Polisi Israel Kawal Pemukim Yahudi Kunjungi Kompleks Al Aqsa di Yerusalem

Selasa, 25 Mei 2021 - 07:31 WIB
loading...
Polisi Israel Kawal...
Polisi Israel dan warga Palestina bentrok di kompleks Masjid Al Aqsa. Foto/REUTERS
A A A
YERUSALEM - Polisi Israel mengawal sekitar 50 pemukim Yahudi ke kompleks Masjid Al Aqsa di Yerusalem. Informasi itu diungkapkan otoritas Islam, Waqf, yang mengawasi tempat tersebut.

Kompleks Al Aqsa menjadi tempat saat para polisi Israel melancarkan serangan pada jamaah Muslim yang sedang beribadah di hari terakhir Ramadhan. Kekerasan itu memicu perang terbaru antara pejuang Gaza dan pasukan Israel.

“Polisi (Israel) membersihkan pemuda Palestina dari kompleks Masjid al-Aqsa dan melarang masuk Muslim di bawah usia 45 tahun. Muslim yang masuk diminta untuk meninggalkan ID mereka pada polisi di pintu masuk. Dikatakan tiga Muslim ditangkap, termasuk seorang penjaga,” ungkap pernyataan Waqf.

Baca juga: Israel Bicara Kecanggihan Roket Hamas: 'Jelas, Sidik Jari Iran di Mana-mana'

Juru bicara polisi Israel Micky Rosenfeld mengatakan tempat itu terbuka untuk "kunjungan rutin" dan polisi telah mengamankan daerah itu untuk mencegah "insiden," tanpa menjelaskan lebih lanjut.

Baca juga: Arab Saudi: Pengeras Suara Seluruh Masjid Hanya untuk Azan dan Iqamat

Polisi Israel sempat bentrok dengan jamaah Palestina setelah salat Jumat dalam ujian awal gencatan senjata, yang berlaku beberapa jam sebelumnya.

Baca juga: Bertemu Pemimpin Hamas, Emir Qatar Bahas Proses Rekonstruksi Gaza

Waqf mengatakan pada Minggu bahwa itu adalah pertama kalinya orang Yahudi diizinkan mengunjungi kompleks Al Aqsa itu sejak 4 Mei, sepekan sebelum kekerasan meletus.

Masjid al-Aqsa adalah tempat tersuci ketiga bagi umat Islam. Masjid itu terletak di puncak bukit yang luas di Kota Tua Yerusalem yang dihormati orang-orang Yahudi sebagai situs tersuci mereka karena itu adalah lokasi kuil-kuil alkitabiah.

Situs ini sering menjadi tempat kekerasan Israel-Palestina dan merupakan episentrum intifada atau pemberontakan Palestina pada 2000.

Polisi Israel berulang kali bentrok dengan pengunjuk rasa Palestina pada hari-hari menjelang 10 Mei, ketika pemimpin Hamas di Gaza menembakkan roket jarak jauh ke Yerusalem.

Pengusiran yang mengancam puluhan keluarga Palestina dari lingkungan dekat Yerusalem disebut sebagai pemicu utama lain dari perang 11 hari, yang dihentikan melalui gencatan senjata pada Jumat.

Dalam beberapa tahun terakhir, semakin banyak orang Yahudi religius dan nasionalis yang mengunjungi situs tersebut.

Warga Palestina takut Israel berencana mengambil alih kompleks atau beberapa bagian tempat itu.

Pemerintah Israel telah berulang kali mengatakan tidak berniat mengubah status quo, di mana Waqf mengawasi situs dalam pengawasan Yordania.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Israel Akui Genosida...
Israel Akui Genosida Armenia, Dikecam karena Juga Lakukan Genosida Gaza
Media Pro-IRGC: Iran...
Media Pro-IRGC: Iran Mutlak Harus Memiliki Bom Nuklir
Iran: Sifat Dasar AS...
Iran: Sifat Dasar AS Adalah Mengingkari Janji!
Ancaman Nyata Zionis...
Ancaman Nyata Zionis Bukan Iran, Industri Militer Israel Berlomba Melawan Drone Hizbullah
Iran Tuduh AS Khianati...
Iran Tuduh AS Khianati Perjanjian Damai saat Kedua Pihak Saling Serang
Benarkah Mossad Hendak...
Benarkah Mossad Hendak Habisi Bos Militer Pakistan Selama Perundingan AS-Iran di Swiss?
Berani Tanpa AS, Netanyahu:...
Berani Tanpa AS, Netanyahu: Kami akan Masuk ke Iran
Laporan Media: Iran...
Laporan Media: Iran - AS Sepakat Hentikan Serangan, Gelar Pertemuan Darurat di Qatar
Tragis! 5 Orang Sekeluarga...
Tragis! 5 Orang Sekeluarga Tewas Disambar Petir
Rekomendasi
Pajak JHT Diminta Hapus,...
Pajak JHT Diminta Hapus, Begini Janji Menkeu Purbaya
Kawal Kedaulatan Energi...
Kawal Kedaulatan Energi di Jatim, Komut Pertamina Mochamad Iriawan Cek Kesiapan SAF hingga B50
Mantan Karyawan Apple...
Mantan Karyawan Apple dan Audi Kembangkan Kendaraan Listrik Terinspirasi dari Armada Bulan
Berita Terkini
3 Alasan Malaysia Lanjutkan...
3 Alasan Malaysia Lanjutkan Pencarian MH370, Operasi Termahal di Dunia
Merasa Dikucilkan di...
Merasa Dikucilkan di NATO, Erdogan Minta Turki Dimasukkan dalam Struktur Keamanan Eropa
Kekurangan Uang, Ukraina...
Kekurangan Uang, Ukraina Terpaksa Bersekongkol dengan Kartel Narkoba Meksiko
Hanya Iran yang Bisa...
Hanya Iran yang Bisa Membuka Selat Hormuz, Ini 3 Alasannya
Aset Iran yang Dibekukan...
Aset Iran yang Dibekukan Rp107 Triliun Segera Cair, Perundingan Digelar di Qatar
Rusia Alami Krisis BBM...
Rusia Alami Krisis BBM Akibat Serangan Efektif Drone Ukraina, Ini 4 Faktanya
Infografis
Ahmad Vahidi, Panglima...
Ahmad Vahidi, Panglima Baru IRGC di Tengah Perang Lawan AS-Israel
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved