Pangkalan Militer China di Laut China Selatan Mulai Beroperasi

Rabu, 14 Juli 2021 - 06:06 WIB
loading...
Pangkalan Militer China...
Pesawat pembom H-6K milik China. China dilaporkan telah mulai mengoperasikan pangkalan militernya di Laut China Selatan. Foto/The Washington Times
A A A
WASHINGTON - Militer China baru-baru ini mengerahkan pesawat peringatan dini dan pengawasan elektronik serta helikopter di dua pulau yang disengketakan di Laut China Selatan (LCS) dalam apa yang menurut para analis adalah tanda Tentara Pembebasan Rakyat (PLA) telah memulai operasi udara rutin dari pangkalan militer .

Gambar satelit yang diperoleh The Washington Times menunjukkan penyebaran pesawat peringatan dan kontrol udara PLA KJ-500 ke Mischief Reef di Kepulauan Spratly pada bulan Mei dan Juni. Foto satelit lainnya menunjukkan penempatan pesawat angkut Y-9 dan helikopter Z-8 ke Subi Reef pada bulan Juni dan bulan ini.

Pada tahun 2020, pesawat tempur anti-kapal selam KQ-200 China juga dikerahkan di pangkalan pulau ketiga di Fiery Cross Reef.

Di masa lalu, pesawat militer China sesekali berhenti di pangkalan yang dibangun sejak 2013 sebagai bagian dari kampanye besar militer Beijing untuk memperluas kekuasaan dan melindungi klaim luasnya atas kedaulatan atas jalur air strategis tersebut.

Kedua karang tersebut merupakan bagian dari segitiga pangkalan militer Laut China Selatan yang dilengkapi dengan rudal canggih China pada 2018. Ini bertentangan dengan apa yang dikatakan pejabat Amerika Serikat (AS) sebagai janji Presiden Xi Jinping untuk tidak melakukan militerisasi pulau-pulau yang diklaim oleh China dan beberapa negara kawasan lainnya.

Pangkalan tersebut dapat menampung semua jenis pesawat tempur dan pembom serta memiliki fasilitas docking yang mampu menangani sebagian besar kapal perang China.

Citra satelit dari pesawat militer diperoleh oleh J. Michael Dahm, mantan perwira intelijen Angkatan Laut AS yang saat ini bekerja di Laboratorium Fisika Terapan Universitas Johns Hopkins, yang dikenal sebagai APL.

Baca juga: Pakar AS Umbar Gambar 236 Kapal China Buang Kotoran Manusia dan Limbah di LCS

“Perubahan paling signifikan dalam postur militer pada tahun 2021 adalah munculnya pesawat dan helikopter misi khusus China di Subi dan Mischief Reefs, yang menunjukkan PLA mungkin telah memulai operasi udara rutin dari lapangan udara tersebut,” kata Dahm dalam sebuah wawancara seperti dikutip dari The Washington Times, Kamis (14/7/2021).

Pengerahan PLA ditemukan setelah publikasi sebelumnya dari laporan penelitian oleh Dahm yang mengungkapkan lokasi rudal anti-pesawat, anti-kapal dan serangan darat di tiga dari tujuh pulau terumbu karang China, termasuk Mischief dan Subi Reefs.

Menggunakan citra satelit komersial, laporan tersebut mengidentifikasi penempatan rudal PLA di kedua terumbu serta di kedua ujung Fiery Cross Reef, yang ketiga di Kepulauan Spratly.

Ketiga pulau tersebut memiliki landasan pacu sepanjang 9.000 kaki yang mampu menangani semua jenis pesawat militer, termasuk pesawat pengebom H-6 berkemampuan nuklir. Mereka adalah bagian dari tujuh pulau kecil dan terumbu karang di Spratly yang merupakan pusat upaya Beijing untuk membangun kontrol militer atas Laut China Selatan.

“Kepulauan terumbu karang mengisi celah kritis dalam kemampuan Angkatan Laut PLA di Laut China Selatan, terutama dalam hal pengintaian dan kekuatan udara, hingga program kapal induk China matang,” terang Dahm.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
China akan Bawa AI ke...
China akan Bawa AI ke Setiap Ruang Kelas, dari SD hingga Universitas
Menipu hingga Rp17,8...
Menipu hingga Rp17,8 Triliun untuk Hidup Mewah, Miliarder Ini Dipenjara 30 Tahun
Mengapa Pangkalan-pangkalan...
Mengapa Pangkalan-pangkalan Militer AS di Teluk Akan Berakhir? Ini Analisisnya
Media Pemerintah China:...
Media Pemerintah China: Jepang Benar-benar Simulasikan Serangan terhadap Kapal Induk Liaoning
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
6 Pesawat Pengebom Nuklir...
6 Pesawat Pengebom Nuklir China dan Rusia Manuver Gabungan Dekati Jepang
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas...
ASEAN Diminta Jaga Sentralitas di Tengah Tarik-Menarik Kepentingan Laut China Selatan
Qatar Ungkap Kemajuan...
Qatar Ungkap Kemajuan Positif dalam Dialog AS-Iran, Negosiasi Bakal Berlanjut
Kecam Netanyahu, Mantan...
Kecam Netanyahu, Mantan Kepala Staf IDF: Dia Bikin Israel Kehilangan Arah!
Rekomendasi
3 Irjen Pol Dimutasi...
3 Irjen Pol Dimutasi Kapolri pada Juni 2026, Ini Nama-namanya
OTT di Sumut, KPK Tangkap...
OTT di Sumut, KPK Tangkap Bupati Langkat Syah Afandin
Bisnis Indonesia Awards...
Bisnis Indonesia Awards Harapkan Pemenang Kategori Bisa Hadapi Tantangan di Tengah Situasi Dinamis
Berita Terkini
Komika Turki Ditangkap...
Komika Turki Ditangkap atas Tuduhan Menghina Islam dan Erdogan
Jerman Berani Menolak...
Jerman Berani Menolak Loyal pada AS: 'Sesama Anggota NATO Jangan Mendikte!'
Ledakan Bom Guncang...
Ledakan Bom Guncang Kafe di Ibu Kota Suriah, 9 Orang Tewas, Mayat-mayat Tergeletak
Islam Melarang Pembalseman,...
Islam Melarang Pembalseman, Bagaimana Iran Mangawetkan Jenazah Khamenei sejak Februari?
Serangan Rudal Gila-gilaan...
Serangan Rudal Gila-gilaan Rusia Gempur Ibu Kota Ukraina, 27 Orang Tewas
PBB Perkirakan Pembersihan...
PBB Perkirakan Pembersihan Puing-puing Gaza Perlu Waktu Lebih dari 140 Tahun
Infografis
True Promise 4 Mengamuk!...
True Promise 4 Mengamuk! Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Jadi Rongsokan
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved