AS dan Inggris Bongkar Metode Peretasan oleh Mata-mata Rusia

Jum'at, 02 Juli 2021 - 18:01 WIB
loading...
A A A
NSA mengatakan operator terkait GRU telah mencoba membobol jaringan menggunakan Kubernetes, alat open-source yang awalnya dikembangkan Google untuk mengelola layanan cloud, setidaknya sejak pertengahan 2019 hingga awal tahun ini.

“Sementara sejumlah besar dari upaya pembobolan menargetkan organisasi yang menggunakan layanan cloud Microsoft Office 365, para peretas juga mengejar penyedia cloud dan server email lainnya,” papar NSA.

AS telah lama menuduh Rusia menggunakan dan menoleransi serangan siber untuk spionase, menyebarkan disinformasi, dan mengganggu pemerintah dan infrastruktur utama.

Kedutaan Besar Rusia di Washington dengan tegas membantah keterlibatan lembaga pemerintah Rusia dalam serangan siber terhadap lembaga pemerintah atau perusahaan swasta AS.

Dalam pernyataan yang diposting di Facebook, Kedutaan Besar Rusia mengatakan, "Kami berharap pihak Amerika akan meninggalkan praktik tuduhan yang tidak berdasar dan fokus pada kerja profesional dengan para ahli Rusia untuk memperkuat keamanan informasi internasional."

Joe Slowik, analis ancaman di perusahaan pemantau jaringan Gigamon, mengatakan aktivitas yang dijelaskan NSA menunjukkan GRU telah lebih merampingkan teknik yang sudah populer untuk membobol jaringan.

Dia mengatakan itu tampaknya tumpang tindih dengan Departemen Energi yang melaporkan upaya intrusi brute force pada akhir 2019 dan awal 2020 yang menargetkan sektor energi dan pemerintah AS dan tampaknya telah disadari pemerintah AS selama beberapa waktu.

“Penggunaan Kubernetes tentu saja agak unik, meskipun dengan sendirinya itu tidak tampak mengkhawatirkan,” ujar Slowik.

Dia mengatakan metode brute force dan gerakan lateral di dalam jaringan yang dijelaskan NSA adalah umum di antara peretas yang didukung negara dan geng ransomware kriminal, yang memungkinkan GRU untuk berbaur dengan aktor lain.

John Hultquist, wakil presiden analisis di perusahaan keamanan siber Mandiant, mencirikan aktivitas yang dijelaskan dalam saran itu sebagai "pengumpulan rutin terhadap pembuat kebijakan, diplomat, militer, dan industri pertahanan."
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Trump: Produsen Mobil...
Trump: Produsen Mobil AS Bisa Produksi Rudal
Trump Batasi Israel...
Trump Batasi Israel di Berbagai Bidang, Tak Hanya di Lebanon
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Iran Beberkan Alasan...
Iran Beberkan Alasan Walk Out saat Negosiasi dengan AS, Singgung Trump
Rekomendasi
Presiden Prabowo: Hanya...
Presiden Prabowo: Hanya di Indonesia Polisi Ngurus Pertanian, Tentaranya Sering Ada di Sawah
Pascapengumuman MSCI,...
Pascapengumuman MSCI, IHSG Sesi Siang Ambruk 1,62% ke Level 6.002
Kelakar Prabowo soal...
Kelakar Prabowo soal Nama Panglima TNI dan Kapolri: Susah Diganti
Berita Terkini
Menlu AS Jual Kesepakatan...
Menlu AS Jual Kesepakatan Damai dengan Iran ke Negara-negara Arab
Israel Anggap Turki...
Israel Anggap Turki Lebih Berbahaya Dibandingkan Iran
Trump Kecam Pemungutan...
Trump Kecam Pemungutan Suara Senat untuk Batasi Kewenangannya dalam Perang Iran
10 Mata-mata Perang...
10 Mata-mata Perang Dingin yang Tak Pernah Takut Mati
Senat AS Sahkan Resolusi...
Senat AS Sahkan Resolusi Penghentian Perang Iran, Pukulan Telak bagi Trump
Trump Ungkap Dana Iran...
Trump Ungkap Dana Iran yang Dilepaskan akan Digunakan untuk Beli Barang-barang AS
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved