Pemakaman Pangeran Philip Akan Diadakan 17 April dengan Tamu Terbatas

Minggu, 11 April 2021 - 07:35 WIB
loading...
Pemakaman Pangeran Philip...
Foto Pangeran Philip berdiri di antara bunga-bunga penghormatan kepada Duke Of Edinburgh di Kastil Windsor, 10 April 2021. Foto/ABC News
A A A
LONDON - Pemakaman Pangeran Philip dari Inggris , suami dari Ratu Elizabeth II , akan diadakan pada 17 April mendatang dan akan dibatasi untuk 30 tamu. Demikian pengumuman yang dikeluarkan pihak Istana Buckingham .

Dalam jumpa pers, pejabat Istana mengatakan Duke of Edinburgh, meninggal pada Jumat lalu dalam usia 99, akan diberikan upacara pemakaman kerajaan.

"Rencana pemakaman sangat sejalan dengan keinginan Duke of Edinburgh sendiri," kata juru bicara Istana Buckingham seperti dikutip dari ABC News, Minggu (11/4/2021).

Upacara pemakaman akan dimulai pada jam 3 sore waktu setempat di Kapel St. George di Windsor, Inggris, dimulai dengan hening cipta nasional selama beberapa menit.

Tamu pemakaman akan dibatasi hingga 30 orang, tidak termasuk pendeta dan pengusung jenazah, dan termasuk anggota keluarga kerajaan dan sekretaris pribadi Pangeran Philip.

Menurut sumber kerajaan, Pangeran Harry akan menghadiri pemakaman kakeknya, meski istrinya, Megan Markle, yang saat ini sedang mengandung anak kedua, telah dinasihati oleh dokternya untuk tidak bepergian.

Baca juga: Pangeran Philip Wafat, Pangeran Harry-Meghan: Anda Akan Sangat Dirindukan

Daftar tamu terakhir diharapkan akan diberikan dalam pengarahan pada hari Kamis mendatang.

Pangeran Charles memberikan penghormatan kepada ayahnya, Pangeran Philip dalam sebuah video yang diposting di Twitter. Dia menyebut ayahnya "Ayah terkasih".

"Orang yang sangat istimewa yang, menurut saya di atas segalanya, akan kagum dengan reaksi dan hal-hal menyentuh yang telah dikatakan tentang dia," kata Pangeran Charles.

Peti mati Pangeran Philip, yang saat ini berada di Kastil Windsor, akan dibawa ke kapel dengan Land Rover yang dimodifikasi khusus yang dibuat sendiri oleh Duke of Edinburgh, kata seorang juru bicara istana.

Tamu pemakaman akan mengikuti rute selama prosesi kerajaan. Pengaturan untuk Ratu dalam prosesi juga akan dikonfirmasi minggu depan.

Setelah kebaktian, peti mati akan dimakamkan di lemari besi kerajaan.

Tindakan pencegahan penyebaran virus Corona baru akan dilaksanakan dengan baik untuk prosesi dan selama pemakaman, kata para pejabat. Inggris saat ini berada dalam penguncian (lockdown) nasional ketiganya selama pandemi, yang diberlakukan awal tahun ini setelah penemuan varian COVID-19 yang lebih menular.

Baca juga: Pembatasan COVID-19 Batasi Acara Pemakaman Pangeran Philip

"Upacara pemakaman akan disiarkan untuk memungkinkan sebanyak mungkin orang menjadi bagian dari acara tersebut, untuk berduka bersama kami dan merayakan kehidupan yang benar-benar luar biasa," kata seorang juru bicara istana.

“Meskipun ada kesedihan bahwa publik tidak dapat secara fisik menjadi bagian dari acara untuk memperingati kehidupan adipati, keluarga kerajaan meminta siapa pun yang ingin menyampaikan belasungkawa melakukannya dengan cara yang paling aman dan bukan dengan mengunjungi Windsor atau istana kerajaan lainnya untuk memberikan penghormatan," juru bicara itu menambahkan.

Suatu periode berkabung nasional sedang ditetapkan menjelang pemakaman. Keluarga kerajaan dan anggota rumah tangga juga menetapkan dua minggu berkabung dan mengenakan pita berkabung jika perlu.

Pada hari Sabtu, militer di seluruh Inggris menembakkan 41 tembakan untuk menandai kematian mantan perwira angkatan laut tersebut.

Baca juga: Dengan Tembakan Meriam dan Bunga, Inggris Hormati Pangeran Philip
(ian)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Mundur, Krisis Politik Berlanjut
3 Alasan PM Inggris...
3 Alasan PM Inggris Starmer Akan Mundur, Popularitasnya Terus Menurun
Raja Charles Inggris...
Raja Charles Inggris Akan Ungkap Tagihan Pajak Pribadinya, Berapa Besar?
Krisis Politik Inggris...
Krisis Politik Inggris Makin Parah, PM Keir Starmer Bersiap Mengundurkan Diri
Belajar dari Inggris,...
Belajar dari Inggris, Tembakau Alternatif Bisa Hentikan Kebiasaan Merokok
PM Inggris Keir Starmer...
PM Inggris Keir Starmer Dilaporkan Akan Mengundurkan Diri pada Senin
Brutal! Siswa Ngamuk...
Brutal! Siswa Ngamuk Tembaki SMA di Filipina, 3 Orang Tewas 5 Luka
Rekomendasi
Abdul Rahman Golkar...
Abdul Rahman Golkar ke Deddy Sitorus: Krisis Batu Bara Bukan Persoalan Baru
Insentif Motor Listrik...
Insentif Motor Listrik Ditunda Satu Bulan, Menko Airlangga: Masih Dikaji
Nostalgia dengan Fotografi...
Nostalgia dengan Fotografi Analog, Lomography Kini Hadir di Indonesia
Berita Terkini
Rusia Tembak Jatuh 80...
Rusia Tembak Jatuh 80 Drone Ukraina, Kremlin Luncurkan Rudal Balistik Iskander
6 PM dalam 10 Tahun...
6 PM dalam 10 Tahun 44 Hari, Seperti Apa Politik Antrean di Inggris?
Jepang Naikkan Biaya...
Jepang Naikkan Biaya Visa sebanyak Lima Kali Lipat, Apa Pemicunya?
Tuntut Menteri Pendidikan...
Tuntut Menteri Pendidikan Mundur, Pendukung Partai Kecoa Berkemah di Jalanan
4 Pemicu PM Inggris...
4 Pemicu PM Inggris Keir Starmer Mundur, dari Pemberontakan Internal hingga Terlalu Banyak Janji
Iran dan AS Berdamai,...
Iran dan AS Berdamai, Upacara Pemakaman Ayatollah Ali Khamenei Digelar selama 6 Hari
Infografis
7 Negara dengan Produksi...
7 Negara dengan Produksi Tank Tempur Terbanyak di Dunia
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved