Pengacara Perawat: Dokter Membunuh Diego Maradona!

Kamis, 17 Juni 2021 - 10:52 WIB
loading...
Pengacara Perawat: Dokter...
Legeda sepak bola Argentina, Diego Armando Maradona. Foto/REUTERS
A A A
BUENOS AIRES - Seorang pengacara untuk salah satu perawat yang sedang diselidiki dalam kematian legenda sepak bola Argentina, Diego Armando Maradona , mengatakan dokterlah yang bertanggung jawab atas kematian sang legenda.

Dahiana Gisela Madrid, 36, salah satu perawat yang diselidiki tersebut telah menyampaikan kesaksiannya di pengadilan. Pengacaranya, Rodolfo Baque, telah merilis pernyataan sebagai kesimpulan dari kesaksian kliennya.

Baca juga: AS Kalahkan Sistem Rudal S-400 Rusia dalam Latihan Perang Besar-besaran

"Mereka [dokter dan perawat] membunuh Diego," kata Baque kepada wartawan, yang menegaskan bahwa kematian itu disebabkan oleh kelalaian dokter, seperti dikutip AP, Kamis (17/6/2021).

Baque juga mengungkapkan bahwa kliennya bersikeras bahwa Maradona membutuhkan pemindaian computerized axial tomography (CAT) setelah pasien jatuh di rumah sakit. Ajudan Maradona menolak untuk melakukannya, dengan alasan perhatian yang tidak diinginkan dari seorang jurnalis.

"Pada akhirnya, ada banyak tanda peringatan bahwa Maradona akan meninggal. Dan tidak ada dokter yang melakukan apa pun untuk mencegahnya," kata pengacara itu saat jeda dalam kesaksian Madrid yang berlanjut selama lebih dari delapan jam.

Perawat berusia 36 tahun dan enam pekerja medis lainnya berada di bawah penyelidikan atas pembunuhan tidak disengaja setelah jaksa mengeluarkan laporan yang mengatakan bahwa Maradona tidak menerima perhatian medis yang diperlukan.

Baca juga: Luna Animisha, Manusia Langka yang Lahir dengan Kelamin Pria dan Wanita

Para terdakwa bisa menghadapi delapan sampai 25 tahun penjara jika terbukti bersalah.

Maradona meninggal pada 25 November dalam usia 61 tahun setelah gagal jantung akut yang menyebabkan edema paru.

Menurut Baque Maradona di hari-hari terakhirnya tidak bersedia diperiksa oleh kliennya. Baque menegaskan bahwa kliennya hanya mengikuti perintah dokter.

"Madrid mengikuti indikasi dari dokter yang merawat," kata Baque kepada wartawan.

"Semua rombongan Maradona tahu bahwa dia tidak diizinkan untuk memeriksanya karena dia melarangnya seperti yang dia lakukan dengan asisten terapi lainnya."

Madrid adalah perawat siang hari Maradona dan salah satu orang terakhir yang melihatnya hidup-hidup.

Investigasi dibuka menyusul pengaduan yang diajukan oleh dua dari lima anak Maradona terhadap dokter ahli bedah saraf Leopoldo Luque, yang mereka salahkan atas kondisi Ayah mereka yang memburuk setelah operasi otak.

Sebuah panel yang terdiri dari 20 ahli medis yang dikumpulkan oleh jaksa penuntut umum Argentina mengatakan bulan lalu bahwa perawatan Maradona penuh dengan "kekurangan dan ketidakberesan" dan tim medis telah membiarkan kelangsungan hidupnya "berserah".
(min)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
9 Negara yang Pernah...
9 Negara yang Pernah Bangkrut karena Utang Menggila, Pelajaran bagi Indonesia
Terungkap, Malaikat...
Terungkap, Malaikat Maut Nazi Hidup Nyaman Bertahun-tahun di Argentina
Para Jenderal AS Diminta...
Para Jenderal AS Diminta Bersiap Perang, Pasukan Khusus Navy SEAL Bakal Latihan Gabungan
Geng Narkoba Bunuh 3...
Geng Narkoba Bunuh 3 Perempuan Cantik dan Disiarkan Langsung di Instagram, Publik Marah
Profil Norman Briski,...
Profil Norman Briski, Aktor Yahudi yang Dituduh Anti-Semit Gara-gara Membela Gaza
Mata Uang Kripto LIBRA...
Mata Uang Kripto LIBRA Hancur, Presiden Argentina Terancam Dimakzulkan
5 Negara dengan Utang...
5 Negara dengan Utang IMF Terbesar 2026, Nomor 1 Tembus Rp967 Triliun
Hizbullah Tolak Pembaruan...
Hizbullah Tolak Pembaruan Gencatan Senjata Antara Israel dan Lebanon
Rudal Iran Hantam Kota...
Rudal Iran Hantam Kota Tiberias Israel, Picu Kerusakan
Rekomendasi
Jessica Janie Ungkap...
Jessica Janie Ungkap Kunci Lolos Miss Indonesia 2026, Jadi Diri Sendiri dan Jangan Menyerah
Helikopter S-300 Tak...
Helikopter S-300 Tak Berawak Jadi Senjata Anti-kapal Selam
Vespa Sprint, Primavera,...
Vespa Sprint, Primavera, dan Liberty Ditarik Kembali Masalah Lampu Depan
Berita Terkini
AS Hendak Beli Kepulauan...
AS Hendak Beli Kepulauan Chagos, Ini Tujuannya
Iran Luncurkan Gelombang...
Iran Luncurkan Gelombang Kedua Serangan Rudal, Jenderal Tertinggi Israel Sembunyi di Bunker
Tak Hanya Iran, Houthi...
Tak Hanya Iran, Houthi Yaman Juga Tembakkan Rudal ke Israel
AS Serukan Korut Denuklirisasi,...
AS Serukan Korut Denuklirisasi, Adik Kim Jong-un: Mimpi Usang!
Sadisnya Tentara Israel...
Sadisnya Tentara Israel Tembak Mati Bayi Palestina di Tepi Barat, IDF Luncurkan Penyelidikan
Trump Marah dan Ngambek...
Trump Marah dan Ngambek pada Host NBC: Anda Curang atau Bodoh
Infografis
Fakta Thomas Matthew...
Fakta Thomas Matthew Crooks, Sniper yang Gagal Membunuh Trump
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved