170.000 Bayi Korea Selatan Diekspor ke Berbagai Negara untuk Diadopsi

Kamis, 27 Maret 2025 - 04:40 WIB
loading...
170.000 Bayi Korea Selatan...
Ratusan bayi Korea Selatan diekspor ke berbagai negara untuk diadopsi. Foto/X/@MarioNawfal
A A A
SEOUL - Pemerintah Korea Selatan melakukan banyak pelanggaran hak asasi manusia selama beberapa dekade dalam sebuah program kontroversial yang mengirim sedikitnya 170.000 anak dan bayi ke luar negeri untuk diadopsi.

Dikatakan bahwa kurangnya pengawasan pemerintah memungkinkan "ekspor massal anak-anak" oleh lembaga swasta yang didorong oleh keuntungan, dan menemukan contoh penipuan, catatan palsu, dan paksaan.

Sejak tahun 1950-an, Korea Selatan telah mengirim lebih banyak anak ke luar negeri untuk diadopsi daripada negara lain mana pun, dengan sebagian besar dikirim ke negara-negara Barat.

Korea Selatan telah mulai memperketat proses adopsi, tetapi beberapa anak angkat dan orang tua kandung mereka mengatakan bahwa mereka masih dihantui oleh apa yang telah mereka alami. BBC berbicara kepada seorang wanita yang mengklaim bahwa orang tua angkatnya "merawat anjing itu lebih baik daripada merawat saya".

"Ini adalah bagian yang memalukan dari sejarah kita," kata Park Sun-young, ketua komisi tersebut, dalam jumpa pers.

"Meskipun banyak anak angkat yang beruntung tumbuh dalam keluarga yang penuh kasih, yang lain mengalami kesulitan dan trauma yang besar karena proses adopsi yang cacat. Bahkan hingga saat ini, banyak yang terus menghadapi tantangan."

Laporan tersebut dirilis pada hari Rabu oleh Komisi Kebenaran dan Rekonsiliasi yang independen setelah penyelidikan yang dimulai pada tahun 2022.

Sejak saat itu, 367 anak angkat - yang semuanya dikirim ke luar negeri antara tahun 1964 dan 1999 - telah mengajukan petisi yang menuduh adanya praktik penipuan dalam proses adopsi mereka.

Sekitar 100 petisi telah dianalisis sejauh ini, di antaranya 56 anak angkat diakui sebagai korban pelanggaran hak asasi manusia. Komisi tersebut masih menyelidiki kasus-kasus lain, dengan penyelidikan yang akan berakhir pada bulan Mei.

Setelah perang Korea, Korea Selatan adalah salah satu negara termiskin di dunia dan hanya sedikit keluarga yang tertarik untuk mengadopsi anak.

Baca Juga: Perang Houti Berkobar di Bulan Suci

Pemerintah Korea Selatan kemudian memulai program adopsi transnasional yang ditangani oleh lembaga swasta, yang diberi kewenangan signifikan melalui undang-undang adopsi khusus.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Langka, Sekutu AS Minta...
Langka, Sekutu AS Minta Tolong Korut Cari Tentara Seoul yang Hilang di Perbatasan
1.022 Bayi Termasuk...
1.022 Bayi Termasuk dari 21.500 Anak yang Tewas Selama Genosida 1.000 Hari di Gaza
Indonesia Lunasi Proyek...
Indonesia Lunasi Proyek Jet Tempur KF-21 Korsel Rp6,9 Triliun, Dapat Transfer Teknologi Apa?
Pembangkang China Ini...
Pembangkang China Ini Kabur ke Korea Selatan dengan Perahu Karet, Sekarang Muncul di Kanada
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
10 Negara Paling Cocok...
10 Negara Paling Cocok untuk Solo Traveling, Aman dan Ramah Wisatawan
Trump Tuduh China Akses...
Trump Tuduh China Akses Ilegal Data Pemilih AS
Bunuh Tentara AS, Militer...
Bunuh Tentara AS, Militer Iran Janjikan Serangan Lebih Dahsyat
Rekomendasi
Rapat Paripurna DPR...
Rapat Paripurna DPR RI Hari Ini Sahkan RUU PFII hingga Tetapkan Anggota KPI
Hasil Perampasan Aset...
Hasil Perampasan Aset Diurus Badan Khusus, Komisi III DPR: Perlu Ada Tim Pengawasan
Heboh Kipas Angin Rp1,8...
Heboh Kipas Angin Rp1,8 T untuk Kopdes, KPK Ingatkan Pengadaan Barang Titik Rawan Korupsi
Berita Terkini
Profil Sheikh Miqdad,...
Profil Sheikh Miqdad, Ulama Palestina yang Ditangkap Pasukan Indonesia dan Dikhawatirkan Diserahkan ke Israel
4 Fakta Film Odyssey...
4 Fakta Film Odyssey yang Picu Ketegangan, dari Isu Kulit Hitam hingga Transgender
Langka, Kapal Perang...
Langka, Kapal Perang China Latihan Tembak di Dalam ZEE Jepang
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
China Perluas Pengaruh...
China Perluas Pengaruh di Kirgizstan, Warga Khawatir soal Kedaulatan
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Infografis
15 Lagu Nasional Terbaik...
15 Lagu Nasional Terbaik untuk HUT Ke-80 RI
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved