Taliban Terus Serang Afghanistan Utara, Puluhan Ribu Warga Melarikan Diri
Selasa, 10 Agustus 2021 - 18:19 WIB
loading...
Puluhan ribu orang mengungsi di Afghanistan akibat perang berkecamuk. Foto/france24
A
A
A
KABUL - Taliban menguasai enam ibu kota provinsi Afghanistan pada Selasa (10/8) setelah serangan di utara yang memaksa puluhan ribu orang meninggalkan rumah mereka menuju Kabul dan pusat-pusat kota lainnya yang masih aman.
Para pemberontak sekarang mengincar Mazar-i-Sharif, kota terbesar di utara. Kejatuhan kota itu akan menandakan keruntuhan total kendali pemerintah Kabul di wilayah yang secara tradisional anti-Taliban tersebut..
Pasukan pemerintah juga memerangi kelompok Taliban di Kandahar dan Helmand, provinsi berbahasa Pashtun di selatan, tempat Taliban memiliki basis kekuatan.
Baca juga: Pasang Iklan Pramugari di Puncak Gedung Tertinggi Dunia, Nyata atau Palsu?
Amerika Serikat yang akan menyelesaikan penarikan pasukan pada akhir bulan dan mengakhiri perang terpanjangnya, telah meninggalkan medan perang.
Baca juga: Israel Mulai Proyek Yudaisasi di Masjid Ibrahimi, Bangun Lift untuk Umat Yahudi
Namun, Utusan Khusus AS Zalmay Khalilzad telah dikirim ke Qatar untuk mencoba meyakinkan Taliban untuk menerima gencatan senjata.
Baca juga: Kim Yo-jong: Amerika Serikat dan Korea Selatan Latihan Perang Nuklir
“Khalilzad akan menekan Taliban untuk menghentikan serangan militer mereka dan membantu merumuskan tanggapan internasional bersama terhadap situasi yang memburuk dengan cepat," ungkap Departemen Luar Negeri AS.
Pejabat dari negara tetangga paling dekat di Afghanistan yakni Pakistan, China, dan Iran juga akan menghadiri pertemuan di sana.
Namun juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan situasi itu tergantung pada pemerintah Afghanistan dan pasukannya untuk membalikkan keadaan. Dia mengatakan "tidak banyak" yang bisa dilakukan Amerika Serikat untuk membantu.
Para pemberontak sekarang mengincar Mazar-i-Sharif, kota terbesar di utara. Kejatuhan kota itu akan menandakan keruntuhan total kendali pemerintah Kabul di wilayah yang secara tradisional anti-Taliban tersebut..
Pasukan pemerintah juga memerangi kelompok Taliban di Kandahar dan Helmand, provinsi berbahasa Pashtun di selatan, tempat Taliban memiliki basis kekuatan.
Baca juga: Pasang Iklan Pramugari di Puncak Gedung Tertinggi Dunia, Nyata atau Palsu?
Amerika Serikat yang akan menyelesaikan penarikan pasukan pada akhir bulan dan mengakhiri perang terpanjangnya, telah meninggalkan medan perang.
Baca juga: Israel Mulai Proyek Yudaisasi di Masjid Ibrahimi, Bangun Lift untuk Umat Yahudi
Namun, Utusan Khusus AS Zalmay Khalilzad telah dikirim ke Qatar untuk mencoba meyakinkan Taliban untuk menerima gencatan senjata.
Baca juga: Kim Yo-jong: Amerika Serikat dan Korea Selatan Latihan Perang Nuklir
“Khalilzad akan menekan Taliban untuk menghentikan serangan militer mereka dan membantu merumuskan tanggapan internasional bersama terhadap situasi yang memburuk dengan cepat," ungkap Departemen Luar Negeri AS.
Pejabat dari negara tetangga paling dekat di Afghanistan yakni Pakistan, China, dan Iran juga akan menghadiri pertemuan di sana.
Namun juru bicara Pentagon John Kirby mengatakan situasi itu tergantung pada pemerintah Afghanistan dan pasukannya untuk membalikkan keadaan. Dia mengatakan "tidak banyak" yang bisa dilakukan Amerika Serikat untuk membantu.
Lihat Juga :