India Kerahkan 50.000 Tentara ke Perbatasan dengan China

Selasa, 29 Juni 2021 - 11:56 WIB
loading...
A A A
Baca juga: Kisah Gadis Palestina Disiksa 33 Hari di Penjara Israel

Menurut dua sumber, China menambahkan bangunan landasan pacu baru, bungker tahan bom untuk menampung jet tempur dan lapangan terbang baru di sepanjang perbatasan yang disengketakan di Tibet. Beijing, lanjut mereka, juga menambahkan artileri jarak jauh, tank, resimen roket dan pesawat tempur bermesin ganda dalam beberapa bulan terakhir.

"Situasi saat ini di perbatasan antara China dan India secara umum stabil, dan kedua belah pihak sedang bernegosiasi untuk menyelesaikan masalah perbatasan yang relevan," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China Wang Wenbin dalam jumpa pers reguler di Beijing, hari Senin (28/6/2021), sebagai tanggapan atas pertanyaan tentang pengerahan pasukan India.

"Dalam konteks ini, kata-kata, perbuatan, dan pengerahan militer dari para pemimpin militer dan politik yang relevan harus membantu meredakan situasi dan meningkatkan rasa saling percaya antara kedua belah pihak, bukan sebaliknya," ujarnya.

Ketakutan sekarang adalah bahwa salah perhitungan dapat menyebabkan konflik yang lebih mematikan. Beberapa putaran pembicaraan diplomatik-militer baru-baru ini dengan China telah membuat kemajuan minimal menuju kembalinya status quo yang tenang yang telah berlaku di sepanjang perbatasan selama beberapa dekade.

“Memiliki begitu banyak tentara di kedua sisi berisiko ketika protokol manajemen perbatasan rusak,” kata DS Hooda, seorang letnan jenderal dan mantan komandan utara Angkatan Darat India.

“Kedua belah pihak kemungkinan akan berpatroli di perbatasan yang disengketakan secara agresif. Sebuah insiden lokal kecil bisa lepas kendali dengan konsekuensi yang tidak diinginkan.”

Tiga sumber mengatakan wilayah utara Ladakh—tempat India dan China bentrok beberapa kali tahun lalu—telah mengalami peningkatan terbesar dalam jumlah pasukan. Sekitar 20.000 tentara termasuk mereka yang pernah terlibat dalam operasi anti-terorisme melawan Pakistan sekarang dikerahkan di daerah itu.

Reorientasi berarti India setiap saat akan memiliki lebih banyak pasukan yang diaklimatisasi untuk berperang di dataran tinggi Himalaya, sementara jumlah pasukan yang hanya ditujukan untuk perbatasan barat dengan Pakistan akan dikurangi.

Militer India dalam sebuah pernyataan pada hari Minggu mengatakan Menteri Pertahanan India Rajnath Singh, didampingi oleh pejabat militer senior termasuk Panglima Angkatan Darat Jenderal MM Naravane, berada di Ladakh untuk meninjau kesiapan militer.

Itu adalah kunjungan pertama Singh ke daerah itu sejak pelepasan pasukan India dan China pada Februari dari tepi Pangong Tso, sebuah danau glasial sekitar 14.000 kaki di atas permukaan laut.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Ini 15 Negara yang Mampu...
Ini 15 Negara yang Mampu Memproduksi Jet Tempur Sendiri, Indonesia Kapan?
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pertama Kalinya, Taiwan...
Pertama Kalinya, Taiwan Tembakkan Puluhan Rudal HIMARS Amerika ke Arah China
China Luncurkan Alat...
China Luncurkan Alat Pelacak Kapal Selam Nuklir, Bakal Ubah Perang Masa Depan
Biksu Buddha di China...
Biksu Buddha di China Dilaporkan Ditahan usai Peringati Peristiwa Tiananmen
Dubes Wang Lutong Ungkap...
Dubes Wang Lutong Ungkap Purbaya Bakal ke China Pekan Depan, Bahas Apa?
Belfast Membara! Kerusuhan...
Belfast Membara! Kerusuhan Pecah, Sejumlah Bangunan dan Kendaraan Dibakar
Iran Gempur Pangkalan...
Iran Gempur Pangkalan AS di Yordania, Klaim Hancurkan Banyak Jet Tempur 
Rekomendasi
UBM Luncurkan AI Tutor...
UBM Luncurkan AI Tutor Terintegrasi dengan Kurikulum OBE Pertama di Indonesia
Resmi Rujuk, Pihak Clara...
Resmi Rujuk, Pihak Clara Shinta Sebut Ada Konsekuensi Jika Suami Langgar Perjanjian Damai
Perkuat Kolaborasi dan...
Perkuat Kolaborasi dan Kepemimpinan Kreatif, HIMA PUSAKA MNC University Gelar Studi Banding Bersama Universitas Paramadina
Berita Terkini
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Putri Bha Meninggal,...
Putri Bha Meninggal, Calon Pewaris Raja Vajiralongkorn Berharta Rp770 Triliun Makin Misterius
Berseteru dengan PM...
Berseteru dengan PM Starmer, Menhan Inggris John Healey Mundur
Thailand Berduka, Putri...
Thailand Berduka, Putri Raja Vajiralongkorn Meninggal setelah Koma Hampir 4 Tahun
Trump Klaim AS Telah...
Trump Klaim AS Telah Bikin Kesepakatan Hebat dengan Iran, Teheran Bilang Belum!
Infografis
Jurnalis Inggris: Pakistan...
Jurnalis Inggris: Pakistan Pemenang dalam Perang dengan India
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved