Iran Masih Pertimbangkan Kemungkinan Lanjutkan Perjanjian dengan IAEA

Senin, 28 Juni 2021 - 20:29 WIB
loading...
Iran Masih Pertimbangkan...
Iran mengatakan bahwa pihaknya belum memutuskan apakah akan melanjutkan perjanjian dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) atau tidak. Foto/REUTERS
A A A
TEHERAN - Iran mengatakan bahwa pihaknya belum memutuskan apakah akan melanjutkan perjanjian dengan Badan Energi Atom Internasional (IAEA) atau tidak. Kerjasama Iran dan IAEA berakhir pekan lalu.

"Belum ada keputusan yang dibuat, baik negatif atau positif, tentang perpanjangan kesepakatan pemantauan dengan IAEA," kata juru bicara Kementerian Luar NegeriIran, Saeed Khatibzadeh.

"Juga belum ada keputusan baru tentang penghapusan data dan rekaman dari kamera IAEA," sambung Khatibzadeh, seperti dilansir Reuters pada Senin (28/6/2021). Baca juga: Pentagon Lacak Peluncuran Satelit Iran yang Gagal, Teheran akan Coba Lagi

Seperti diketahui, IAEA dan Teheran mencapai perjanjian pemantauan tiga bulan pada bulan Februari, setelah Iran mengumumkan akan mengurangi komitmennya terhadap kesepakatan nuklir Iran, termasuk mengurangi kerja samanya dengan IAEA.

Perjanjian tersebut memungkinkan IAEA untuk pemantauan beberapa kegiatan yang seharusnya dihentikan untuk dilanjutkan. Perjanjian itu sejatinya berakhir pada Mei, namun kedua pihak sepakat untuk memperpanjangnya selama sebulan dan berakhir pada 24 Juni lalu.

Pengurangan komitmen ini sendiri adalah bagian dari respon Iran atasmundurnya Amerika Serikat (AS) dari kesepakatan nuklir. Di mana, AS, di bawah pemerintahan Donald Trump, juga mengembalikan semua sanksi terhadap Iran.

Pekan lalu Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran akan segera memutuskan apakah akan memperbarui perjanjian sementara dengan IAEA atau tidak. Baca juga: Iran Tolak Bagikan Foto dan Rekaman Video Situs Nuklir ke IAEA
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Permainan Lincah Pakistan...
Permainan Lincah Pakistan dalam Mendamaikan AS dan Iran, Ini 4 Rahasianya
Zionis Israel Ratapi...
Zionis Israel Ratapi Kesepakatan Damai AS-Iran: Kami Ditinggalkan Sendirian!
Profil Elijah Just,...
Profil Elijah Just, Bintang Selandia Baru yang Curi Panggung Piala Dunia 2026
Serangan Rusia Tewaskan...
Serangan Rusia Tewaskan 9 Orang di Ukraina, Katedral Bersejarah Kyiv Terbakar
Masih Trauma, Iran Belum...
Masih Trauma, Iran Belum Percaya kepada AS meski Segera Teken Perjanjian Damai
Rekomendasi
Beri Layanan Kesehatan...
Beri Layanan Kesehatan Korban Banjir Aceh, USK Inisiasi Program Pengabdian Masyarakat
Risiko Geopolitik dan...
Risiko Geopolitik dan Dampaknya terhadap Pasar Mata Uang
BMKG Pantau Potensi...
BMKG Pantau Potensi Likuefaksi usai Gempa Besar M6,7 di Palu Sulteng
Berita Terkini
Siapa Pihak yang Berpotensi...
Siapa Pihak yang Berpotensi Menggagalkan Kesepakatan Perdamaian Iran dan AS?
Inggris Akan Pasok Uranium...
Inggris Akan Pasok Uranium ke Ukraina dan Jatuhkan Sanksi Baru terhadap Rusia
Momen Terakhir Wanita...
Momen Terakhir Wanita Tewas dalam Bungee Jumping 39 Meter: 'Bernapas Terengah-engah'
Posisi Iran Jadi Pemenang,...
Posisi Iran Jadi Pemenang, Israel Tetap Berstatus Pecundang
Wapres AS Sebut Iran...
Wapres AS Sebut Iran Bisa Dapat Rp5.312 Triliun, tapi Trump Ragu
Kesepakatan Damai AS...
Kesepakatan Damai AS dan Iran Simbol Kekalahan Fatal PM Netanyahu, Ini 3 Alasannya
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved