabat laki-laki jika mereka ingin keluar dari rumah mereka.

Wanita yang melanggar aturan terkadang mengalami penghinaan dan pemukulan di depan umum oleh polisi agama Taliban.

Pada awal Juli, ketika Taliban mulai merebut wilayah dari pasukan pemerintah di Afghanistan, anggota dari kelompok itu masuk ke kantor Azizi Bank di Kandahar dan memerintahkan sembilan wanita yang bekerja di sana untuk pulang.

Orang-orang bersenjata itu mengawal para wanita itu ke rumah mereka dan menyuruh mereka untuk tidak kembali bekerja. Sebaliknya, para anggota Taliban menjelaskan bahwa kerabat laki-laki dapat menggantikan posisi mereka.

"Sungguh aneh tidak diizinkan bekerja, tapi sekarang begini," Noor Khatera, seorang wanita berusia 43 tahun, yang merupakan salah satu wanita yang “dirumahkan” Taliban dari bank tersebut.

“Saya belajar bahasa Inggris sendiri dan bahkan belajar cara mengoperasikan komputer, tetapi sekarang saya harus mencari tempat di mana saya bisa bekerja dengan lebih banyak wanita di sekitar,” sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Jumat (13/8/2021).

Insiden serupa terjadi di salah satu cabang Bank Milli di kota Herat.

Tiga anggota Taliban yang membawa senjata memasuki bank itu, menegur karyawan wanita karena menunjukkan wajah mereka di depan umum. Para pegawai wanita itu kemudian berhenti dan mengirim kerabat laki-laki menggantikan mereka.

Para wanita berpendidikan di Afghanistan sendiri, melalui akun media sosial mereka, telah meminta bantuan internasional untuk menghentikan kemajuan yang dibuat Taliban.

"Dengan setiap kota runtuh, tubuh manusia berjatuhan, mimpi runtuh, sejarah dan masa depan runtuh, seni, dan budaya runtuh, kehidupan dan keindahan runtuh, dunia kita runtuh. Seseorang tolong hentikan ini,” tulis Rada Akbar di akun Twitternya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Berita Terkait
Tak Tiru Ukraina, Taliban...
Tak Tiru Ukraina, Taliban Tidak Akan Tawarkan Mineral Langka ke AS
Senator Top AS: Ukraina...
Senator Top AS: Ukraina Bisa Lebih Buruk daripada Afghanistan
5 Negara Korup dengan...
5 Negara Korup dengan Militer Terlemah, Nomor 1 dan 4 Berpenduduk Mayoritas Muslim
Perang 2 Negara Muslim...
Perang 2 Negara Muslim Makin Panas, Tentara Pakistan dan Afghanistan Baku Tembak di Perbatasan
Trump Ingin Tentara...
Trump Ingin Tentara AS Kembali ke Afghanistan karena Rudal Nuklir China
Pernah Mempertaruhkan...
Pernah Mempertaruhkan Nyawa untuk SBS dan SAS, 2.000 Mantan Tentara Afghan Tidak Dapat Suaka ke Inggris
Daftar 8 Negara Asia...
Daftar 8 Negara Asia Selatan, Lengkap Beserta Penjelasannya
Jumlah Korban Tewas...
Jumlah Korban Tewas Gempa Tembus 3000 Orang, Pemimpin Junta Militer Tinggalkan Myanmar
PM Australia Albanese...
PM Australia Albanese Jatuh di Panggung saat Kampanye
Rekomendasi
Jurnalis Asing Wajib...
Jurnalis Asing Wajib Punya Surat Keterangan Kepolisian? Kapolri dan Kadiv Humas Polri Buka Suara
Trump Tampar RI dengan...
Trump Tampar RI dengan Tarif Impor 32%, Sektor Industri Ini Bakal Telan Pil Pahit
Timnas Indonesia vs...
Timnas Indonesia vs China: SUGBK Siap Jadi Lautan Merah Putih dan Pecahkan Rekor
Berita Terkini
Kemlu Respons Penerapan...
Kemlu Respons Penerapan Tarif Resiprokal AS pada Indonesia Sebesar 32%
9 menit yang lalu
China Rilis Video Latihan...
China Rilis Video Latihan Militer Pengepungan Taiwan, Tampilkan Pulau Terbakar
45 menit yang lalu
Rusia Tuding Zelensky...
Rusia Tuding Zelensky Mainkan Permainan Berbahaya dengan Trump
2 jam yang lalu
Hongaria Mundur dari...
Hongaria Mundur dari ICC saat Kunjungan Buronan Penjahat Perang Netanyahu
2 jam yang lalu
Batu Ini Jadi Pengganjal...
Batu Ini Jadi Pengganjal Pintu selama Puluhan Tahun, Ternyata Nilainya Rp18 Miliar
3 jam yang lalu
Kocak! Trump Terapkan...
Kocak! Trump Terapkan Tarif di Kepulauan Tak Dihuni Manusia, Hanya Ada Anjing Laut dan Penguin
5 jam yang lalu
Infografis
4.000 Karyawan Bank...
4.000 Karyawan Bank Terbesar Asia Tenggara akan Digantikan AI
Copyright ©2025 SINDOnews.com All Rights Reserved