AS dan Inggris Bongkar Metode Peretasan oleh Mata-mata Rusia

Jum'at, 02 Juli 2021 - 18:01 WIB
loading...
AS dan Inggris Bongkar...
Ilustrasi serangan siber oleh peretas. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Beberapa lembaga Amerika Serikat (AS) dan Inggris mengungkapkan rincian metode "brute force" yang digunakan intelijen Rusia untuk mencoba membobol layanan cloud ratusan lembaga pemerintah, perusahaan energi, dan organisasi lainnya.

Saran yang dirilis Badan Keamanan Nasional AS menggambarkan serangan oleh operasi yang terkait GRU, badan intelijen militer Rusia.

GRU sebelumnya dikaitkan dengan serangan siber besar di luar negeri dan upaya mengganggu pemilu Amerika Serikat 2016 dan 2020.

Baca juga: Seluruh Pasukan AS dan NATO Telah Tinggalkan Pangkalan Udara Bagram

“Kampanye itu kemungkinan sedang berlangsung, dalam skala global,” ungkap Direktur Keamanan Siber NSA Rob Joyce.

Baca juga: Gerakan Islam Cabang Utara Bangkit, Israel Ketakutan

Serangan brute force melibatkan penyemprotan otomatis situs-situs dengan kata sandi potensial sampai peretas mendapatkan akses.

Baca juga: Putin: Bahkan Jika Rusia Tenggelamkan Kapal Inggris, Tak Akan Picu Perang Dunia

Saran tersebut mendesak perusahaan-perusahaan mengadopsi metode yang telah lama disarankan para ahli sebagai kebersihan dunia maya yang masuk akal, termasuk penggunaan otentikasi multi-faktor dan mengamanatkan kata sandi yang kuat.

Dikeluarkan selama gelombang serangan ransomware yang menghancurkan terhadap pemerintah dan infrastruktur utama, saran tersebut tidak mengungkapkan target spesifik kampanye siber atau tujuan yang diduga, hanya mengatakan peretas telah menargetkan ratusan organisasi di dunia.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Iran Murka AS Serang...
Iran Murka AS Serang Wilayah dan Infrastruktur Sipil, Ini Daftarnya
China Ungguli AS dalam...
China Ungguli AS dalam Popularitas Global, Xi Jinping Dianggap Lebih Positif daripada Trump
Canda Bahlil ke Nusron...
Canda Bahlil ke Nusron Wahid Berkacamata Hitam, Sedih Inggris Kalah vs Argentina
Iran Retas Jaringan...
Iran Retas Jaringan Seluler Timur Tengah Lacak Militer AS
Trump Tiba-Tiba Berterima...
Trump Tiba-Tiba Berterima Kasih kepada Iran saat 2 Negara Sedang Perang, Ada Apa?
Rekomendasi
MAMI Kelola Aset Rp125...
MAMI Kelola Aset Rp125 Triliun hingga Juni 2026, Catat Lebih 2,6 Juta Investor
Komisi IX DPR Cecar...
Komisi IX DPR Cecar BGN usai Pamer Dapat WTP dari BPK: Jangan-jangan Dibikin-bikin
Misteri Brankas Rahasia:...
Misteri Brankas Rahasia: Mengapa Banyak Negara Pilih Simpan Cadangan Emasnya di Luar Negeri?
Berita Terkini
Beberapa Personel Militer...
Beberapa Personel Militer Kuwait Terluka dalam Serangan Iran
Kelompok Perlawanan...
Kelompok Perlawanan Irak Tawarkan Hadiah Rp179 Miliar untuk Pembunuhan Trump
Menlu Iran: Israel Gunakan...
Menlu Iran: Israel Gunakan Uang Pajak AS untuk Bungkam Kritikus AS
China Sangkal Tudingan...
China Sangkal Tudingan Trump tentang Campur Tangan Pemilu AS
Yaman Memanas, Houthi...
Yaman Memanas, Houthi Ancam Serang Fasilitas Minyak di Arab Saudi
7 Tempat Penyimpanan...
7 Tempat Penyimpanan Emas Terbesar di Dunia, Ada yang Dijaga di Bawah Tanah hingga Benteng Super Ketat
Infografis
Perang AS-Israel vs...
Perang AS-Israel vs Iran Telah Mengungkap Kelemahan Militer Inggris
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved