Pemimpin Oposisi Zionis: Kesepakatan Damai AS-Iran Berarti Tak Satu Pun Tujuan Perang Israel Tercapai

Minggu, 14 Juni 2026 - 11:29 WIB
loading...
Pemimpin Oposisi Zionis:...
Pemimpin oposisi Zionis Israel Yair Lapid sebut tercapainya kesepakatan damai AS-Iran berarti tak satu pun tujuan perang Israel tecapai. Foto/Al Arabiya English
A A A
TEL AVIV - Pemimpin oposisi yang juga mantan Perdana Menteri (PM) Zionis Israel, Yair Lapid, gusar dengan kesepakatan damai yang sedang diselesaikan antara Amerika Serikat (AS) dan Iran. Menurutnya, kesepakatan itu buruk bagi Israel

Presiden AS Donald Trump mengumumkan bahwa kesepakatan itu akan ditandatangani pada hari Minggu (14/6/2026), sementara Iran mengatakan nota kesepahaman akan disepakati dalam beberapa hari mendatang, tanpa mengonfirmasi tanggal yang pasti.

Baca Juga: Trump: AS dan Iran Teken Kesepakatan Hari Ini, Selat Hormuz Akan Dibuka untuk Semua

“Kesepakatan yang muncul tidak mencapai satu pun tujuan perang Israel. Rezim (Iran) tetap bertahan, program rudalnya tetap utuh, dan Iran dapat membangun kembali program nuklirnya,” tulis Lapid di X.

Dia berpendapat bahwa kesepakatan itu merupakan “kegagalan total” Perdana Menteri Benjamin Netanyahu.

AS dan Israel melancarkan kampanye militer gabungan terhadap Iran pada 28 Februari, yang memicu serangan balasan Teheran di seluruh Timur Tengah. Agresi gabungan itu juga memaksa Iran menutup Selat Hormuz untuk hampir semua pelayaran, memicu lonjakan harga energi global.

Aski saling serang reguler sebagian besar berhenti setelah gencatan senjata tercapai pada 8 April.

Meskipun detail pasti dari kesepakatan AS dan Iran belum dipublikasikan, Trump mengatakan Iran akan berjanji untuk tidak mencari senjata nuklir, sementara AS akan mengurangi dan menghancurkan persediaan uranium yang diperkaya milik Republik Islam Iran.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Lebih dari 50.000 Orang...
Lebih dari 50.000 Orang Dilaporkan Hilang akibat Gempa Venezuela
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan...
AS Ingin Pindahkan Pangkalan-Pangkalan di Teluk yang Rusak Akibat Serangan Iran ke Israel
6 Petani Diculik Tentara...
6 Petani Diculik Tentara Israel di Lebanon Selatan
Lebanon dan Israel Tandatangani...
Lebanon dan Israel Tandatangani Kesepakatan Kerangka Kerja untuk Akhiri Perang
India Tuntut Pertanggungjawaban...
India Tuntut Pertanggungjawaban atas Para Pelaku Pemboman Sekolah
Mengapa Gol Iran ke...
Mengapa Gol Iran ke Gawang Mesir Dianulir? Ini Penjelasan Aturan Offside di Piala Dunia 2026
Gelombang Panas Dahsyat...
Gelombang Panas Dahsyat Landa Eropa, Picu Lebih dari 200 Kematian di Spanyol dan Prancis
Mengenal Gempa Doublet...
Mengenal Gempa Doublet di Venezuela Tewaskan Ratusan Orang, Jarang Terjadi
Rekomendasi
Pekan Raya Jakarta 2026...
Pekan Raya Jakarta 2026 Belum Humanis bagi Pengunjungnya
Sinergi BPJS dan Kejaksaan...
Sinergi BPJS dan Kejaksaan Agung, Jaga Keberlangsungan JKN
BSSN, ABI dan PINTU...
BSSN, ABI dan PINTU Perkuat Sinergi Jamin Keamanan Transaksi Digital
Berita Terkini
Pesawat Tabrak Gedung...
Pesawat Tabrak Gedung Tertinggi di China, 1 Jam Setelahnya Tampak Normal
Jet Tempur China dan...
Jet Tempur China dan Rusia Kompak Masuk ke Zona Pertahanan Udara Korsel
Balas Serangan AS, Iran...
Balas Serangan AS, Iran Gempur Bahrain
Korut Masih Andalkan...
Korut Masih Andalkan Senjata Besar, Korsel Beralih ke 500.000 Prajurit Drone, Siapa Lebih Unggul?
Ukraina Berusaha Rebut...
Ukraina Berusaha Rebut Kesempatan Pertama untuk Menang, tapi Kenapa Selalu Gagal?
Pengadilan Inggris Butuh...
Pengadilan Inggris Butuh 300 Tahun untuk Selesaikan Tumpukan Kasus
Infografis
6 Jenderal Bintang 4...
6 Jenderal Bintang 4 AS Ini Pernah Peringatkan Trump soal Risiko Perang Melawan Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved