Takut Dunia Marah, Bennett Tunda Pengusiran Warga Palestina di Sheikh Jarrah

Rabu, 28 Juli 2021 - 23:01 WIB
loading...
Takut Dunia Marah, Bennett Tunda Pengusiran Warga Palestina di Sheikh Jarrah
Pasukan Israel berpatroli di Sheikh Jarrah, Yerusalem pada 2 Juni 2021. Foto/Anadolu Agency
A A A
TEL AVIV - Perdana Menteri (PM) Israel Naftali Bennett diperkirakan menunda pengusiran warga Palestina di Sheikh Jarrah.

Sumber yang dekat dengan Bennett mengatakan kepada surat kabar Israel, mengutip ketakutan Bennett akan kegemparan internasional jika pengusiran tetap dilakukan.

Pada Senin, Mahkamah Agung Israel dijadwalkan mengadakan sesi dengar pendapat untuk memutuskan apakah akan mengusir empat keluarga Palestina di Sheikh Jarrah.

Baca juga: Pengadilan Israel Dituding sebagai Alat Politik' untuk Rebut Tanah Palestina

Sumber itu mengatakan, “Bennett secara serius mempertimbangkan penundaan sesi pengadilan, mencatat bahwa pemerintah dapat membekukan proses selama enam bulan lagi.”

Baca juga: Kejinya Tentara Israel, Pria Palestina Pulang Kerja Ditembak Mati

The Times of Israel melaporkan, Bennett tidak ingin penggusuran itu menimbulkan masalah bagi rencana kunjungan pertamanya ke Gedung Putih sebagai perdana menteri, mengingat penolakan Washington terhadap penggusuran tersebut.

Baca juga: Turki Ogah Jadi Penjaga Perbatasan atau Kamp Pengungsi Uni Eropa

Alasan lain, menurut sumber tersebut, adalah untuk membantah narasi Hamas bahwa konfrontasi terakhir antara Israel dan pejuang Palestina di Gaza pada Mei adalah sebagai tanggapan atas upaya Israel mengusir warga Yerusalem dari rumah mereka.

Hamas menegaskan mereka terlibat dalam konfrontasi pada Mei karena rencana Israel mengusir keluarga Palestina di Sheikh Jarrah, bersama dengan alasan lain termasuk agresi berulang Israel di Masjid Al-Aqsa dan Yerusalem.

Menurut The Jerusalem Post, masalah ini memicu perhatian internasional pada penderitaan rakyat Palestina yang tinggal di Sheikh Jarrah sesuai keputusan penggusuran yang ditunda.
(sya)
Komentar
Copyright © 2022 SINDOnews.com
read/ rendering in 0.1913 seconds (10.55#12.26)