UEA Importir Senjata Turki Terbesar Ketiga setelah AS dan Azerbaijan
Sabtu, 08 Mei 2021 - 18:01 WIB
loading...
Sistem senjata terlihat di Ankara, Turki, 12 November 2020. Foto/Anadolu Agency
A
A
A
DUBAI - Uni Emirat Arab (UEA) berada di tempat ketiga terbesar dalam daftar negara-negara yang mengimpor produk pertahanan Turki selama kuartal pertama 2021.
Data tersebut dilaporkan kantor berita Anadolu.
Menurut laporan, Amerika Serikat (AS) menduduki peringkat pertama, mengimpor senjata senilai USD386 juta, meningkat sekitar 56% selama periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Bentrok dengan Polisi Israel di Yerusalem Timur, 200 Warga Palestina Terluka
Azerbaijan berada di urutan kedua dengan pembelian lebih dari USD117 juta, kemudian UEA di urutan ketiga, dengan pembelian senilai lebih dari USD90 juta.
Baca juga: Yerusalem Timur Memanas, Israel Coba Gusur Paksa Rakyat Palestina
Ekspor pertahanan Turki juga naik 47,7% selama kuartal pertama tahun 2021.
Baca juga: Rusia Dituduh Gunakan Teknologi Israel untuk Selamatkan Assad
Menurut data dari Kementerian Perdagangan dan Dewan Eksportir, nilai ekspor pada Januari berjumlah sekitar USD167 juta dan lebih dari USD233 juta pada Februari, sekitar USD247 juta pada Maret, dan lebih dari USD302,5 juta pada April.
Data tersebut dilaporkan kantor berita Anadolu.
Menurut laporan, Amerika Serikat (AS) menduduki peringkat pertama, mengimpor senjata senilai USD386 juta, meningkat sekitar 56% selama periode yang sama tahun lalu.
Baca juga: Bentrok dengan Polisi Israel di Yerusalem Timur, 200 Warga Palestina Terluka
Azerbaijan berada di urutan kedua dengan pembelian lebih dari USD117 juta, kemudian UEA di urutan ketiga, dengan pembelian senilai lebih dari USD90 juta.
Baca juga: Yerusalem Timur Memanas, Israel Coba Gusur Paksa Rakyat Palestina
Ekspor pertahanan Turki juga naik 47,7% selama kuartal pertama tahun 2021.
Baca juga: Rusia Dituduh Gunakan Teknologi Israel untuk Selamatkan Assad
Menurut data dari Kementerian Perdagangan dan Dewan Eksportir, nilai ekspor pada Januari berjumlah sekitar USD167 juta dan lebih dari USD233 juta pada Februari, sekitar USD247 juta pada Maret, dan lebih dari USD302,5 juta pada April.
(sya)
Lihat Juga :