Junta Myanmar Semakin Brutal, 618 Tewas Termasuk 48 Anak-anak

Minggu, 11 April 2021 - 08:37 WIB
loading...
Junta Myanmar Semakin...
Sebuah rekaman video memperlihatkan kebrutalan pasukan keamanan menindak para demonstran. Foto/bdnews24
A A A
YANGON - Kudeta militer di Myanmar terus menimbulkan konsekuensi mematikan bagi warga sipil yang secara terbuka menentangnya. Sebuah laporan menyatakan lebih dari 80 orang tewas di sebuah kota dalam pertumpahan darah terbaru oleh militer Myanmar .

Kelompok pemantau lokal, Asosiasi Bantuan untuk Tahanan Politik (AAPP) setidaknya 82 orang tewas di kota Bago, Myanmar akibat tindakan brutal pasukan keamanan.

Sementara itu rekaman yang diverifikasi oleh AFP pada Jumat pagi memperlihatkan penumpasan brutal di kota Bago, yang berjarak 65 kilometer sebelah timur Yangon.

Rekaman itu menunjukkan pengunjuk rasa bersembunyi di balik barikade karung pasir sambil membawa senapan rakitan. Terdengar suara ledakan sebagai latar belakangnya.

Baca juga: Militer Myanmar Bantah Lakukan Kudeta

Seorang penduduk mengatakan pihak berwenang menolak untuk membiarkan petugas penyelamat berada di dekat mayat para korban.

"Mereka menumpuk semua mayat, memasukannya ke dalam truk tentara dan membawanya pergi," katanya kepada AFP yang dinukil France24, Minggu (11/4/2021).

Kekerasan di Bago menambah jumlah korban tewas dalam aksi kekerasan terhadap demonstrasi anti kudeta. Hingga hari Jumat, AAPP, yang telah melacak insiden dan korban jiwa, melaporkan bahwa setidaknya 618 orang, termasuk setidaknya 48 anak-anak, telah dibunuh oleh junta dalam waktu kurang dari dua bulan sejak militer mengambil alih seperti disitir dari CBS News.

Sedangkan veris junta, korban tewas adalah 248.

Baca juga: Puluhan Anak Tewas, Junta Myanmar Salahkan Demonstran

Terlepas dari pertumpahan darah yang terjadi setiap hari, pengunjuk rasa terus turun ke jalan dengan demonstran yang menunjukkan ketidakpuasan mereka dengan cara yang sangat kreatif.

Di pusat komersial Yangon, cat merah - melambangkan darah yang sudah tumpah - disiramkan ke jalan-jalan untuk melihat Pagoda Shwedagon yang bersejarah.

Selebaran dengan kata-kata "Mereka tidak akan memerintah kita" tersebar di seluruh lingkungan Yangon.

Myanmar berada dalam kekacauan sejak militer menggulingkan pemimpin sipil Aung San Suu Kyi pada Februari lalu, dengan pengunjuk rasa menolak untuk tunduk pada junta dan menuntut kembali ke demokrasi.

Baca juga: Inggris Tawarkan Perlindungan pada Duta Besar Myanmar untuk London
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jejak China dalam Konflik...
Jejak China dalam Konflik Myanmar: dari Ekspor Revolusi hingga Kartu Geopolitik
7 Alasan Penjagaan Putin...
7 Alasan Penjagaan Putin Diperketat, dari Konflik Elite Moskow hingga Kudeta MIliter
Junta Myanmar Makin...
Junta Myanmar Makin Kuat dengan Dukungan China, Oposisi Melemah
10 Negara yang Mengubah...
10 Negara yang Mengubah Nama Mereka, Alasannya Sangat Beragam
Junta Myanmar Usir Diplomat...
Junta Myanmar Usir Diplomat Timor-Leste karena Buka Kasus Kejahatan Perang
Intel Rusia Tuduh Prancis...
Intel Rusia Tuduh Prancis Rencanakan Kudeta di Negara-negara Bekas Jajahannya di Afrika
Klasemen Piala AFF U-19...
Klasemen Piala AFF U-19 2026: Sikat Myanmar, Timnas Indonesia Sejajar Vietnam
Dilema Sistem Petisi...
Dilema Sistem Petisi China: Antara Stabilitas Nasional dan Suara Warga
Heli Militer Mi-17 Pakistan...
Heli Militer Mi-17 Pakistan Jatuh, 22 Tentara Tewas termasuk 3 Perwira
Rekomendasi
Rupiah Hari Ini Ditutup...
Rupiah Hari Ini Ditutup Menguat, Kurs Dolar AS Kini di Rp17.860
IFG Life Lindungi Lebih...
IFG Life Lindungi Lebih dari 20.000 Peserta BTN JAKIM 2026
DADA Buka Registrasi...
DADA Buka Registrasi RUPST 19 Juni, Siapkan Dividen Rp2 Miliar
Berita Terkini
Terungkap, Pokemon Go...
Terungkap, Pokemon Go Bantu Militer AS Petakan Dunia
Inggris, Australia,...
Inggris, Australia, dan Kanada Luncurkan Dana untuk Dukung Upaya Solusi 2 Negara
Israel Jadi Negara yang...
Israel Jadi Negara yang Paling Banyak Diboikot di Dunia
Ayatollah Khamenei Sudah...
Ayatollah Khamenei Sudah Lebih dari 100 Hari Meninggal, Iran Tunda Lagi Penguburannya
Beda dengan Pejabat...
Beda dengan Pejabat Eropa, Jenderal Senior NATO Ini Sebut Rusia Tak Mencari Konflik
Elon Musk Triliuner...
Elon Musk Triliuner Pertama di Dunia, Kekayaannya Rp19.706,5 Triliun Setara 73 Kali Anggaran MBG
Infografis
10 Jurusan Favorit BUMN,...
10 Jurusan Favorit BUMN, Anak Muda Wajib Tahu!
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved