Marah pada Taliban yang Menang, Gadis-gadis Afghanistan Angkat Senjata
Jum'at, 09 Juli 2021 - 16:03 WIB
loading...
Para wanita dan gadis di Afghanistan angkat senjata untuk perang melawan kelompok Taliban. Foto/The Guardian/Facebook
A
A
A
KABUL - Para gadis Afghanistan telah mengangkat senjata di daerah-daerah yang diperebutkan pasukan pemerintah dengan kelompok Taliban. Para gadis itu marah pada Taliban yang meraih kemenangan di beberapa wilayah seiring dengan penarikan militer Amerika Serikat (AS).
AS melanjutkan penarikan pasukannya, sesuai dengan tenggat waktu yang dijanjikan Presiden Biden, yakni 11 September. Tenggat waktu itu dimajukan lagi menjadi 31 Agustus. Pasukan Afghanistan kini nyaris berjuang sendiri untuk melawan kelompok Taliban.
Baca juga: Pasangan Ini Bulan Madu di Kota Nudis Terbesar di Dunia, Belanja dan Makan Pun Telanjang
Pasukan pemerintah telah ditarik dari tujuh distrik, memusatkan pasukan dan sumber daya di sekitar ibu kota provinsi Badakhshan.
Sebagai tanggapan, ratusan gadis dan wanita turun ke jalan membawa senjata dan memprotes Taliban.
“Ada beberapa perempuan yang hanya ingin menginspirasi pasukan keamanan, hanya simbolis, tetapi lebih banyak lagi yang siap turun ke medan perang,” kata Halima Parastish, kepala direktorat perempuan di Ghor. "Itu termasuk diri saya."
AS melanjutkan penarikan pasukannya, sesuai dengan tenggat waktu yang dijanjikan Presiden Biden, yakni 11 September. Tenggat waktu itu dimajukan lagi menjadi 31 Agustus. Pasukan Afghanistan kini nyaris berjuang sendiri untuk melawan kelompok Taliban.
Baca juga: Pasangan Ini Bulan Madu di Kota Nudis Terbesar di Dunia, Belanja dan Makan Pun Telanjang
Pasukan pemerintah telah ditarik dari tujuh distrik, memusatkan pasukan dan sumber daya di sekitar ibu kota provinsi Badakhshan.
Sebagai tanggapan, ratusan gadis dan wanita turun ke jalan membawa senjata dan memprotes Taliban.
“Ada beberapa perempuan yang hanya ingin menginspirasi pasukan keamanan, hanya simbolis, tetapi lebih banyak lagi yang siap turun ke medan perang,” kata Halima Parastish, kepala direktorat perempuan di Ghor. "Itu termasuk diri saya."
Lihat Juga :