Armada Rusia Pantau Kapal Angkatan Laut Spanyol di Laut Hitam

Rabu, 07 Juli 2021 - 22:24 WIB
loading...
Armada Rusia Pantau...
Armada Laut Hitam Rusia telah mulai memantau kapal Angkatan Laut Spanyol yang sebelumnya memasuki Laut Hitam. Foto/Digismak
A A A
MOSKOW - Armada Laut Hitam Rusia telah mulai memantau kapal Angkatan Laut Spanyol yang sebelumnya memasuki Laut Hitam . Hal itu diungkapkan Pusat Manajemen Pertahanan Nasional Rusia.

“Pasukan dan sarana Armada Laut Hitam telah mulai mengambil alih tindakan kapal patroli Angkatan Laut Spanyol Rayo yang memasuki Laut Hitam pada 7 Juli 2021, untuk mengambil bagian dalam latihan multinasional Angkatan Bersenjata negara-negara NATO dan negara mitra Sea Breeze 2021," bunyi laporan itu seperti dikutip dari Sputnik, Rabu (7/7/2021).

Latihan Sea Breeze 2021 diadakan dari 28 Juni hingga 10 Juli di wilayah Laut Hitam, yang melibatkan 5.000 prajurit, 40 pesawat, dan 32 kapal dari 32 negara.

Laporan Pusat Manajemen Pertahanan Nasional muncul setelah Kementerian Luar Negeri Rusia menyatakan pekan lalu bahwa AS dan negara-negara anggota NATO mengubah Laut Hitam menjadi "zona konfrontasi militer", menambahkan bahwa gerakan baru-baru ini oleh fregat Angkatan Laut Belanda Evertsen di daerah ini adalah "provokasi yang disengaja".

"Ini dilakukan dengan sengaja agar wilayah lain di dunia di bawah pimpinan Amerika Serikat menjadi tidak stabil," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri Rusia Maria Zakharova dalam jumpa pers.

Ia menambahkan bahwa Rusia tidak pernah melanggar hak navigasi bebas selama insiden dengan kapal Belanda.

Pada tanggal 24 Juni, kapal perang Belanda yang berada di perairan netral berubah arah dan mulai bergerak menuju Selat Kerch. Untuk menghentikannya memasuki perairan teritorial Rusia secara ilegal, sebuah jet tempur Su-30 dan pembom Su-24 mengudara. Kementerian Pertahanan Belanda dengan cepat menuduh kru jet tempur Rusia menyebabkan "situasi berbahaya" di dekat Evertsen di Laut Hitam.

Baca juga: Belanda: Jet Rusia Lakukan Serangan Tipuan pada Fregat Belanda di Laut Hitam

Selama sesi tanya jawab tahunan pekan lalu, Presiden Rusia Vladimir Putin menyebut insiden baru-baru ini yang melibatkan perjalanan kapal perang Inggris melalui perairan Rusia di lepas pantai Crimea sebagai provokasi yang jelas bersifat politik.

Putin menambahkan bahwa baik Inggris dan AS berada di belakang skema "kompleks" yang melibatkan kapal perusak Inggris dan pesawat pengintai AS yang lepas landas dari pangkalan NATO di Yunani pada hari insiden itu terjadi. Gedung Putih menolak mengomentari pernyataan Putin tentang peran Washington dalam insiden tersebut.

Baca juga: Rusia: Insiden Kapal Perang Inggris di Laut Hitam Didalangi oleh AS

Pekan lalu, juru bicara Kementerian Pertahanan Rusia mengecam tindakan perusak Inggris HMS Defender pada 23 Juni, di mana kapal itu secara ilegal menyeberang ke perairan teritorial Rusia, menyebutnya sebagai kegagalan epik, dan mendesak Angkatan Laut Inggris dan Pentagon untuk tidak bermain api di Laut Hitam.

Baca juga: Rusia Peringatkan AS dan Inggris: Jangan Bermain Api di Laut Hitam!
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Finlandia Buka Pintu...
Finlandia Buka Pintu Jadi Markas Bom Nuklir NATO, Rusia Bisa Marah
Ini Keunggulan Pesawat...
Ini Keunggulan Pesawat Pengebom B-52 vs Tu-22M3 yang Jatuh pada Hari yang Sama
G7 Kini Fokus Memusuhi...
G7 Kini Fokus Memusuhi Rusia, Trump: Ini Perang yang Mudah Diselesaikan
Fregat Rusia Tembaki...
Fregat Rusia Tembaki Kapal Pesiar Inggris, Starmer: Tindakan Sembrono
2 Pesawat Pengebom Nuklir...
2 Pesawat Pengebom Nuklir dari 2 Negara Adikuasa yang Bermusuhan Jatuh di Hari yang Sama
Pemain Timnas Inggris...
Pemain Timnas Inggris Anthony Gordon Dikeroyok Media Spanyol
Swiss Gelar Referendum...
Swiss Gelar Referendum untuk Batasi Populasi hingga 10 Juta Jiwa
Ini Alasan Trump Ingin...
Ini Alasan Trump Ingin Buru-Buru Teken Perjanjian Damai dengan Iran
Rekomendasi
HCML Gandeng PMI Gelar...
HCML Gandeng PMI Gelar Donor Darah, Tumbuhkan Kepedulian Sesama
5 Fakta Menarik Korea...
5 Fakta Menarik Korea Selatan Tumbang dari Meksiko di Piala Dunia 2026
Ditangkap Polda Metro...
Ditangkap Polda Metro Jaya, Dokter Tifa: Tepat saat Saya Menghadap Ujian S3
Berita Terkini
Menteri Perang AS Kecam...
Menteri Perang AS Kecam Negara-negara NATO: Menumpang Gratis, tapi Tolak Bantu Melawan Iran!
AS atau Iran yang Menang...
AS atau Iran yang Menang Perang? Ini Jawaban Mengejutkan 10 Pakar Militer
Senator Amerika Geram...
Senator Amerika Geram dengan Kesepakatan AS dan Iran: 'Juju Saja, Kita Menyerah'
Militer AS Telah Cabut...
Militer AS Telah Cabut Blokade Iran atas Perintah Trump
Serangan Drone Terbesar...
Serangan Drone Terbesar Ukraina Membakar Kilang Minyak Moskow, Rusia Janji Balas Dendam
Mojtaba Khamenei: Iran...
Mojtaba Khamenei: Iran dan AS Capai Kesepakatan karena Trump Putus Asa
Infografis
3 Syarat Iran di Selat...
3 Syarat Iran di Selat Hormuz: Aturan Ketat untuk Kapal yang Melintas
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved