India dan Pakistan Gelar Perundingan Rahasia Atasi Kebuntuan Kashmir
Kamis, 15 April 2021 - 04:04 WIB
loading...
A
A
A
Kementerian Luar Negeri (Kemlu) India tidak menanggapi permintaan komentar. Militer Pakistan, yang mengontrol ISI, juga tidak menanggapi.
Tapi Ayesha Siddiqa, analis pertahanan Pakistan, mengatakan dia yakin pejabat intelijen India dan Pakistan telah bertemu selama beberapa bulan di negara ketiga.
“Saya pikir telah ada pertemuan di Thailand, di Dubai, di London antara orang-orang dengan level tertinggi,” ujar dia.
Pertemuan semacam itu telah terjadi di masa lalu juga, terutama selama masa krisis tetapi tidak pernah diumumkan secara terbuka.
“Ada banyak hal yang masih bisa salah,” papar salah satu orang di Delhi.
“Itulah mengapa tidak ada yang membicarakannya di depan umum, kami bahkan tidak punya nama untuk ini, ini bukan proses perdamaian. Anda bisa menyebutnya re-engagement,” tutur salah satu dari mereka.
Kedua negara memiliki alasan mengupayakan pemulihan hubungan. India telah terkunci dalam kebuntuan perbatasan dengan China sejak tahun lalu dan tidak ingin militer kewalahan menghadapi Pakistan.
Pakistan, sekutu China, terperosok dalam kesulitan ekonomi dan terlibat program bailout IMF.
“Pakistan tidak dapat mengatasi ketegangan yang meningkat di perbatasan Kashmir untuk waktu yang lama,” papar para ahli.
Pakistan juga harus menstabilkan perbatasan Afghanistan di sebelah baratnya saat Amerika Serikat mundur.
“Lebih baik bagi India dan Pakistan untuk berbicara daripada tidak berbicara, dan bahkan lebih baik itu dilakukan secara diam-diam daripada dalam sorotan publisitas,” ungkap Myra MacDonald, mantan jurnalis Reuters yang baru saja menerbitkan buku tentang India, Pakistan dan perang di perbatasan Kashmir.
“Tapi saya tidak melihat itu melampaui manajemen dasar ketegangan, mungkin untuk membawa kedua negara selama periode yang sulit. Pakistan perlu mengatasi penarikan AS dari Afghanistan, sementara India harus menghadapi situasi yang jauh lebih tidak stabil di perbatasan yang disengketakan dengan China," papar dia.
Tapi Ayesha Siddiqa, analis pertahanan Pakistan, mengatakan dia yakin pejabat intelijen India dan Pakistan telah bertemu selama beberapa bulan di negara ketiga.
“Saya pikir telah ada pertemuan di Thailand, di Dubai, di London antara orang-orang dengan level tertinggi,” ujar dia.
Pertemuan semacam itu telah terjadi di masa lalu juga, terutama selama masa krisis tetapi tidak pernah diumumkan secara terbuka.
“Ada banyak hal yang masih bisa salah,” papar salah satu orang di Delhi.
“Itulah mengapa tidak ada yang membicarakannya di depan umum, kami bahkan tidak punya nama untuk ini, ini bukan proses perdamaian. Anda bisa menyebutnya re-engagement,” tutur salah satu dari mereka.
Kedua negara memiliki alasan mengupayakan pemulihan hubungan. India telah terkunci dalam kebuntuan perbatasan dengan China sejak tahun lalu dan tidak ingin militer kewalahan menghadapi Pakistan.
Pakistan, sekutu China, terperosok dalam kesulitan ekonomi dan terlibat program bailout IMF.
“Pakistan tidak dapat mengatasi ketegangan yang meningkat di perbatasan Kashmir untuk waktu yang lama,” papar para ahli.
Pakistan juga harus menstabilkan perbatasan Afghanistan di sebelah baratnya saat Amerika Serikat mundur.
“Lebih baik bagi India dan Pakistan untuk berbicara daripada tidak berbicara, dan bahkan lebih baik itu dilakukan secara diam-diam daripada dalam sorotan publisitas,” ungkap Myra MacDonald, mantan jurnalis Reuters yang baru saja menerbitkan buku tentang India, Pakistan dan perang di perbatasan Kashmir.
“Tapi saya tidak melihat itu melampaui manajemen dasar ketegangan, mungkin untuk membawa kedua negara selama periode yang sulit. Pakistan perlu mengatasi penarikan AS dari Afghanistan, sementara India harus menghadapi situasi yang jauh lebih tidak stabil di perbatasan yang disengketakan dengan China," papar dia.
Lihat Juga :