Pangkalan Militer China di Laut China Selatan Mulai Beroperasi
Rabu, 14 Juli 2021 - 06:06 WIB
loading...
A
A
A
“Kendaraan terlihat bergerak di sekitar tiga pulau karang utama, tetapi citra satelit komersial tidak dapat mengidentifikasi ini sebagai senjata, sistem pengintaian, atau sekadar truk pengangkut,” ia menambahkan.
Dahm mengatakan pesawat AWAC terlihat di Mischief Reef beberapa kali pada bulan Mei dan Juni. Sebuah pesawat transportasi Y-9 dan sebuah helikopter Z-8 terlihat di Subi Reef pada bulan Juni dan bulan ini.
Sebuah AWAC, pesawat pengintai KJ-500, pesawat anti-kapal selam KJ-200 dan Z-8 pertama kali terlihat beroperasi dari Fiery Cross Reef pada Mei 2020.
Dahm mengatakan satu kekhawatiran adalah meningkatnya jangkauan senjata China yang dapat ditempatkan di pulau-pulau yang baru dimiliterisasi.
“Pada dasarnya, PLA dapat menyerang dari jarak jauh sebelum senjata China itu dapat diserang oleh musuh,” ucapnya.
“Untuk mengatasi perbedaan jangkauan dengan pasukan China, militer AS dan sekutu harus dengan cepat mengembangkan kemampuan serangan jarak jauh baru, atau mengembangkan taktik untuk bermanuver dalam jangkauan target China tanpa terdeteksi dan diserang terlebih dahulu oleh senjata PLA jarak jauh,” ulasnya.
Dahm mengatakan senjata serangan militer yang signifikan di pulau-pulau itu adalah bagian dari jaringan sistem militer yang terintegrasi.
“Sistem sistem yang berkembang ini mencakup armada kapal yang terus bertambah, pesawat berbasis daratan, dan kemampuan berbasis ruang angkasa,” katanya.
Spratly diklaim oleh China, Taiwan, Vietnam, Filipina dan Malaysia, tetapi telah didominasi oleh China dan pangkalannyasejak 2018.
Baca juga: AS Sebut China Paksa dan Intimidasi Negara-negara ASEAN
Ketegangan meningkat di laut minggu ini ketika sebuah kapal perang China mengusir kapal perusak berpeluru kendali USS Benfold meninggalkan daerah dekat Kepulauan Paracel di bagian utara Laut Cina Selatan. Namun klaim China itu dibantah oleh Angkatan Laut AS.
Baca juga: China Usir Kapal Perang AS dari Perairan Paracel Laut China Selatan
Dahm mengatakan pesawat AWAC terlihat di Mischief Reef beberapa kali pada bulan Mei dan Juni. Sebuah pesawat transportasi Y-9 dan sebuah helikopter Z-8 terlihat di Subi Reef pada bulan Juni dan bulan ini.
Sebuah AWAC, pesawat pengintai KJ-500, pesawat anti-kapal selam KJ-200 dan Z-8 pertama kali terlihat beroperasi dari Fiery Cross Reef pada Mei 2020.
Dahm mengatakan satu kekhawatiran adalah meningkatnya jangkauan senjata China yang dapat ditempatkan di pulau-pulau yang baru dimiliterisasi.
“Pada dasarnya, PLA dapat menyerang dari jarak jauh sebelum senjata China itu dapat diserang oleh musuh,” ucapnya.
“Untuk mengatasi perbedaan jangkauan dengan pasukan China, militer AS dan sekutu harus dengan cepat mengembangkan kemampuan serangan jarak jauh baru, atau mengembangkan taktik untuk bermanuver dalam jangkauan target China tanpa terdeteksi dan diserang terlebih dahulu oleh senjata PLA jarak jauh,” ulasnya.
Dahm mengatakan senjata serangan militer yang signifikan di pulau-pulau itu adalah bagian dari jaringan sistem militer yang terintegrasi.
“Sistem sistem yang berkembang ini mencakup armada kapal yang terus bertambah, pesawat berbasis daratan, dan kemampuan berbasis ruang angkasa,” katanya.
Spratly diklaim oleh China, Taiwan, Vietnam, Filipina dan Malaysia, tetapi telah didominasi oleh China dan pangkalannyasejak 2018.
Baca juga: AS Sebut China Paksa dan Intimidasi Negara-negara ASEAN
Ketegangan meningkat di laut minggu ini ketika sebuah kapal perang China mengusir kapal perusak berpeluru kendali USS Benfold meninggalkan daerah dekat Kepulauan Paracel di bagian utara Laut Cina Selatan. Namun klaim China itu dibantah oleh Angkatan Laut AS.
Baca juga: China Usir Kapal Perang AS dari Perairan Paracel Laut China Selatan
(ian)
Lihat Juga :