Berbeda dengan Trump, Kenapa Uni Eropa Tetap Ngotot Dukung Ukraina Melawan Rusia?

Minggu, 10 November 2024 - 21:10 WIB
loading...
Berbeda dengan Trump,...
Uni Eropa tetap ngotot mendukung Ukraina dalam perang melawan Rusia. Foto/X/@ZelenskyyUa
A A A
MOSKOW - Kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa Josep Borrell telah menjanjikan dukungan "tak tergoyahkan" untuk Ukraina , pada kunjungan pertamanya ke Kyiv setelah kemenangan presiden AS Donald Trump.

Kemenangan Trump dalam pemilihan umum Amerika Serikat telah menimbulkan kekhawatiran di Ukraina dan Eropa bahwa Republikan yang mudah berubah itu dapat mengakhiri dukungan Washington untuk perjuangan Kyiv melawan invasi Rusia.

“Tujuan yang jelas dari kunjungan ini adalah untuk menyatakan dukungan Uni Eropa kepada Ukraina – dukungan ini tetap teguh,” kata Borrell, yang akan meninggalkan jabatannya bulan depan, kepada wartawan di Kyiv pada Sabtu.

“Dukungan ini benar-benar dibutuhkan agar Anda dapat terus membela diri terhadap agresi Rusia,” tambahnya.

Selama kampanye kepresidenannya, Trump menyarankan bahwa Ukraina mungkin harus menyerahkan wilayahnya kepada Rusia untuk mencapai kesepakatan damai, sesuatu yang ditolak Ukraina dan tidak pernah disarankan oleh Presiden AS Joe Biden.

Berbicara kepada para pemimpin Eropa pada pertemuan puncak di Hungaria pada hari Kamis, Presiden Ukraina Volodymyr Zelenskyy mendesak Eropa dan AS untuk tidak melonggarkan hubungan setelah terpilihnya Trump.
“Banyak pembicaraan tentang perlunya mengalah kepada Putin, mengalah, membuat beberapa konsesi … Itu tidak dapat diterima bagi Ukraina dan tidak dapat diterima bagi seluruh Eropa,” kata Zelenskyy.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Hongaria Bersihkan Jaringan...
Hongaria Bersihkan Jaringan Viktor Orban, Ini 3 Alasan Rusia Akan Kehilangan Aliansi Utama
Rusia Tuding NATO Akan...
Rusia Tuding NATO Akan Gelar Operasi Barbarossa Hitler pada 2030, Apakah Akan Berhasil?
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
Gelar Serangan Balasan,...
Gelar Serangan Balasan, Rusia Hancurkan Fasilitas Energi di Seluruh Ukraina
Zelensky Ancam Serang...
Zelensky Ancam Serang Belarusia, Perang Rusia-Ukraina Bisa Meluas
Perang Rusia-Ukraina...
Perang Rusia-Ukraina Memicu Perlombaan Senjata AI
Delegasi Iran Berangkat...
Delegasi Iran Berangkat ke Swiss Negosiasi dengan AS, Perang Bakal Berakhir?
Catat! Biaya Visa Masuk...
Catat! Biaya Visa Masuk Jepang Naik 5 Kali Lipat, Jadi Rp1,7 Juta
Rekomendasi
Tantri Kotak Jadi Korban...
Tantri Kotak Jadi Korban Penipuan, Uang Rp10 Miliar Diduga Dibawa Kabur Teman Sendiri
IHSG Siang Anjlok 1,29%...
IHSG Siang Anjlok 1,29% ke 6.037, Sektor Keuangan dan Energi Jadi Pemberat
BMKG Ingatkan Dampak...
BMKG Ingatkan Dampak El Nino, Ancaman Karhutla dan Kekeringan Mengintai
Berita Terkini
Tegang dengan NATO,...
Tegang dengan NATO, Pesawat Pengebom Nuklir Rusia Berkeliaran di Arktik
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan...
Iran Klaim 3 Poin Kemenangan dalam Negosiasi dengan AS, Termasuk Aset Senilai Rp214 Triliun
Dosen Ini Donorkan Organnya...
Dosen Ini Donorkan Organnya untuk Selamatkan 5 Orang, Staf RS Berbaris Beri Penghormatan Terakhir
Siapa Andy Burnham?...
Siapa Andy Burnham? Kandidat Kuat PM Inggris yang Suka Bermain Bola
China Tuduh Militer...
China Tuduh Militer Jepang Mengganggu Latihan Tempur Kapal Induk Liaoning
Gelombang Panas Sengat...
Gelombang Panas Sengat Eropa, 18 Orang Tewas di Prancis
Infografis
Akhirnya, Ukraina Sepakati...
Akhirnya, Ukraina Sepakati Gencatan Senjata 30 Hari dengan Rusia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved