Kerusuhan Afrika Selatan Bak Medan Perang, 72 Orang Tewas, 200 Mal Dijarah
Rabu, 14 Juli 2021 - 10:56 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bahrain Larang Masuk Pelancong dari 16 Negara, Termasuk Indonesia
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyebutnya sebagai beberapa kekerasan terburuk yang disaksikan di Afrika Selatan sejak 1990-an, sebelum berakhirnya apartheid.
Kebakaran meluas, jalan raya diblokir dan bisnis serta gudang dijarah di kota-kota besar dan kecil di provinsi KwaZulu-Natal dan Gauteng.
Para menteri telah memperingatkan jika penjarahan berlanjut, ada daerah-daerah yang berisiko kehabisan persediaan makanan pokok dalam waktu dekat. Meski demikian, mereka mengesampingkan menyatakan keadaan darurat.
Apa yang terjadi pada bayi itu? Bocah itu ditangkap kerumunan orang yang bergegas membantu mereka yang terjebak di blok apartemen di kawasan pusat bisnis Durban, kota pesisir di KwaZulu-Natal, pada Selasa sore.
Mereka yang mencuri dari toko-toko di lantai dasar Smith Street telah menyalakan api yang berkobar, mempengaruhi mereka yang tinggal di lantai atas.
Wartawan BBC Nomsa Maseko mengatakan setelah menangkap bayi itu, orang yang lewat dan tetangga bergegas mencari tangga untuk membantu warga lain, termasuk anak-anak, untuk menyelamatkan diri dari kebakaran.
Sang ibu bertemu kembali dengan bayinya, tetapi terlalu emosional untuk berbicara. Layanan penyelamatan tiba setelah sekitar 20 menit untuk membantu memadamkan api.
Presiden Afrika Selatan Cyril Ramaphosa menyebutnya sebagai beberapa kekerasan terburuk yang disaksikan di Afrika Selatan sejak 1990-an, sebelum berakhirnya apartheid.
Kebakaran meluas, jalan raya diblokir dan bisnis serta gudang dijarah di kota-kota besar dan kecil di provinsi KwaZulu-Natal dan Gauteng.
Para menteri telah memperingatkan jika penjarahan berlanjut, ada daerah-daerah yang berisiko kehabisan persediaan makanan pokok dalam waktu dekat. Meski demikian, mereka mengesampingkan menyatakan keadaan darurat.
Apa yang terjadi pada bayi itu? Bocah itu ditangkap kerumunan orang yang bergegas membantu mereka yang terjebak di blok apartemen di kawasan pusat bisnis Durban, kota pesisir di KwaZulu-Natal, pada Selasa sore.
Mereka yang mencuri dari toko-toko di lantai dasar Smith Street telah menyalakan api yang berkobar, mempengaruhi mereka yang tinggal di lantai atas.
Wartawan BBC Nomsa Maseko mengatakan setelah menangkap bayi itu, orang yang lewat dan tetangga bergegas mencari tangga untuk membantu warga lain, termasuk anak-anak, untuk menyelamatkan diri dari kebakaran.
Sang ibu bertemu kembali dengan bayinya, tetapi terlalu emosional untuk berbicara. Layanan penyelamatan tiba setelah sekitar 20 menit untuk membantu memadamkan api.
Lihat Juga :