UE Sebut Rusia dan China Hambat Upaya Internasional Terkait Myanmar
Senin, 12 April 2021 - 02:51 WIB
loading...
Kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Josep Borrell menuturkan, Rusia dan China menghambat tanggapan internasional terhadap kudeta militer Myanmar. Foto/REUTERS
A
A
A
BRUSSELS - Uni Eropa (UE) menuturkan, Rusia dan China menghambat tanggapan internasionalterhadap kudeta militer Myanmar. UE juga mengatakan dapat menawarkan lebih banyak insentif ekonomi jika demokrasi kembali ke Myanmar.
Meski demikian, kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Josep Borrell menuturkan bahwa dia tidak terkejut dengan langkah Rusia dan China tersebut. Baca juga: Serukan Pembebasan Suu Kyi, Dubes Myanmar Dikunciin Diluar Kedubes London
Seperti diketahui, China dan Rusia sama-sama memiliki hubungan dengan Angkatan Bersenjata Myanmar, masing-masing sebagai pemasok senjata terbesar pertama dan kedua ke negara itu.
"Tidak mengherankan jika Rusia dan China memblokir upaya Dewan Keamanan (DK) PBB, misalnya untuk memberlakukan embargo senjata," kata Borrell dalam sebuah pernyataan.
"Persaingan geopolitik di Myanmar akan membuat sangat sulit untuk menemukan kesamaan. Tapi, kita punya kewajiban untuk mencobanya," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (12/4/2021).
Meski demikian, kepala Kebijakan Luar Negeri UE, Josep Borrell menuturkan bahwa dia tidak terkejut dengan langkah Rusia dan China tersebut. Baca juga: Serukan Pembebasan Suu Kyi, Dubes Myanmar Dikunciin Diluar Kedubes London
Seperti diketahui, China dan Rusia sama-sama memiliki hubungan dengan Angkatan Bersenjata Myanmar, masing-masing sebagai pemasok senjata terbesar pertama dan kedua ke negara itu.
"Tidak mengherankan jika Rusia dan China memblokir upaya Dewan Keamanan (DK) PBB, misalnya untuk memberlakukan embargo senjata," kata Borrell dalam sebuah pernyataan.
"Persaingan geopolitik di Myanmar akan membuat sangat sulit untuk menemukan kesamaan. Tapi, kita punya kewajiban untuk mencobanya," sambungnya, seperti dilansir Reuters pada Senin (12/4/2021).
Lihat Juga :