India dan Pakistan Gelar Perundingan Rahasia Atasi Kebuntuan Kashmir

Kamis, 15 April 2021 - 04:04 WIB
loading...
A A A
Setelah pertemuan Januari, India dan Pakistan mengumumkan mereka akan menghentikan penembakan lintas batas di sepanjang Garis Kontrol (LoC) yang membagi Kashmir menjadi dua bagian.

“Gencatan senjata itu masih berlaku,” ungkap pejabat militer di kedua negara.

Kedua belah pihak juga mengisyaratkan rencana mengadakan pemilu di wilayah mereka di Kashmir tahun ini sebagai bagian dari upaya membawa keadaan normal ke wilayah yang tercabik pertumpahan darah selama beberapa dekade.

“Keduanya juga setuju menghentikan retorika mereka,” papar orang-orang yang diajak bicara Reuters.

Ini termasuk Pakistan yang mencabut keberatan kerasnya terhadap Modi yang mencabut otonomi Kashmir pada Agustus 2019, sementara Delhi menahan diri untuk tidak menyalahkan Pakistan atas semua kekerasan di sisi Garis Kontrolnya.

Detail ini belum pernah dilaporkan sebelumnya. India telah lama menyalahkan Pakistan atas pemberontakan di Kashmir, tuduhan yang dibantah Pakistan.

"Ada pengakuan akan ada serangan di dalam Kashmir, telah ada diskusi tentang bagaimana menanganinya dan tidak membiarkan upaya ini tergelincir oleh serangan berikutnya," papar salah satu sumber.

Namun, belum ada rencana besar untuk menyelesaikan sengketa Kashmir yang telah berlangsung selama 74 tahun itu.

“Sebaliknya, kedua belah pihak berusaha mengurangi ketegangan untuk membuka jalan bagi keterlibatan yang luas,” papar semua sumber yang diajak bicara Reuters.

"Pakistan sedang transit dari domain geo-strategis ke domain geo-ekonomi," ujar Raoof Hasan, asisten khusus Perdana Menteri Pakistan Imran Khan, pada Reuters.

“Perdamaian, baik di dalam maupun di sekitar dengan tetangganya, adalah konstituen kunci untuk memfasilitasi itu.”
(sya)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dari Infrastruktur ke...
Dari Infrastruktur ke AI, China Terus Perkuat Pengaruh di Pakistan
India Protes setelah...
India Protes setelah Kapal Minyak Pembawa 24 Warganya Dihantam Rudal AS di Dekat Oman
Pakistan Gelar Serangan...
Pakistan Gelar Serangan Udara di Afghanistan, 13 Orang Tewas
Mendagri Pakistan Sampaikan...
Mendagri Pakistan Sampaikan Surat Khusus untuk Mojtaba Khamenei
Partai Janta Kecoa Jadi...
Partai Janta Kecoa Jadi Inspirasi bagi Gen Z di Seluruh Dunia
Gerakan Protes Gen Z...
Gerakan Protes Gen Z Guncang Ibu Kota India: Aku Seekor Kecoak!
Impor Energi dari 41...
Impor Energi dari 41 Negara, India Tak Mampu Tolak Minyak Rusia: Kami Cari yang Paling Murah!
AS Kembali Gempur Iran...
AS Kembali Gempur Iran Usai Insiden Helikopter Apache di Selat Hormuz
Kenapa Orang Amerika...
Kenapa Orang Amerika Menyebut Sepak Bola dengan Soccer? Ini Asal-Usulnya
Rekomendasi
Gempa M5,2 Guncang Pulau...
Gempa M5,2 Guncang Pulau Karatung Sulut
KAI Jadi Benchmark Layanan...
KAI Jadi Benchmark Layanan Publik Indonesia, Dinilai Mampu Bersaing secara Global
Amerika Serikat Permak...
Amerika Serikat Permak Paraguay 4-1: Folarin Balogun Cetak Brace
Berita Terkini
Presiden Asosiasi Sepak...
Presiden Asosiasi Sepak Bola Palestina Kecam AS Tunda Visa untuk Acara Piala Dunia
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Trump Puji Unggahan...
Trump Puji Unggahan Menlu Iran tentang Kemungkinan Kesepakatan AS-Iran Sangat Positif
Menlu Iran Ungkap MoU...
Menlu Iran Ungkap MoU dengan AS Mencakup Lebanon dan Blokade Paman Sam
Trump Marah, Tuding...
Trump Marah, Tuding Iran Bocorkan Detail Kesepakatan Damai
Apa yang Ada dan Tidak...
Apa yang Ada dan Tidak Ada dalam Draf Kesepakatan Damai AS-Iran?
Infografis
5 Alasan Perdamaian...
5 Alasan Perdamaian Amerika Serikat dan Iran Sulit Terwujud
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved