Erdogan Desak Taliban Hentikan 'Pendudukan' di Tanah Afghanistan

Selasa, 20 Juli 2021 - 03:16 WIB
loading...
Erdogan Desak Taliban...
Presiden Turki, Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Taliban harus mengakhiri pendudukan di Afghanistan. Foto/REUTERS
A A A
ANKARA - Presiden Turki, Tayyip Erdogan mengatakan bahwa Taliban harus mengakhiri pendudukan di Afghanistan. Pernyataan ini mengecilkan peringatan dari kelompok militan tentang konsekuensi jika pasukan Turki tetap berada di Afghanistan untuk menjalankan bandara Kabul.

Taliban memerintah Afghanistan dengan tangan besi dari tahun 1996 hingga 2001 dan telah berjuang selama 20 tahun untuk menggulingkan pemerintah yang didukung Barat di Kabul dan menerapkan kembali pemerintahan Islam.

Kelompok itu membuat dorongan baru sekarang untuk mendapatkan wilayah ketika pasukan asing mulai menarik diri dari Afghanistan. Baca juga: Kedutaan Afghanistan Rilis Video Warga Sipil Dipenggal Taliban

“(Taliban) harus mengakhiri pendudukan terhadap tanah saudara-saudara mereka dan menunjukkan kepada dunia bahwa perdamaian berlaku di Afghanistan, segera,” kata Erdogan.

Erdogan, seperti dilansir Reuters pada Selasa (20/7/2021), mengatakan pendekatan Taliban bukanlah cara umat Islam harus berurusan satu sama lain. Baca juga: Konflik Makin Memanas, Afghanistan Tuduh Pakistan Sokong Taliban

Ankara, yang telah menawarkan untuk menjalankan dan menjaga bandara Kabul setelah NATO menarik diri, telah melakukan pembicaraan dengan Amerika Serikat (AS) mengenai dukungan keuangan, politik dan logistik untuk penempatan tersebut.

Pekan lalu Taliban telah memperingatkan Turki terhadap rencana untuk mempertahankan sejumlah pasukan di Afghanistan untuk menjalankan bandara, menyebut strategi itu tercela dan memperingatkan konsekuensinya.
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Untuk Pertama Kalinya,...
Untuk Pertama Kalinya, Turki Ekspor Kapal Perang
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
Koridor Dagang Ankara...
Koridor Dagang Ankara dan Riyadh Buat Israel Ketar-ketir, Ini 3 Pemicunya
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mungkinkah Turki Serius...
Mungkinkah Turki Serius Hidupkan Kembali Kekuasaan Kekaisaran Ottoman untuk Membebaskan Yerusalem?
Turki Ingin Rebut dan...
Turki Ingin Rebut dan Bebaskan Yerusalem, Israel Beri Respons Sinis
Wardatina Mawa Dikabarkan...
Wardatina Mawa Dikabarkan Dilamar Pria Turki, Begini Klarifikasi Lengkapnya
Pembom B-52 Stratofortress...
Pembom B-52 Stratofortress AS Jatuh di Pangkalan Gurun Mojave, Tewaskan 8 Orang
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina,...
Gempa Dahsyat M7,8 Filipina, Warga Syok Dasar Laut kini Jadi Daratan
Rekomendasi
Hadiri Musprov POBSI...
Hadiri Musprov POBSI Sumut, Ketua Harian: Membangun Biliar Lebih Besar demi Hasilkan Atlet Terbaik 
MNC University Perkuat...
MNC University Perkuat Kolaborasi dengan Sekolah Mitra melalui Pra-Rapat Kerja Tahun Ajaran 2026/2027
Prabowo Panggil Rosan...
Prabowo Panggil Rosan Roeslani ke Kertanegara Minggu Malam, Ada Apa?
Berita Terkini
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
JD Vance: Iran dan AS...
JD Vance: Iran dan AS Bekerja Sama Mewujudkan Perdamaian dan Kemakmuran di Timur Tengah
Iran Gunakan Senjata...
Iran Gunakan Senjata Ampuh dalam Negosiasi di Swiss, Apa Itu?
Selain Ingin Perang...
Selain Ingin Perang di Lebanon Berakhir, Iran Klaim Tak Ingin Kembangkan Senjata Nuklir
Demi Wujudkan Perdamaian...
Demi Wujudkan Perdamaian dengan Iran, AS Terus Tekan Israel
Meski Menang dalam Negosiasi...
Meski Menang dalam Negosiasi dan Perang, Iran: Kita Selalu Hati-hati
Infografis
Kebakaran Baru di Los...
Kebakaran Baru di Los Angeles, Trump Justru Ancam Hentikan Bantuan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved