Prancis Desak Warganya Tinggalkan Afghanistan di Tengah Gelombang Serangan Taliban

Rabu, 14 Juli 2021 - 03:37 WIB
loading...
Prancis Desak Warganya...
Prancis mendesak warganya untuk meninggalkan Afghanistan mengingat meningkatnya risiko keamanan di tengah gelombang serangan Taliban. Foto/UrduPoint
A A A
PARIS - Prancis mendesak semua warganya untuk segera meninggalkan Afghanistan mengingat meningkatnya risiko keamanan. Paris sedang mengatur penerbangan evakuasi warganya khusus akhir pekan ini.

Kedutaan Besar Prancis di Kabul menerbitkan sebuah pesan yang mendesak seluruh warga Prancis di Afghanistan untuk pergi, mengutip evolusi situasi keamanan di negara itu dan prospek jangka pendek untuk Afghanistan. Pesan itu tidak memberikan penjelasan lebih lanjut.

Pesan itu mengatakan bahwa Prancis tidak dapat lagi menjamin evakuasi yang aman setelah penerbangan sewaan pemerintah hari Sabtu terbang ke Paris seperti dikutip dari AP, Kamis (14/7/2021).

Baca juga: Beredar Video Taliban Eksekusi 22 Pasukan Komando Afghanistan

Pengumuman itu muncul saat Amerika Serikat (AS) memutuskan mengakhiri perang 20 tahun di Afghanistan lebih cepat dan dengan pasukan NATO lainnya telah pergi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Awas, Virus Ebola Sudah...
Awas, Virus Ebola Sudah Masuk Prancis, Dibawa Seorang Dokter
Ketika Paris Lebih Panas...
Ketika Paris Lebih Panas dari Makkah, Apa yang Sebenarnya Terjadi?
Eropa Terasa Dipanggang!...
Eropa Terasa Dipanggang! Suhu Mencapai 44 Derajat Celsius
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Taliban Larang Warga...
Taliban Larang Warga Afghanistan Gunakan Ponsel Pintar, Jika Nekat Bakal Dihancurkan
PM Kanada Akui G7 Tidak...
PM Kanada Akui G7 Tidak Lagi Kendalikan Dunia
Prancis Naik Pitam!...
Prancis Naik Pitam! Siap Jegal Iran soal Tarif Tol di Selat Hormuz
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Umumkan Pengunduran Diri
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Sejak 2023, Kabel Udara...
Sejak 2023, Kabel Udara Sepanjang 11 Kilometer di Jakarta Barat Direlokasi
UATAS dan AFPI Ajak...
UATAS dan AFPI Ajak Mahasiswa Bijak Kelola Keuangan
Pasar Potensial Industri...
Pasar Potensial Industri Pembiayaan, Chailease Finance Dukung Pertumbuhan UKM Bandung
Berita Terkini
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan,...
Dunia Bantu Upaya Penyelamatan, Korban Tewas Gempa Venezuela Capai 589 Orang
Israel Melarang Seruan...
Israel Melarang Seruan Azan di Masjid Ibrahimi Hebron, Sudah Hari Kelima
Hizbullah Sergap Unit...
Hizbullah Sergap Unit Israel di Beit Yahoun, 4 Tentara Zionis Terluka
Pengadilan AS Hukum...
Pengadilan AS Hukum Warga Israel karena Curi Rahasia Dagang
Singapura Marah Kapalnya...
Singapura Marah Kapalnya Diserang di Selat Hormuz
Iran Sebut Pernyataan...
Iran Sebut Pernyataan Bersama AS-GCC Provokatif, Serukan Zona Bebas Senjata Nuklir Timur Tengah
Infografis
Pangkalan Militer AS...
Pangkalan Militer AS di Timur Tengah Akan Dapat Serangan Hizbullah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved