Tawaran Suaka Prancis Picu Eksodus Warga Afghanistan
Kamis, 01 Juli 2021 - 13:51 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Bantu AS, Ribuan Warga Afghanistan Akan Dievakuasi
Operasi besar-besaran, yang diluncurkan pada awal Mei, menyangkut sekitar 600 warga Afghanistan. Karyawan Afrane dan keluarga mereka berjumlah sekitar 80 dari jumlah keseluruhan.
Inisiatif Prancis juga menuai kritik dari LSM di lapangan.
Pada awal Juni, kelompok payung LSM Prancis, COFA (Kolektif LSM Prancis di Afghanistan) – di mana Afrane adalah salah satu anggotanya – menulis surat kepada Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mencela keputusan sepihak yang bertentangan dengan kepentingan Afghanistan.
Gille adalah salah satu pejabat LSM yang percaya eksodus besar-besaran warga Afghanistan yang telah bekerja dengan Prancis memainkan peran dalam narasi Taliban dan berarti meninggalkan negara itu.
Afrane telah membangun jaringan besar guru Afghanistan sejak misi yang dipimpin AS di Afghanistan tahun 2001, mendukung 48 sekolah dengan 96.000 siswa yang tersebar di empat provinsi. Sejumlah guru matematika, sains, dan bahasa lokal terdaftar dalam program pelatihan guru, dan eksodus massal membahayakan kegiatan organisasi.
Operasi besar-besaran, yang diluncurkan pada awal Mei, menyangkut sekitar 600 warga Afghanistan. Karyawan Afrane dan keluarga mereka berjumlah sekitar 80 dari jumlah keseluruhan.
Inisiatif Prancis juga menuai kritik dari LSM di lapangan.
Pada awal Juni, kelompok payung LSM Prancis, COFA (Kolektif LSM Prancis di Afghanistan) – di mana Afrane adalah salah satu anggotanya – menulis surat kepada Menteri Luar Negeri Prancis Jean-Yves Le Drian mencela keputusan sepihak yang bertentangan dengan kepentingan Afghanistan.
Gille adalah salah satu pejabat LSM yang percaya eksodus besar-besaran warga Afghanistan yang telah bekerja dengan Prancis memainkan peran dalam narasi Taliban dan berarti meninggalkan negara itu.
Afrane telah membangun jaringan besar guru Afghanistan sejak misi yang dipimpin AS di Afghanistan tahun 2001, mendukung 48 sekolah dengan 96.000 siswa yang tersebar di empat provinsi. Sejumlah guru matematika, sains, dan bahasa lokal terdaftar dalam program pelatihan guru, dan eksodus massal membahayakan kegiatan organisasi.
Lihat Juga :