Didatangi Jutaan Pelayat, Ini Latar Belakang Ali Khamenei sebagai Keturunan Nabi Muhammad SAW

Senin, 06 Juli 2026 - 09:58 WIB
loading...
Didatangi Jutaan Pelayat,...
Media pemerintah Iran melaporkan jutaan pelayat, termasuk delegasi dari puluhan negara asing, hadir dalam prosesi pemakaman Ayatollah Ali Khamenei. Foto/Tehran Times
A A A
TEHERAN - Media pemerintah Iran melaporkan jutaan pelayat, termasuk delegasi dari puluhan negara asing, telah hadir dalam prosesi pemakaman almarhum mantan Pemimpin Tertinggi Ayatollah Ali Khamenei. Prosesi ini dimulai sejak Sabtu pekan lalu hingga puncak pemakamannya di Mashhad pada 9 Juli nanti.

Khamenei meninggal bersama empat anggota keluarganya pada hari pertama agresi gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel 28 Februari. Agresi inilah yang memicu perang yang meluas di Timur Tengah.

Baca Juga: Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mengawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?

Meski meninggal pada 28 Februari, proses pemakamannya telah tertunda berbulan-bulan karena Iran sedang perang melawan AS dan Israel. Selama lebih dari 100 hari, jenazah Khamanei diawetkan.

Pakar kontra-terorisme, Dr Mohammed Omar, mengatakan kepada Fox News Digital bahwa pengawetan jenazah Khamenei kemungkinan menggunakan metode pendinginan.

"Mekanismenya hampir pasti adalah penyimpanan berpendingin, bukan pembalseman, karena Islam melarang pembalseman kimia," katanya.

"Hukum Syiah mengizinkan penundaan penguburan dan pengawetan dengan suhu dingin dalam kasus-kasus luar biasa, dan pengecualian ulama untuk Pemimpin Tertinggi mudah didapatkan," imbuh dia.

"Kamar mayat forensik Iran sudah menyimpan jenazah selama berbulan-bulan, jadi empat bulan dalam kondisi beku bukanlah hal yang aneh. Itulah yang tercakup dalam 'standar agama dan hukum'," kata Mohammed.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Trump Batal Serang Iran...
Trump Batal Serang Iran Besar-besaran usai Jenderal AS Peringatkan Krisis Rudal Patriot
Iran Klaim Hancurkan...
Iran Klaim Hancurkan 11 Pesawat Militer dan Bunuh 200 Tentara AS, Sebut Data Pentagon Bohong
Perang Meluas, Ukraina...
Perang Meluas, Ukraina Serang Kapal Perang Rusia dan 2 Kapal Kargo Militer Terkait Iran
Apakah Strategi Panas...
Apakah Strategi Panas dan Dingin yang dilakukan Trump untuk Menekan Iran Bisa Sukses?
Biaya Logistik Global...
Biaya Logistik Global Menggila, Ancaman Inflasi Tak Hanya dari Harga Minyak
Blokade Laut Memanas,...
Blokade Laut Memanas, Houthi Gempur 2 Kapal Tanker Arab Saudi di Laut Merah
Trump Peringatkan China-Rusia...
Trump Peringatkan China-Rusia Tak Kirim Senjata ke Iran: Mereka Akan Bernasib Buruk!
Rekomendasi
Gilga Sahid Bikin Heboh...
Gilga Sahid Bikin Heboh Road to Kilau Raya MNCTV di Klaten
Ketua Harian DPP Partai...
Ketua Harian DPP Partai Ummat: Harlah PKB Momentum Rekonsiliasi Politik Nasional
Yamaha Kenalkan Motor...
Yamaha Kenalkan Motor Listrik Penantang Honda e-CUV
Berita Terkini
Kapal Induk Nuklir George...
Kapal Induk Nuklir George Washington AS Unjuk Kekuatan di Laut China Selatan
Iran Klaim Tewaskan...
Iran Klaim Tewaskan 200 Tentara AS, Pentagon Sebut Hanya 14, Siapa yang Bohong?
Wanita Keturunan China...
Wanita Keturunan China yang Magang di Markas Militer NATO Ditangkap atas Tuduhan Mata-mata
Zelensky: Rusia Minta...
Zelensky: Rusia Minta Tambahan 30.000 Tentara Korea Utara untuk Perang Melawan Ukraina
Intelijen AS: Mojtaba...
Intelijen AS: Mojtaba Khamenei Lebih Tertarik Kembangkan Senjata Nuklir daripada Ayahnya
Sebuah Mobil Tabraki...
Sebuah Mobil Tabraki Kerumunan Pawai LGBTQ, 1 Tewas, 17 Luka
Infografis
5 Tokoh Dunia Keturunan...
5 Tokoh Dunia Keturunan Nabi Muhammad SAW
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved