Arab Saudi Eksekusi Mati Pria Syiah karena Demo Anti-Rezim saat Usia 17 Tahun
Kamis, 17 Juni 2021 - 06:10 WIB
loading...
Mustafa Hashem Al-Darwish, 26, pemuda Syiah yang dieksekusi mati di Arab Saudi karena demo anti-rezim pemerintah saat usianya 17 tahun. Foto/Reprieve
A
A
A
RIYADH - Pihak berwenang Arab Saudi telah mengeksekusi mati seorang pemuda dari minoritas Syiah. Terpidana sebelumnya didakwa dengan melakukan pemberontakan ketika dia berusia 17 tahun karena terlibat demo anti-rezim pemerintah di Qatif pada Mei 2015.
Kemarin, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan bahwa Mustafa Hashem Al-Darwish, 26, telah dieksekusi setelah hukuman matinya ditegakkan awal bulan ini.
Baca juga: Investigasi Yahoo: Algojo Khashoggi Mampir Kairo Angkut Narkoba Mematikan
Al-Darwish ditangkap ketika dia berusia 17 tahun pada Mei 2015 dan didakwa melakukan pemberontakan karena mengambil bagian dalam demonstrasi anti-rezim pemerintah di wilayah Qatif yang mayoritas Syiah di Provinsi Timur.
Mengutip media pemerintah, Saudi Press Agency (SPA), Kamis (17/6/2021), Al-Darwish dieksekusi mati pada hari Selasa (15/6/2021). Dia dihukum atas tuduhan pemberontak bersenjata.
"Mustafa al-Darwish dieksekusi di kota timur Dammam karena melancarkan pemberontakan bersenjata terhadap penguasa Arab Saudi dan mengganggu keamanan di kerajaan," tulis SPA.
Kemarin, Kementerian Dalam Negeri mengumumkan bahwa Mustafa Hashem Al-Darwish, 26, telah dieksekusi setelah hukuman matinya ditegakkan awal bulan ini.
Baca juga: Investigasi Yahoo: Algojo Khashoggi Mampir Kairo Angkut Narkoba Mematikan
Al-Darwish ditangkap ketika dia berusia 17 tahun pada Mei 2015 dan didakwa melakukan pemberontakan karena mengambil bagian dalam demonstrasi anti-rezim pemerintah di wilayah Qatif yang mayoritas Syiah di Provinsi Timur.
Mengutip media pemerintah, Saudi Press Agency (SPA), Kamis (17/6/2021), Al-Darwish dieksekusi mati pada hari Selasa (15/6/2021). Dia dihukum atas tuduhan pemberontak bersenjata.
"Mustafa al-Darwish dieksekusi di kota timur Dammam karena melancarkan pemberontakan bersenjata terhadap penguasa Arab Saudi dan mengganggu keamanan di kerajaan," tulis SPA.
Lihat Juga :