Intelijen Korsel: Bobot Kim Jong-un Susut 20 Kg tapi Sehat

loading...
Intelijen Korsel: Bobot Kim Jong-un Susut 20 Kg tapi Sehat
Pemimpin Korea Utara Kim Jong-un. Foto/KCNA
SEOUL - Bobot pemimpin Korea Utara (Korut) Kim Jong-un telah menyusut 10 kg hingga 20 kilogram (kg) baru-baru ini tetapi dinyatakan sehat tanpa masalah. Hal itu dipaparkan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (Korsel) kepada anggota Parlemen di Seoul pada hari Kamis.

Para pengamat mengatakan Kim Jong-un baru-baru ini tampak lebih ramping dari sebelumnya dengan satu foto yang menunjukkan jam tangan di pergelangan tangannya tampak lebih kencang dari sebelumnya. Foto-foto itu memicu perdebatan tentang penyebab penurunan berat badannya.

Baca juga: Kasus Presiden Haiti Ditembak Mati: 7 Tersangka Dibunuh, 6 Lainnya Ditangkap

"Setelah kehilangan 10 hingga 20 kg, dia biasanya terlibat dalam kegiatan politiknya," kata seorang anggota Komite Intelijen Parlemen kepada wartawan setelah sesi pengarahan tertutup dengan agen mata-mata.



"Dia telah mengadakan pertemuan selama berjam-jam, berjalan dengan penuh semangat, dan diketahui tidak memiliki masalah dalam aktivitas apa pun," lanjut anggota komite tersebut yang tak disebutkan namanya seperti dilansir Kyodo News, Jumat (9/7/2021).

Badan Intelijen Korsel memperkirakan pada bulan November lalu bahwa pemimpin Korea Utara itu telah bertambah bobotnya sekitar 50 kg sejak 2012 dan beratnya antara 140 kg hingga 150 kg.

Anggota Komite Intelijen itu mengatakan Kim Jong-un kemungkinan melakukan diet.

Ketika Korea Utara terus mengeklaim tidak menemukan infeksi virus corona di dalam negeri, anggota komite itu juga mengatakan bahwa badan intelijen telah mendeteksi tidak ada tanda-tanda bahwa Kim Jong-un menerima vaksin.

Baca juga: Pasangan Ini Bulan Madu di Kota Nudis Terbesar di Dunia, Belanja dan Makan Pun Telanjang

Badan Intelijen Korsel juga tidak melihat tanda-tanda kasus infeksi klaster yang terjadi di Korea Utara, dan tampaknya melakukan upaya terbaik untuk mencegah skenario seperti itu terjadi.



Lebih lanjut, intelijen mengatakan kepada anggota Parlemen bahwa Institut Penelitian Energi Atom Korea terkena peretasan Korea Utara selama 12 hari, dengan beberapa informasi—tetapi bukan yang paling penting—bocor.
(min)
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top