Presiden Palestina Batalkan Perayaan Idul Fitri setelah Agresi Israel
Rabu, 12 Mei 2021 - 23:01 WIB
loading...
Presiden Palestina Mahmoud Abbas. Foto/REUTERS
A
A
A
TEPI BARAT - Presiden Palestina Mahmoud Abbas membatalkan perayaan resmi Idul Fitri untuk berduka atas para martir Palestina yang terbunuh oleh pemboman Israel di Jalur Gaza.
Kepresidenan Palestina mengatakan Abbas menghubungi anggota Komite Sentral Fatah, Ahmed Helles, Gubernur Gaza Utara, Salah Abu Warda, dan pejabat lainnya di Jalur Gaza, untuk menindaklanjuti agresi Israel yang sedang berlangsung di daerah kantong yang terkepung yang menyebabkan kematian 35 warga Palestina termasuk sepuluh anak dan seorang wanita hamil.
Abbas juga menekankan, “Ketabahan dan persatuan rakyat Palestina sangat penting dalam menghadapi agresi yang mempengaruhi seluruh rakyat kita di Gaza dan Tepi Barat, dan Yerusalem."
Baca juga: Dipukuli dan Ditangkap Militer Israel, Perempuan Palestina Ini Tersenyum
Sementara itu, juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu-Rudeinah mengatakan, "Yerusalem Timur adalah ibu kota abadi Palestina sesuai legitimasi internasional dan hukum internasional."
Baca juga: Viral, Video Sistem Iron Dome Israel Kewalahan Hadapi Roket dari Gaza
Ini terjadi sebagai tanggapan atas pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa, "Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota persatuan Israel."
Kepresidenan Palestina mengatakan Abbas menghubungi anggota Komite Sentral Fatah, Ahmed Helles, Gubernur Gaza Utara, Salah Abu Warda, dan pejabat lainnya di Jalur Gaza, untuk menindaklanjuti agresi Israel yang sedang berlangsung di daerah kantong yang terkepung yang menyebabkan kematian 35 warga Palestina termasuk sepuluh anak dan seorang wanita hamil.
Abbas juga menekankan, “Ketabahan dan persatuan rakyat Palestina sangat penting dalam menghadapi agresi yang mempengaruhi seluruh rakyat kita di Gaza dan Tepi Barat, dan Yerusalem."
Baca juga: Dipukuli dan Ditangkap Militer Israel, Perempuan Palestina Ini Tersenyum
Sementara itu, juru bicara kepresidenan Palestina Nabil Abu-Rudeinah mengatakan, "Yerusalem Timur adalah ibu kota abadi Palestina sesuai legitimasi internasional dan hukum internasional."
Baca juga: Viral, Video Sistem Iron Dome Israel Kewalahan Hadapi Roket dari Gaza
Ini terjadi sebagai tanggapan atas pernyataan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu bahwa, "Yerusalem akan tetap menjadi ibu kota persatuan Israel."
Lihat Juga :