Ironi Macron: Bela Kartun Nabi Muhammad, tapi Marah Dikartunkan sebagai Hitler
Sabtu, 31 Juli 2021 - 03:02 WIB
loading...
A
A
A
"Kami tidak akan menyerah pada kartun dan gambar, bahkan jika yang lain mundur," kata Macron pada 21 Oktober tahun lalu dalam pidatonya untuk menghormati guru sekolah Samuel Paty, yang dipenggal oleh seorang remaja Chechnya yang ingin membalas penggunaan kartun Nabi Muhammad oleh Paty di kelas tentang kebebasan berekspresi.
Flori memasang papan reklame Macron sebagai tanggapan terhadap undang-undang yang diadopsi oleh Parlemen bulan ini yang melarang orang-orang dari beberapa tempat umum kecuali mereka sepenuhnya divaksinasi terhadap COVID-19 atau dapat menunjukkan tes negatif terbaru.
Beberapa penentang Macron mengatakan aturan itu menginjak-injak kebebasan sipil dan menuduh presiden bertindak seperti diktator. Sedangkan pemerintah berpendapat bahwa perlu untuk mendorong tingkat vaksinasi yang lebih besar.
Flori, yang papan reklamenya dipasang di sekitar wilayah rumahnya di selatan Prancis, mengatakan konsensus di negaranya ada di pihak Charlie Hebdo.
"Tetapi ketika itu adalah masalah mengolok-olok presiden dengan menggambarkannya sebagai seorang diktator, kemudian itu menjadi penistaan, maka itu tidak dapat diterima," katanya dalam sebuah wawancara dengan Reuters, yang dilansir Sabtu (31/7/2021).
Jean Ennochi, pengacara Macron, mengatakan gugatan hukum diajukan untuk Macron dalam kapasitas pribadi. "Karena sifat ofensif dari perbandingan Presiden Republik dengan Adolf Hitler," katanya.
Flori memasang papan reklame Macron sebagai tanggapan terhadap undang-undang yang diadopsi oleh Parlemen bulan ini yang melarang orang-orang dari beberapa tempat umum kecuali mereka sepenuhnya divaksinasi terhadap COVID-19 atau dapat menunjukkan tes negatif terbaru.
Beberapa penentang Macron mengatakan aturan itu menginjak-injak kebebasan sipil dan menuduh presiden bertindak seperti diktator. Sedangkan pemerintah berpendapat bahwa perlu untuk mendorong tingkat vaksinasi yang lebih besar.
Flori, yang papan reklamenya dipasang di sekitar wilayah rumahnya di selatan Prancis, mengatakan konsensus di negaranya ada di pihak Charlie Hebdo.
"Tetapi ketika itu adalah masalah mengolok-olok presiden dengan menggambarkannya sebagai seorang diktator, kemudian itu menjadi penistaan, maka itu tidak dapat diterima," katanya dalam sebuah wawancara dengan Reuters, yang dilansir Sabtu (31/7/2021).
Jean Ennochi, pengacara Macron, mengatakan gugatan hukum diajukan untuk Macron dalam kapasitas pribadi. "Karena sifat ofensif dari perbandingan Presiden Republik dengan Adolf Hitler," katanya.
Lihat Juga :