Putra Mahkota MBS Angkat Bicara soal Wahhabisme di Arab Saudi

loading...
Putra Mahkota MBS Angkat Bicara soal Wahhabisme di Arab Saudi
Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman. Foto/REUTERS
RIYADH - Putra Mahkota Arab Saudi Mohammad bin Salman (MBS) dalam sebuah wawancara dengan media setempat tak hanya menegaskan Alquran sebagai konstitusi. Dia juga berbicara tentang Wahhabisme di negaranya.

Seorang jurnalis media Arab Saudi, Channel 1, bertanya; "Yang Mulia, apakah Anda berkomitmen pada satu mazhab tunggal? Apakah [hanya] mazhab Syekh Muhammad Ibn Abd al-Wahhab yang harus menafsirkan Alquran dan hadits?"

Baca juga: Indonesia Kerahkan 'Pasukan Setan', Benny Wenda 'Merengek' pada Dunia



Syekh Muhammad Ibn Abd al-Wahhab adalah seorang ahli teologi agama Islam dan seorang tokoh pemimpin gerakan keagamaaan yang menjabat sebagai mufti Daulah Su'udiyyah yang kemudian berubah menjadi Kerajaan Arab Saudi.

Gagasannya kemudian dikenal sebagai Wahhabisme, semacam pemurnian. Mazhab ini dikenal menentang Sufisme.

Menjawab pertanyaan tersebut, Pangeran MBS berkata; "Berkomitmen pada satu mazhab pemikiran atau satu ulama sama saja dengan pendewaan manusia. Allah dan Nabi Muhammad...Allah tidak menempatkan penghalang antara diri-Nya dan manusia. Dia menurunkan Alquran-Nya, dan mengutus Nabi Muhammad mengimplementasikannya di tanah, dan ijtihad terbuka untuk selamanya."

"Jika Syekh Muhammad Ibn Abd al-Wahhab bangkit dari kuburnya, dan melihat bahwa kita berkomitmen pada teksnya, sambil mengunci pikiran kita untuk ijtihad, dengan demikian mendewakannya dan meniupnya keluar dari proporsi, dia akan menjadi orang pertama yang menentang ini," katanya.

"Tidak ada satu mazhab pemikiran yang konstan atau satu individu yang konstan. Ijtihad Alquran dan Sunnah Nabi berlanjut, dan fatwa adalah tunduk pada penilaian waktu dan tempat," ujarnya.

Pangeran MBS lantas memberikan contoh. "Misalnya, jika seorang syekh yang terhormat mengeluarkan fatwa 100 tahun yang lalu, tanpa mengetahui apakah Bumi itu bulat atau tidak, dan tidak memiliki pengetahuan tentang benua, tentang teknologi, dan sebagainya—fatwanya didasarkan pada data dan informasi yang siap membantu dan memahami Alquran dan Sunnah. Tetapi hal-hal ini telah berubah dalam situasi kita saat ini. Pada akhirnya, Alquran dan Sunnah merupakan sumber otoritas kita, seperti yang telah saya katakan," katanya.

Jurnalis tersebut melanjutkan pertanyaannya, "Sehubungan dengan sistem status pribadi—Yang Mulia mengatakan bahwa Kode Yudisial kita tidak pantas."



Pangeran MBS menjawab: "Kami tidak perlu menemukan kembali roda. Seluruh dunia mengikuti aturan dan kode yang jelas, yang mengatur kehidupan orang. Peran kami adalah memastikan bahwa semua hukum yang diatur di Arab Saudi tidak melanggar Alquran dan Sunnah, Alquran adalah konstitusi kami."

"Juga kami perlu memastikan bahwa undang-undang ini memperkuat kepentingan kami, melindungi keamanan dan kepentingan warga negara, dan membantu dalam pembangunan dan kemakmuran negara. Dengan pemikiran ini, kami membuat undang-undang yang sejalan dengan norma internasional. Anda ingin turis datang. Tujuan Anda adalah memiliki 100 juta turis, untuk menciptakan 3 juta pekerjaan. Tetapi jika Anda mengumumkan bahwa Anda menciptakan [sistem hukum] baru yang tidak mengikuti hukum yang diakui secara internasional, turis tersebut tidak akan datang," ujarnya.

"Jika Anda ingin meningkatkan investasi asing dari 5 menjadi 17 miliar riyal, seperti yang kami lakukan, dan Anda memberi tahu orang-orang untuk datang dan berinvestasi di sini 'tetapi saya memiliki penemuan [legal] baru'—pengacara mereka tidak akan tahu siapa saya asalkan Anda mengambil, mereka tidak akan tahu bagaimana undang-undang ini diterapkan, dan mereka harus menginvestasikan uang dalam jumlah besar...Akhirnya, mereka akan berkata: 'Saya tidak perlu berinvestasi di negara itu'. Jika Anda ingin menarik pikiran cerdas dan orang-orang terampil untuk bekerja di Arab Saudi, tetapi Anda memberi tahu mereka bahwa Anda menemukan cara baru untuk membuat undang-undang—tidak ada yang akan datang ke sini."
halaman ke-1
preload video
TULIS KOMENTAR ANDA!
Top