India Terima Gelombang Pertama Vaksin COVID-19 Rusia pada 1 Mei

Selasa, 27 April 2021 - 10:42 WIB
loading...
India Terima Gelombang...
Petugas medis menyiapkan vaksin COVISHIELD buatan Serum Institute of India, di Max Super Speciality Hospital, New Delhi, India. Foto/REUTERS
A A A
NEW DELHI - India akan menerima gelombang pertama vaksin Sputnik V buatan Rusia untuk melawan COVID-19 pada 1 Mei.

Pernyataan itu diungkapkan Kepala Dana Investasi Langsung Rusia, Kirill Dmitriev, pada Reuters.

Dia tidak mengatakan berapa banyak vaksin yang akan dibuat dalam gelombang pertama atau di mana mereka akan dibuat.

Baca juga: Tsunami COVID-19 Memburuk, India Kirim Tentara untuk Bantu Rumah Sakit

India saat ini dalam cengkeraman gelombang kedua pandemi virus corona.

Baca juga: 'Tsunami' COVID India, yang Sabotase Oksigen Akan Digantung!

Negara itu sedang berjuang mengatasi infeksi virus corona yang melonjak hingga para pasien membanjiri rumah sakit.

Baca juga: 'Tsunami' COVID India: Tuhan Tolong Kami, Tuhan Tolong India

Negara-negara seperti Inggris, Jerman, dan Amerika Serikat (AS) telah berjanji mengirim bantuan medis segera ke India.

"Dosis pertama akan diberikan pada 1 Mei," ungkap Dmitriev, seraya menambahkan dia berharap pasokan Rusia akan membantu India keluar dari pandemi pada waktunya.

Dana kekayaan kedaulatan Rusia, RDIF yang memasarkan Sputnik V secara global, telah menandatangani perjanjian dengan lima produsen terkemuka India untuk lebih dari 850 juta dosis vaksin setahun.

RDIF memperkirakan produksi vaksin di India akan mencapai 50 juta dosis sebulan pada musim panas dan terus meningkat.

Kepala Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) menggambarkan situasi di negara terpadat kedua di dunia itu sebagai "sangat memilukan" karena itu WHO berencana menyediakan staf dan persediaan tambahan, termasuk perangkat konsentrator oksigen.

Perusahaan farmasi Rusia Pharmasyntez mengatakan sebelumnya pada Senin bahwa mereka siap mengirimkan hingga 1 juta bungkus obat antivirus remdesivir ke India pada akhir Mei.

Langkah itu dilakukan setelah mendapat persetujuan dari pemerintah Rusia.
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
India Gempar, Seorang...
India Gempar, Seorang Ibu Diperkosa Beramai-ramai di Depan Anaknya
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Film Maatrubhumi Jadi...
Film Maatrubhumi Jadi Sorotan karena Angkat Isu Geopolitik
Dampak Kunjungan Trump,...
Dampak Kunjungan Trump, China Perketat Pembatasan Aktivis dan Pengawasan Domestik
Momen PM Inggris Keir...
Momen PM Inggris Keir Starmer Tak Kuasa Menahan Tangis saat Umumkan Mundur
Rekomendasi
Anggota Polri dan TNI...
Anggota Polri dan TNI Gugur saat Selamatkan Anak Tenggelam di Pantai Maluku Tenggara
Timnas Iran Tinggalkan...
Timnas Iran Tinggalkan Surat Tulisan Tangan di Ruang Ganti Piala Dunia 2026
Dari Sopir Bus Mendadak...
Dari Sopir Bus Mendadak Jadi Pemimpin Negara? Ini Serunya Microdrama Love In A Fallen Nation di V+Short
Berita Terkini
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Siapa Ahmed Wishah?...
Siapa Ahmed Wishah? Jurnalis Al Jazeera yang Dibunuh Israel
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Infografis
Capaian Vaksinasi Covid-19...
Capaian Vaksinasi Covid-19 di Indonesia, Dosis Pertama 86,95%
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved