Blinken Akui Kebijakan AS Kerap Terobos Hukum Internasional

Minggu, 09 Mei 2021 - 14:27 WIB
loading...
Blinken Akui Kebijakan...
Menteri Luar Negeri AS, Antony Blinken mengatakan bahwa beberapa tindakan AS dalam beberapa tahun terakhir telah merusak tatanan dunia berbasis aturan. Foto/REUTERS
A A A
WASHINGTON - Menteri Luar Negeri Amerika Serikat (AS) , Antony Blinken membuat pengakuan langka terkait dengan kebijakan AS. Dia mengakui bahwa ada beberapa kebijakan AS yang melanggar hukum internasional.

Berbicara di Debat Terbuka Dewan Keamanan (DK) PBB tentang Multilateralisme, Blinken mengatakan bahwa beberapa tindakan AS dalam beberapa tahun terakhir telah merusak tatanan dunia berbasis aturan. Baca juga: Warga AS Protes Aktivitas Seks Tetangga Kelewat Berisik, Tunjukkan Rekaman sebagai Bukti

"Saya tahu bahwa beberapa tindakan kami dalam beberapa tahun terakhir telah merusak tatanan berbasis aturan dan membuat orang lain mempertanyakan apakah kami masih berkomitmen untuk itu," ucapnya, seperti dilansir Xinhua pada Minggu (9/5/2021).

Selama pemerintahan mantan Presiden AS, Donald Trump, Washington mengumumkan keluarnya AS dari beberapa perjanjian internasional. Baca juga: Pertemuan DK PBB Panas, AS Sebut Rusia dan China Pemicu Kekacauan Global

Salah satunya adalah keputusan untuk keluar dari kesepakatan nuklir Iran, perjanjian penting yang ditandatangani pada 2015 antara Iran dan enam negara besar.

AS juga memutuskan untuk keluar dari Perjanjian Paris pada Juni 2017 dan secara resmi menarik diri dari kesepakatan perubahan iklim pada 4 November 2020, menjadikannya satu-satunya negara di antara hampir 200 penandatangan yang telah meninggalkan agenda global untuk memerangi perubahan iklim ini.
(esn)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Militer AS Tutupi Jumlah...
Militer AS Tutupi Jumlah Korban Luka dan Tewas, Malu karena Kalah Perang Iran?
Korban Jiwa Militer...
Korban Jiwa Militer AS Berjatuhan, Trump: Iran Akan Bayar Berkali-kali Lipat!
Iran Nyatakan Perang...
Iran Nyatakan Perang Skala Penuh, Rudalnya Gempur Pangkalan AS di Kuwait
Rupiah Tertekan Sore...
Rupiah Tertekan Sore Ini, Dolar AS Menguat Tembus Rp17.930
Feri Tua Membawa 133...
Feri Tua Membawa 133 Orang Terbalik di Pantai Atlantik, 66 Orang Masih Hilang
Garda Revolusi Iran...
Garda Revolusi Iran Sudah di Yaman, Siap Blokade Laut Merah
Rekomendasi
Aktivis Pemuda Apresiasi...
Aktivis Pemuda Apresiasi Upaya Sinergi Komdigi Berantas Judol
Program Berkelanjutan...
Program Berkelanjutan Kesehatan Jangkau Lebih dari 16.500 Orang
Bittime: Pasar Tokenisasi...
Bittime: Pasar Tokenisasi Aset RI Diramal Sentuh USD88 Miliar di 2030
Berita Terkini
Iran Berterima Kasih...
Iran Berterima Kasih pada Warga Yordania karena Bantu Menargetkan Pasukan AS
Pertahanan Udara AS...
Pertahanan Udara AS Kewalahan Hadapi Rudal-rudal Iran yang Kian Canggih
Waspada! AS Rencanakan...
Waspada! AS Rencanakan Perang yang Lebih Luas dengan Iran
Saat Banyak Orang Bermigrasi...
Saat Banyak Orang Bermigrasi ke Berlin, tapi 288.000 Warga Jerman Justru Pilih Tinggalkan Negaranya
Zelensky Ditekan untuk...
Zelensky Ditekan untuk Pecat Jenderal Tertinggi Ukraina di Tengah Perang Melawan Rusia
Khalil al-Hayya Jadi...
Khalil al-Hayya Jadi Pemimpin Hamas, Perjuangan Gaza Makin Konfrontatif atau Pragmatis?
Infografis
AS Kerahkan 15.000 Prajurit...
AS Kerahkan 15.000 Prajurit dan 100 Jet Tempur Amankan Selat Hormuz
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved