Putra Mahkota MBS Angkat Bicara soal Wahhabisme di Arab Saudi
Jum'at, 07 Mei 2021 - 04:15 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Jenderal Top Iran: Israel Bisa Dikalahkan Hanya dengan Satu Pukulan
Lebih lanjut, Pangeran MBS menegaskan penentangannya terhadap ekstremisme di negranya. "Dalam segala hal, ekstremisme tidak dapat diterima. Nabi Muhammad bersabda, menurut salah satu haditsnya: 'Suatu hari nanti, para ekstremis akan muncul. Bunuh mereka'. [Alquran mengatakan:] 'Jangan melampaui batas dalam agama Anda'. [Nabi bersabda:] 'Negara-negara sebelumnya dihancurkan karena ekstremisme mereka'. Ekstremisme dalam segala hal—agama kita, budaya kita, identitas Arab kita—sangat berbahaya. Kami mengetahui hal ini dari referensi ke Nabi Muhammad, dari pengalaman duniawi kami, dan
dari sejarah yang kami baca," imbuh dia.
"Arab Saudi telah menjadi target utama kelompok ekstremis dan teroris di seluruh dunia. Jika saya menjadi Osama bin Laden dan ingin menyebarkan ideologi ekstremis saya ke seluruh dunia dan terutama di kalangan Muslim—dari mana saya akan mulai? negara kiblat dan tempat-tempat suci umat Islam, negara tempat para peziarah Muslim datang, dan ke arah mana umat Islam (salat) lima kali sehari. Jika saya berhasil menyebarkan ideologi saya di sana, secara otomatis akan menyebar ke seluruh dunia," paparnya.
"Jadi setiap ideologi ekstremis dimulai dengan menargetkan Arab Saudi. Kami mengalami periode yang sangat sulit antara tahun 1950-an dan 1970-an. Ideologi Pan-Arab, sosialisme, komunisme, dan semua ideologi lain di wilayah ini...Ideologi ini berfungsi
sebagai peluang bagi banyak ideologi ekstremis untuk memasuki Arab Saudi, dengan satu atau lain cara."
"Para ekstremis ini telah mengambil berbagai posisi dalam pemerintahan atau ekonomi. Ini membawa konsekuensi yang tidak menyenangkan. Kami telah melihat konsekuensinya dalam beberapa tahun terakhir. Hari ini, kami tidak dapat tumbuh, kami tidak dapat menarik modal, kami tidak dapat memiliki pariwisata, kami tidak dapat bergerak maju, jika ada ideologi ekstremis di Arab Saudi. Jika Anda ingin menciptakan jutaan pekerjaan, jika Anda ingin pengangguran turun, jika Anda ingin ekonomi tumbuh, dan jika Anda ingin pendapatan Anda meningkat, Anda perlu mencabut ideologi ini untuk demi semua kepentingan
duniawi itu," imbuh dia.
Lebih lanjut, Pangeran MBS menegaskan penentangannya terhadap ekstremisme di negranya. "Dalam segala hal, ekstremisme tidak dapat diterima. Nabi Muhammad bersabda, menurut salah satu haditsnya: 'Suatu hari nanti, para ekstremis akan muncul. Bunuh mereka'. [Alquran mengatakan:] 'Jangan melampaui batas dalam agama Anda'. [Nabi bersabda:] 'Negara-negara sebelumnya dihancurkan karena ekstremisme mereka'. Ekstremisme dalam segala hal—agama kita, budaya kita, identitas Arab kita—sangat berbahaya. Kami mengetahui hal ini dari referensi ke Nabi Muhammad, dari pengalaman duniawi kami, dan
dari sejarah yang kami baca," imbuh dia.
"Arab Saudi telah menjadi target utama kelompok ekstremis dan teroris di seluruh dunia. Jika saya menjadi Osama bin Laden dan ingin menyebarkan ideologi ekstremis saya ke seluruh dunia dan terutama di kalangan Muslim—dari mana saya akan mulai? negara kiblat dan tempat-tempat suci umat Islam, negara tempat para peziarah Muslim datang, dan ke arah mana umat Islam (salat) lima kali sehari. Jika saya berhasil menyebarkan ideologi saya di sana, secara otomatis akan menyebar ke seluruh dunia," paparnya.
"Jadi setiap ideologi ekstremis dimulai dengan menargetkan Arab Saudi. Kami mengalami periode yang sangat sulit antara tahun 1950-an dan 1970-an. Ideologi Pan-Arab, sosialisme, komunisme, dan semua ideologi lain di wilayah ini...Ideologi ini berfungsi
sebagai peluang bagi banyak ideologi ekstremis untuk memasuki Arab Saudi, dengan satu atau lain cara."
"Para ekstremis ini telah mengambil berbagai posisi dalam pemerintahan atau ekonomi. Ini membawa konsekuensi yang tidak menyenangkan. Kami telah melihat konsekuensinya dalam beberapa tahun terakhir. Hari ini, kami tidak dapat tumbuh, kami tidak dapat menarik modal, kami tidak dapat memiliki pariwisata, kami tidak dapat bergerak maju, jika ada ideologi ekstremis di Arab Saudi. Jika Anda ingin menciptakan jutaan pekerjaan, jika Anda ingin pengangguran turun, jika Anda ingin ekonomi tumbuh, dan jika Anda ingin pendapatan Anda meningkat, Anda perlu mencabut ideologi ini untuk demi semua kepentingan
duniawi itu," imbuh dia.
(min)
Lihat Juga :