UE Sanksi 10 Orang dan Dua Perusahaan Militer Myanmar

Kamis, 15 April 2021 - 22:57 WIB
loading...
UE Sanksi 10 Orang dan...
Uni Eropa setuju menjatuhkan sanksi kepada 10 orang dan dua perusahaan militer Myanmar. Foto/Ilustrasi
A A A
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) telah setuju untuk menjatuhkan sanksi kepada 10 orang yang terkait dengan kudeta 1 Februari di Myanmar dan menargetkan dua perusahaan yang dijalankan oleh angkatan bersenjata negara itu. Sanksi yang dijatuhkan untuk pertama kalinya ini sebagai bentuk protes atas kudeta yang dilakukan militer Myanmar .

Menurut para diplomat langkah-langkah tersebut akan berlaku minggu depan, menargetkan dua perusahaan yang menghasilkan pendapatan bagi Angkatan Bersenjata Myanmar.

Sementara UE memiliki embargo senjata terhadap Myanmar dan menargetkan 11 pejabat militer senior bulan lalu, keputusan untuk menargetkan dua perusahaan adalah respons paling signifikan sejauh ini dari UE sejak kudeta yang menggulingkan pemerintah terpilih yang dipimpin oleh peraih Nobel perdamaian Aung San Suu Kyi.

"Sebuah daftar akan diadopsi. Sudah disepakati dengan 10 individu dan dua entitas. Ada diskusi tentang entitas mana yang akan ditambahkan terkait dengan junta dan dua yang disetujui," kata seorang diplomat Eropa seperti dikutip dari Reuters, Kamis (15/4/2021).

Seorang diplomat Eropa lainnya mengkonfirmasi kesepakatan di antara 27 duta besar UE.

Baca juga: UE Sebut Rusia dan China Hambat Upaya Internasional Terkait Myanmar

Penjelasan lebih lanjut terkait hal ini belum diketahui. UE menolak berkomentar, dan tidak ada seorang pun di misi diplomatik Myanmar untuk UE di Brussel yang dapat dihubungi untuk memberikan tanggapan.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pendiri Telegram: Uni...
Pendiri Telegram: Uni Eropa Berubah Menjadi Republik Pisang
Uni Eropa Perketat Impor...
Uni Eropa Perketat Impor E-Commerce, Era Paket Murah dari China Mulai Berakhir
Diduga Bantu Pemberontak...
Diduga Bantu Pemberontak Myanmar, India Tangkap Tentara Bayaran Ukraina dan AS
Uni Eropa Sembunyikan...
Uni Eropa Sembunyikan 17 File Rahasia Gaza, PBB Sebut Israel Lakukan Genosida
3 Alasan Denmark Larang...
3 Alasan Denmark Larang Mengumandangkan Azan, Tidak Ingin Seperti Islamabad
10 Tahun Brexit, Mayoritas...
10 Tahun Brexit, Mayoritas Rakyat Inggris Menyesal!
Apes, Uni Eropa Terancam...
Apes, Uni Eropa Terancam Kehilangan Pasokan Gas AS usai Tinggalkan Rusia
AS Serang Iran, Ledakan...
AS Serang Iran, Ledakan Hebat Terdengar di Bandara Abbas hingga Pulau Qeshm
Arab Saudi Terbitkan...
Arab Saudi Terbitkan Paket Visa Elektronik untuk Pelancong Indonesia, Apa Itu?
Rekomendasi
Kapasitas Baterai iPhone...
Kapasitas Baterai iPhone Lipat Terungkap Secara Tak Terduga
Bacakan Duplik, Polda...
Bacakan Duplik, Polda Metro Jaya dan Kejaksaan Tetap Minta Praperadilan Roy Suryo Ditolak
Prabowo Kumpulin Menteri...
Prabowo Kumpulin Menteri di Hambalang Bahas Harga Khusus BBM untuk Nelayan
Berita Terkini
Perang Iran Kembali...
Perang Iran Kembali Berkecamuk, Cadangan Rudal Strategis AS Terus Menipis
Siapa Zhang Zhidong?...
Siapa Zhang Zhidong? Warga China yang Dituduh sebagai Raja Fentanyl Meksiko
Tren Tak Mau Punya Anak...
Tren Tak Mau Punya Anak Melonjak di Jepang, Humanisasi Bayi Berbulu Berkembang Pesat
Gencatan Senjata Berakhir!...
Gencatan Senjata Berakhir! Perang Houthi dan Arab Saudi Bisa Pecah Kapan Saja
AS Ingin Ambil Alih...
AS Ingin Ambil Alih Selat Hormuz, Trump: Kita Akan Dapat Bayaran
Citra Satelit Ungkap...
Citra Satelit Ungkap Kerusakan Parah pada Pangkalan AS Akibat Serangan Iran
Infografis
SEA Games 2025: Timnas...
SEA Games 2025: Timnas Indonesia U-23 Bentrok Myanmar, Filipina, dan Singapura
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved